KACHU
Foto Model
Kachu - Foto Model ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Tukang-Ngocol-Sejagad (Bukan apa-apanya Kachu) July 5 at 11:09 AM Kachu's Profile : ----------------- Nama : Yoan Kachu bin Kachut ! Umur : Ya, sekitar 21-an kali ya, nggak tahu deh, lahirnya di dukun beranak sih... (Dalam cerita ini 21-an, kalo cerita buat nanti, kalo dia udah nenek-nenek, bisa 80-an, hueuheuheuheue....) Alamat : Taman Meruya Ilir no.
Hobby : Makan bakso, chatting, nyontek, males bikin pr, tidur, ngerumpi, ngeceng di mall, shopping, nguping, makan emping, dan temen-temennya ping yang lain. ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- "Eh, Kachu !" "Oi oi oi, apa nih ?" "Loe ikut foto model nggak ?" tanya Ruth. "Emang gua ada tampang ?" "Ada donk... Loe kan lumayan cakep, si Pak Iwan aja nguber-nguber loe terus..." "Yeeee... Itu mah emang dia kegatelan lagi..." Ruth menyodorkan sebuah majalah model pada Kachu. Kachu menerima sambil terus saja memainkan game solitaire pada komputer. Apa iya Kachu bisa ikutan foto model ? Tapi sih tampang Kachu lumayan manis, ampe-ampe semut suka ngerubungin muka Kachu saking manisnya. Hihihi... Apalagi tahi kebo eh tahi lalat di bawah bibir Kachu yang menambah manisnya tampangnya Kachu, jadi ya ampir sama dikit-dikit kayak Maryln Monroe itu (tapi jeleknya banyak ! Hahahaha...) "Ssstt... Boss dateng !" seru Ruth sehingga Kachu kaget and panik, buru-buru yang tadinya ngelamun dirinya jadi foto model gantian ngelamun dirinya jadi foto album ! Huehuehuehue... Kachu dan Ruth pura-pura sibuk ketika Boss dateng lalu masuk ke dalam ruangan. "Eh, tumben dia langsung masuk ke dalam ruangan ?" bisik Ruth sambil matanya melirik ke arah kamar Boss. "Auh ah lap !" jawab Kachu lalu ngelanjutin mikirin yang tadi itu. Itu loh yang mao jadi foto model. Wah, kalo jadi foto model kan asik ya ? Dipotret sana sini, terus wajah Kachu dimuat di koran dengan tulisan "Dicari : Anak Hilang !" hahaha... Dan nanti kalo udah terkenal, siapa tahu ada pangeran yang mao ngelamar Kachu sambil bawa-bawa sepatu kaca nako (hihihi... inget cerita Cinderella deh...) Dan nanti kalo udah beken, bisa kaya deh, lebih kaya dari sekarang. Dan bisa beli mobil mewah, bisa beli pulau, bisa jalan-jalan ke amrik, bisa... idih nghayal mulu kaya si Opie Andaresta. Tapi nggak papa donk... sekali-sekali nghayal. Wajar kok, daripada ngelamun jorok, ya nggak, Chu ? "Ruth..." "Apa ? Apa ?" "Entar siang gua mau bolos ya ?" "Hehehe... Sip deh... Mau ngelamar jadi foto model itu kan ?" Kachu ngangguk-ngangguk. "Entar kalo dicariin Boss, gua bilangnya gimana ?" "Bilang aja ke WC !" "Oke deh... Kalo nggak dicariin, gua bilangnya gimana ?" Kachu diam sejenak dan langsung menjitak kepala Ruth. "Dodol loe ah..." ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- Di tempat pendaftaran model udah banyak yang daftar, lah iya lah tempat pendaftaran buat orang daftar, haha... Terus ada cewek-cewek yang lumayan cantik, ya kecantikannya di atas rata-rata deh boleh dibilang begitu. Kachu yang tadinya niat daftar, jadi berpikir dua kali, soalnya mereka kayaknya lebih cantik deh dibanding Kachu. Tapi udah terlanjur sayang, lagunya Memes kali... udah terlanjur datang, sayang donk balik lagi. Kesempatan bolos dari