KACHU
Kenalin Gue !
Kachu - Kenalin Gue ! ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Tukang-Ngocol-Sejagad (Bukan apa-apanya Kachu) July 4th 2000 at 8:52 PM Hoi hoi hoi... Muncul lagi nihhhhhh... :P Kali ini tokoh centralnya soal si Kachu ! Soalnya emang enak sih bikin Kachu jadi bahan olok-olokan. Huehuehuehue... ! Wekkkkk... Ini cerita soal tentang si Kachu udah lulus dari sekolah Gaz-Millenium yang butut itu eh nggak butut ding, keren donkkkk yaaaa... (Ini juga pesan dari sponsor Bapak Op Franky, huehuehuehue...) Ceritanya si Kachu ini udah beranjak dewasa. (ceillleeeeeeee... dewasa nih yeee... untung kagak jadi nenek-nenek ! :P) Pokoke ikutin aja petualangan dan kekonyolan-kekonyolannya dia. Udah deh simak aja deh... Kalo loe nggak mao nyimak, nanti gua permak ! Hahaha... ngancem nih yeee... Oke deh segitu dulu pengenalannya ! Namanya juga pengenalan, ya nggak ? Kalo panjang lebar nanti bisa jadi persegi panjang eh salah, geometri kaliiiiii... Kisahnya sama serunya kok ama kisahnya F1do_D1do yang begenk itu. Malahan, lebih hancur ceritanya juga, iya kaliiiii... Juga lebih jelek kali... Sip deh... Salam pembukaan dari : Siapa aja... (suwer deh... bukan apa-apanya Kachu) :P Huehuehue... ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- Keringat menetes deras dari eternit (bocor kaliiii...) eh salah ding dari jidatnya Kachu yang emang rada jenong. Tapi itu mulutnya Kachu terus asyik nyantap bakso bulat-bulat. Ueh... gua ikutan lapar deh. Tapi masa bodo, pokoknya perut Kachu lagi laper. Mana enak sih baksonya. Kapan lagi makan bakso. Kan di Vancouver nggak ada bakso, hueuheuhuhe... "Bang tambah lagi donk..." seru Kachu. "Baksonya ?" tanya abang tukang bakso mari mari sini aku mau beli (upsss... jadi nyanyi) "Bukan, bang. Sendoknya !" "Lho ? Makan pake dua sendok ? Emang bisa ?" "Ya, baksonya lagi... masa sendoknya. Dasar abang..." "Hehehe..." si abang tukang bakso nyendokin bakso lagi ke mangkok Kachu. Siang-siang itu paling enak makan bakso loh... Apalagi makan sama mangkok-mangkoknya ! Hihihi... Kachu cuek aja nyantepin bakso, nggak sadar kalo dari jauh dilihatin oleh seseorang. "Hey, enak banget sih makan baksonya !" "Yo'i..." jawab Kachu sambil terus asik aja makan bakso. "Kachu ya ?" Kachu jadi kaget diobralin gitu namanya, bukannya apa-apa. Nama Kachu soalnya nggak pasaran gitu loh... Dengan bakso masih dikulum di mulutnya, matanya melirik ke arah orang yang menegurnya. Siapa ya ini orang ? pikir Kachu. Jelek banget ih nih orang... Lebih jelek dari baksonya gua, pikir Kachu. Ah, nggak nafsu deh makan gua jadinya... "Hahaha... lupa loe ya ?" Kachu mengangguk-angguk. "Kachu... Kachu..." "Apa ???" "Eh, nggak..." Orang itu buru-buru terkejut diketusin gitu ama Kachu. Tapi dia tertawa lebar lagi. Hahahahahahahahahahahahahahahahahaha (saking lebarnya, tadinya gua mau ketikin ampe seratus baris, tapi takut diomelin ama yang baca, hehe) ! "Siapa loe ya ? Temennya abang bakso itu ya ?" tanya Kachu sambil jarinya menunjuk ke arah tukang bakso itu yang sedang cengegesan sendiri karena geer dikirain lagi diomongin yang nggak-nggak. "Bukan, lagi... Gua F1do... Lupa loe ya ?" "Hueeee... F1dooooooo..." jerit histeris Kachu ampe baksonya jumpalitan yang tadinya masih di dalam mulut lari ke perutnya Kachu, hehe. "Hehehe... Loe lupa apa lupa nih ?" "Sorry, F1d. Loe udah gemukan sih sekarang." "Ngeledek loe yaaaa ? Masih begenk begini, loe bilang gemuk." "Gimana ? Masih suka nyontek ?" "Hehehe... nggak lagi... Gua kan udah kagak sekolah lagi, norak !" "Oh ya ? Eh, F1d. Lagi ngapain ?" "Eh, gua lagi nyari kerja." F1do menunjukkan map merah yang dibawa-bawa mungkin itu surat referensi buat nyari kerjaan kali, kali lohhhhh, gua juga nggak tahu sih. Bisa