KISAH CINTA VERCHIEL & VERCHY
Cerpen F1do - Kisah Cinta Verchiel & Verchy ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 30th 2000 To : Verchy in somewhere ... Verchiel will be with you forever... Verchy memandang salju yang jatuh dari atap langit yang telah dibukakan. Hari telah lama berganti hari. Musim berganti musim. Waktu berjalan begitu cepat. Tapi Verchy masih memandang masa-masa lalu... Masa dimana hatinya masih berpaut pada kisah cinta asmara yang tak pernah padam. Bunga-bunga di taman meringkuk kedinginan ditimpa salju semusim itu. Tangan Verchy yang sama bekunya dengan keadaan bunga itu menyentuh tangkai bunga itu. Serentak bunga-bunga di taman itu memancarkan kehangatan pribadi, memancarkan kelembutan hati Verchy. Menantikan kehangatan berikutnya yang dipancarkan oleh Verchy. Nun jauh di sana... Musim semi di awal bulan Mei... Tampak Verchiel duduk di sebuah cafe bersama seorang wanita yang mungkin tercantik di dunia. Verchiel tampak sedang mengagumi kecantikan wanita yang mempesona itu. Matanya yang bersinar biru kehijau-hijauan menggugah hati. Hidungnya yang mancung sungguh memikat hati. Bibirnya yang tipis dihiasi segaris lipstik berwarna keperak-perakan. Hati Verchiel bergetar ketika wanita itu menggenggam erat tangan Verchiel. "Verchiel... Kapan kau akan menikahiku ?" tanya wanita itu. Verchiel tidak bisa menjawab. Bibirnya tiba-tiba seperti kaku. Ia tidak mengerti mengapa bicaranya kini terkunci. "Jangan sekarang, Angela..." bisik Verchiel pelan. "Mengapa ? Aku sudah menunggu sekian lama..." Wanita yang disebut Angela itu matanya mulai berkaca-kaca dan sebutir demi sebutir air matanya mulai menetes mengalir jatuh ke pipinya, menghapus hiasan eye shadownya... "Tidak... Aku tidak bisa menjawab sekarang..." Bibir Verchiel bergetar perlahan. "Aku tahu... Hatimu masih berpaut pada Verchy... Benar kan ?" tanya Angela memojokkan. Verchiel tidak bisa menjawab. Pandangannya menerawang. Tatapan matanya seakan-akan kosong. "Aku butuh jawaban sekarang ! Kau harus memutuskan ! Pilih dia atau aku, Verchiel ! Kau tidak bisa menduakan seperti begini terus !" Nada bicara Angela mulai meninggi. Verchiel menundukkan mukanya. "Maafkan aku, Angela... Aku tidak dapat melupakannya. Maafkan aku..." Angela menangis keras. "Baiklah... Aku mengerti... Silakan kau tinggalkan diriku... Lebih baik engkau balik saja ke dia..." spontan kata-kata Angela meluncur dengan bijak. Verchiel bangun dari kursinya. "Maafkan aku, Angela..." Angela hanya menggeleng dan pergi bersama hatinya yang turut hancur. Verchiel mengepakkan sayapnya dari mantel panjangnya. Dan ia terbang... Terbang... Jauh ke ujung bumi... Tempat dimana akhir dari pelangi bersembunyi. Dari langit, ia melihat bagaimana kesepiannya Verchy seorang diri. Bagaimana bunga-bunga menjadi semakin layu. Verchiel menitikkan air mata, sadar... bahwa ia telah meninggalkan Verchy sedemikian lama. Verchiel mendarat dengan sayapnya. Verchy yang kedinginan itu tidak bisa menyambutnya. Hanya senyum yang tipis yang bisa diungkapkan di wajahnya. Verchiel mendekati Verchy dan merangkul tubuhnya. Tubuh Verchy sangat, sangat, sangatlah kedinginan. "Verchy... Maafkan aku..." "Verchiel... Akhirnya kau datang juga..." Verchy menangis terharu pujaan hatinya yang begitu ditunggu-tunggunya sekian lama akhirnya datang juga, walaupun terasa terlambat. Air mata Verchy yang jatuh di pipi langsung berkristal menjadi butir-butiran salju. Verchiel mendekatkan wajahnya kepada Verchy. "Aku tidak akan meninggalkan kamu lagi..." Tubuh Verchy bergetar hebat. "Verchiel... Maafkan aku... Aku tidak dapat bersama engkau lagi..." Seketika itu juga bunga-bunga yang semakin layu itu patah satu persatu dahannya. Jatuh ke tanah. Ke permukaan salju yang sudah sangat dingin. Verchiel hanya bisa meratapi kepergian bunga itu. Verchiel hanya bisa mengutuki dirinya sendiri. Sementara itu salju turun semakin lebat... Dan semakin lebat... Menangisi bunga-bunga yang berguguran ditimpa salju yang turun semakin lebat... -----(END)-----