Maling Motor
F1do_
D1do
F1do_D1do - Maling Motor ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 24th 2000 Minggu malam itu benar-benar suasananya dingin... Ih... kalah jauh deh ama kulkas. Mana mencekam lagi... Katanya sih... katanya... kalo malam itu jamnya setan pada keluar ya ? Tau deh... kata nenek moyang gua sih begitu. Tapi egepe banget deh ah... Cuek cuek aja lah... F1do menahan kantuknya. Kadang-kadang matanya merem melek merem melek nggak sanggup nahanin lagi. Gara-gara banyak kejadian maling motor di daerah rumah F1do, jadinya diadain ronda deh yang diprakarsai Pak RT setempat. Nggak ketinggalan, Untunk Capuletz, ketua taruna pemuda di situ ikutan jaga juga. Alesannya sih mao ikut ronda... tapi itu sih alesan doang... Sebenarnya dia lagi nungguin cewek-cewek yang bakalan lewat abis pulang dari gereja. Hihihi... "F1d... jangan tidur dulu...." seru Untunk Capuletz sambil menggoyang-goyangkan tubuh F1do. "Oahemmmm... Ntunk... gua udah ngantuk banget..." "Lah... duit gocapan gua yang buat ngganjel mata loe kemana ?" "Udah masuk ke dalam mata gua..." jawab F1do asal. "Yeee... loe tuh yee... gocapan gua aja diembat... kere loe ah.. !" "Udahlah, Ntunk... gua udah ngantuk buanget nih... kebangetan bener deh loe kayak ngantuk gua, nggak bisa ngertiin gua... Oahem..." "Bentar lagi anak-anak gereja lewat sini ! Loe tahan sebentar lagi deh..." "Ah... bodo..." F1do langsung ngelonjorin badannya dan Christian Vieri ! (eh... maksudnya Bobo... hihihi...) Iya Bobo kan panggilan sayang Christian Vieri... Nggak tahu kan ? Gaul donk makanya... hehe... Untunk ngedumel nggak karuan, nyebelin banget nih anak... Bukannya ronda malah tidur... Rese ih... Untuk menghilangkan suntuknya, Untunk nyetel radio compo mini yang dibawanya dari rumah, terus ngeluarin nescafe sachet yang dibawanya juga dari rumah, tapi kali ini dari rumah F1do ! Hihihi... Dia juga ngeluarin sofa, tv 29 inchi, parabola yang emang sengaja disiapin buat nemenin ronda, huehuehue... Sambil nyari-nyari gelombang yang nggak jelas, tuh radio compo mini cuma paling kenceng di stasion sonora doang ! Ih... norak deh nih radio... Tapi lagunya dangdut lagi... ih sebel... Buru-buru langsung dimatiin tuh radio. "Eh... F1d... gua pipis bentar ya..." kata Untunk sambil mengguncang-guncangkan F1do. Tapi F1do tetap tak bergeming, tetap ngorok kayak anak orok yang lagi jongkok ngejogrok di balik rok ! Hehehe... "Ih... nih anak cool banget sih... nggak bobo, nggak kalo lagi sadar... dasar loe F1d..." Untunk langsung aja ninggalin F1do yang masih setia bobo. Dia menuju ke semak-semak yang terletak lumayan jauh dari pos ronda itu. "Numpang-numpang..." bisik Untunk Capuletz sambil melorotkan resleting celananya. "Nggak boleh numpang !" terdengar bentakan suara dari balik semak-semak dimana Untunk mao pipisin. Dan tampak sosok yang menyeramkan tiba-tiba muncul dari balik semak-semak. "Uahhhhhhh !!! Setannnnnnnnn loeeeee !!!" Untunk Capuletz bener-bener kaget dan ngabur terkencing-kencing. Beberapa menit kemudian, hantu jadi-jadian itu membuka topengnya dan memberi kode dengan tangannya. Dan tak beberapa kemudian, temen-temennya keluar dari berbagai arah. "Ok... peronda sudah dilumpuhkan... Ayo kita mulai beraksi lagi..." Ternyata mereka adalah para pencuri motor yang sering beraksi di daerahnya F1do. Dan mereka kini bebas berkeliaran... ------------------------------------------------ Pagi-pagi itu di kala embun mulai menetes menyejukkan tubuh, tampak F1do masih ngorok aja di pos ronda itu. "F1d ! F1d ! Bangun, F1d... !" seru Untunk Capuletz. F1do langsung bangun dengan malas-malasan. "Apa sih loe, Ntunk... loe masih degil yaaaa... Gua nggak mau deh ketemu cewek-cewek dari gereja itu." "Yeee... ini udah pagi tahu..." "Oooo..." ujar F1do sambil mengobok-obok air, eh salah... mengobok-obok matanya. "Oahem...." F1do menguap besar-besar di depan Untunk yang buru-buru menutup hidungnya. "Bau tahu nggak ! Mulut loe tuh