kantor jadi sia-sia. Ya udah, mendingan daftar aja deh, mau nggak diterima itu urusan belakangan aja. "Siang, mbak..." sapa Kachu kepada mbak-mbak yang duduk di balik meja pendaftaran. "Wah, disini bukan tempat penitipan tas, nona..." "Yeee... siapa lagi mao nitip tas, orang gue mau ikutan daftar." "Oh... daftar jadi foto model toh ?" Kachu ngangguk-ngangguk. Mbak-mbak itu memberikan formulir untuk diisi. "Wah, ini soal jawabannya susah banget sih mbak diisinya ?" "Ha ? Yang mana ?" mbak-mbak itu kebingungan. Kachu memberikan balik formulir itu. Mbak-mbak itu gelagapan terus minta maaf ama Kachu. "Eh, sorry ya... saya salah ngasih. Itu mah formulir pendaftaran saya ke universitas negeri. Hihihi..." "Yee... gimana sih ?" Setelah Kachu mengisi surat pendaftaran, lalu disuruh masuk ke dalam ruangan. Disitu ada juru foto yang sedang mengatur dekor. Ketika Kachu masuk, ia disambut oleh juru foto itu. "Silakan berdiri di situ, nona." Kachu nurut aja. "Mukanya ngadep sini donk..." Kachu menengok ke arah kamera. "Jangan ngadep belakang !" seru juru foto itu. Kachu kebingungan. "Yeee.. nih anak, hayo... ngadep ke kamera. Saya tahu situ masih baru dan malu-malu kucing, tapi mau nggak sih jadi foto model. Hayo ngadep ke kamera donk wajahnya." Kachu jadi sebel. "Hey, mas. Ini juga dari tadi ngadep ke kamera. Emang dari tadi ngadep kemana ?" "Oooo... itu mukanya ya ? Rata sih muka kamu." "Norak !" "Tuh kan masih gelap ! Nggak kelihatan apa-apa..." "Dodol banget sih nih tukang foto. Tutup kameranya aja belum dibuka." "Oh iya ya ?" Setelah beradegan banyak gaya, termasuk gaya dada, gaya punggung, gaya kupu-kupu, hihihi... akhirnya selesai juga adegan foto itu. Uih... capek juga. "Nah sekarang kamu buka bajumu" "Loh ? Apa-apaan ini ?" Kachu keheranan. "Iya lah. Kamu mau jadi foto model nggak ?" "Mau donk..." "Lah iya, kalo mau, ya musti berani." "Ih... porno ah..." "Loh... habis gimana donk ?" "Nggak mauuuuuuuu..." protes Kachu. "Ya udah, mungkin kamu nggak bisa ikut foto model ini, kalo begitu..." Kachu mikir-mikir. Waduh, gimana ya ? Kachu sih mau jadi foto model. Tapi kalo buka baju kan malu ? Nanti... nanti... kalo dilihat orang-orang yang beli majalah gimana ? Aduh... malu kan... Bisa-bisa nanti Kachu bisa diledekin bomseks lah, atau bom kentut hihihi... Tapi gimana ya ? Kachu udah bertekad jadi foto model. Ah pucinkkkkkkkk ah pucinkkkkkkkk. "Sorry deh, mas. Saya lebih baik nggak jadi foto model aja deh, daripada ngorbanin harga diri saya. Itu mah sama aja saya menjajakan tubuh saya buat cowok-cowok hidung belang. Kalo gitu saya nggak ada bedanya ama perek yang di pinggir jalanan itu." "Ya, gue nggak bisa maksa. Peserta selanjutnya !!!" seru juru foto itu. Kachu meninggalkan ruangan itu, dan dalam hatinya terselip rasa bangga karena prinsip dari harga dirinya kagak dilanggar. Kachu melihat banyak peserta yang sedang mendaftar itu dengan pandangan kasihan. Aduh... kalian ini mau-maunya deh jadi model foto yang rendahan gitu deh... Biarpun Kachu ampir kepilih tadi jadi foto model, yang jelas nggak mau deh difoto begituan. Ih... amit-amit jabang baby deh... Kachu melangkah dengan cueknya. Huehuehue... Kachu top banget deh... Sip lah... ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- -----(END)-----