juga surat minta sumbangan, wakakakak ! "Oh, udah dapet ?" "Belum nih... Tahu tuh si gawean hilang mulu, nggak ketemu-ketemu." "Hihihi... Loe masih suka asal ya, F1d ?" "Eh iya." F1do tersenyum kecut mengingat masa lalu F1do. F1do nyambungin perkataannya, "Loe lagi ngapain ?" "Well... Gua mah lagi istirahat kerja." "Oh ya ? Loe udah kerja ?" Kachu mengangguk-angguk. "Dimana ?" "Tuh, di gedung itu..." tunjuk Kachu ke sebuah gedung yang emang kelihatan cukup wah. "Weksss... Ada lowongan lagi nggak ? Mau dong dikerjainnnn ? Eh mau dong diajak kerja, maksud gua..." rengek F1do. "Wah, nggak tahu, F1d." "Oh, ya udah deh. Nanti kalo ada kabar, tolong kabarin gua ya ?" sahut F1do sambil memberikan kartu namanya yang lumayan dekil ke Kachu. Terlihat kartu nama F1do yang lumayan konyol isinya : "F1do_D1do Pengangguran, lagi nyari kerja Alamat : Duren Tiga, Kebon Nanas No.12A" Kachu mengangguk-angguk. "Oh iya, F1d. Loe mau bakso nggak ?" "Mau donk..." "Pesan deh..." "Oh, loe yang bayarin ya ?" "Ya nggak donk. Loe bayar sendiri." "Yeee... Kirain..." Kachu mengangguk-angguk. F1do bangkit dari tempat duduknya. "Eh, Kachu. Gua mau jalan dulu deh... Masih mau ngelamar nih di lain tempat." "Ya udah deh, F1d. Loe nggak jadi makan baksonya ?" "Enggak lah, ngelihat loe juga udah kenyang." "Yeeee... gua disamain ama bakso. Jelek loeeee !!!" "Hehehe..." F1do ngeloyor dari tenda bakso itu. Dan masih berbekal sepeda motor bututnya seperti waktu sekolah dulu, dia melambaikan tangan ke arah Kachu. "Bye, F1do... Hati-hati yaaaa" ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- "Kachu !!!" Tidak ada jawaban. "Hoiiiii !!! Kachu !!!" Kachu masuk tergopoh-gopoh. Boss berdiri sambil bertolak pinggang. "Kemana aja sih ?" "Ya, di ruangan lah. Cuma kan saya baru makan tadi... " "Oh ya udah. Ini ada ketikan. Tolong ketikin ya, tapi inget... ! Saya butuh lima belas menit lagi untuk ketikan ini." "Iya, Boss..." Dalam hati, Kachu cuma bisa mengomel. Ih, rese ih ini Boss. Mendingan Bossnya diganti aja deh daripada sekretarisnya, ya nggak ? Huehuehue... Kachu buru-buru ngetik ampe berantakan. Ampe tuts keyboardnya loncat sana loncat sini. Kadang-kadang Kachu sampe sempet-sempetnya nangkepin tuts-tuts yang loncat itu. Hihihi... Ih, sebel deh. Boss Kachu galak minta ampun. Heran, kok ada orang yang kayak gitu ya ? Ih, sebel sebel sebel 100 X. Selesai nge-print hasil ketikan, Kachu masuk lagi ke ruangan Boss. "Oh iya, ini sekalian kamu paketin ketikan kamu ini. Jangan lupa kartu nama saya !" "Iya, iya, Boss..." Kachu mengangguk-angguk. Buru-buru Kachu ngepaketin surat ama kartu namanya si Boss jelek itu ke alamat yang bersangkutan. Untung aja Boss siang itu jam 2 pergi rapat. Yihaaaaa ! Kachu bisa bebas deh siang itu. Pergi deh jauh-jauh ! Hus hus hus ! Kali ini bebasssss ! Kachu ngelanjutin main chatting di mirc-nya. Hihihi... Eh, tapi sepi banget nih siang ini. Nggak rame, ih jadi bete. Yang ada si cute-girl^_^ lagi, cute-girl^_^ lagi ! Sebel ! Hehehe... Main solitaire aja ah. Mumpung lagi solitaire (sendirian). Kachu lagi asyik-asyiknya main solitaire ketika Boss dateng dengan pasang tampang cemberut. Buru-buru Kachu me-minimize windows solitairenya biar nggak ketahuan ! Nah yaa... Hehehe... "Kachuuuuuuuu !!!" "Siap Grak ! Eh, siap Boss..." "Kamu tadi kasih kartu nama siapaaaaa ??? Saya dihina habis-habisan di depan orang oleh Bapak Iskandar !" "Ha ?" "Saya diledekin pengangguran lah ! Apa lah ! Dan siapa itu mahluk yang bernama F1do !!!" Boss mencak-mencak ampe keluar asap dari kupingnya, hihihi... Alamakkkkk... Kachu salah ngasih kartu nama, bukan kartu namanya si Boss malahan kartu namanya F1do. Ya amplop ! ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- -----(END)-----