F1d..." protes Untunk Capuletz sambil menunjuk mulutnya F1do yang banyak ompongnya. "Hehehe..." F1do nyengir kuda. "Eh... gawat loe F1d..." "Gawat kenapa ?" "Kemaren ada setan di balik semak-semak itu..." tunjuk Untunk Capuletz ke semak-semak yang kemaren pengen dikencingin diikuti tatapan F1do ke arah sana. "Setan ? Masa sih ada setan ? Ya ampun... mana ada sih setan di jaman ini ?" "Yee... loe dibilangin nggak percaya ya ?" "Ayo kita ke sono, yok..." seru F1do sambil menggaet tangan Untunk Capuletz mengajak ke arah semak-semak itu. "Yeee... F1d... Sekarang mana ada sih... Itu setan kan keluarnya malem... !" "Nggak ada deh... Loe mah kayak anak kecil aja... Setan aja ditakutin... Tuhan tuh yang loe musti takutin... Loe ikut ke gereja aja ya ama gua minggu besok..." Untunk Capuletz masih menatap seram ke arah semak-semak itu... Ih...! "Ya udah deh... Yuk balik, Ntunk..." F1do dan Untunk Capuletz balik ke rumah. Ketika melewati lapangan basket, mereka heran melihat orang-orang sedang berkerumun di sana. F1do menyenggol tangan Untunk Capuletz, " Eh, Ntunk... Ada apa tuh di sono ? Tumben lapangan berubah jadi pasar ?" "Hoho..." Untunk Capuletz berseloroh. F1do dan Untunk Capuletz menerobos kerumunan orang itu. Dan tampak oleh mereka, pencuri motor yang sedang dihakimi massa. Ihhh... serem banget deh... mereka sampe berdarah-darah. Massa yang jengkel melampiaskan kemarahan mereka kepada orang-orang yang sudah tak berdaya itu. "Hayooo... bakar ! Bakar !!!" seru bapak-bapak sambil membawa derijen bensin. Untunk Capuletz sebagai ketua taruna pemuja di situ maju ke muka. "Eh... stop ! Stop !!! Apa-apaan ini ?" "Kami mau bakar mereka !" "Setuju ! Setuju !" dukung mereka memprovokasi. "Apa kalian tidak kasihan dengan mereka ? Daripada bakar mereka, kita bakar saja F1do !" balas Untunk Capuletz. Karuan aja F1do ngamuk-ngamuk. "Eh... maksud saya... Apa kalian tidak mengasihani mereka ? Coba kalau mereka ini anak bapak-bapak juga... Jangan main hakim sendiri begini donk... Nggak betul gini caranya. Kita lebih baik menyerahkan mereka kepada yang berwajib..." Seorang bapak yang emang dari tadi emosionil, membalas khotbahnya Untunk Capuletz, "Eh... anak muda... Loe jangan sok ngajarin yaa ! Mereka ini biar kapok, nggak nyolong lagi !" Untunk Capuletz berusaha menenangkan massa itu dibantu F1do, "Ya.. kalo mereka mati gimana ngerasa kapok lagi ?" tanya Untunk Capuletz polos. Bapak-bapak yang lain menuding dengan tuduhan sadis, "Eh... jangan-jangan loe itu salah satu komplotannya kaliiii !!!" Spontan mereka juga ingin menghakimi Untunk Capuletz dan F1do. Tapi buru-buru enyaknya Untunk Capuletz yang baru dateng bersama Pak RT maju ke muka. "Stop ! Stop ! Jangannnn... Itu anak saya... Motor anak saya yang dimalingin oleh mereka !!!" "Apa, nyakkkk ??? Mereka nyolong motor Untunk ?" Enyaknya Untunk Capuletz manggut-manggut. "Ya udah... Kalo gitu tunggu apa lagi, kita bakar aja mereka !!!" seru Untunk Capuletz berapi-api. Hihihi ! ------------------------------------------------ Semenjak kejadian penghakiman massa di lapangan basket itu, keadaan daerah F1do jadi tenang lagi... Nggak seru ah... Nggak ada yang tegang-tegang lagi... Karena udah nggak ada yang seru lagi, para penonton jadi bubar, hihihihi... asal deh... Tapi yang namanya F1do masih heran, kok ada sih tega-teganya mereka mao bakar sesama mereka... Payah ih... dimana sih rasa kemanusiaannya ? Sejahat-jahatnya dan sekejam-kejamnya macan juga nggak sampe pernah ada berita ngebakar sesama macan, hihihi... Ya begitulah kalo keadilan tidak ada di negara kita. Dimana orang berbuat semaunya aja. Mereka tidak memiliki kasih yang diberikan Yesus kepada kita. Ah... pusing ah... Nggak ngerti... Makanya,... kalian para pembaca... jangan main bakar-bakaran yaa... kalo bakar jagung sih boleh aja, malahan harus bagi gua tuh, hahahaha... ok deh.. Don't ever burnin the human, except the corn ! :P Stay cool... man... -----(END)-----