KACHU
Bara Asmara Nemesis
Kachu - Bara Asmara Nemesis ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi (Bukan apa-apanya Kachu) August 6th at 9:31 AM Kenal Kachu donkkkk... Kachu anaknya imut lohhhh... Gimana nggak imut, apalagi ngeliat tahi kebo eh salah... tahi lalatnya yang menclok di bawah bibirnya. Ihh.... kayak maryln monroe..sak ! aja deh... hehehe ^_^. Tapi biar begitu, kebiasaan jeleknya nggak pernah ilang ! Dia kalo bobo suka shopping, hihihi... apa hubungannya ! :P Nah... sekarang dia lagi sibuk di kantornya siang-siang. Iya... sibuk main solitaire ! Hihi... "Aduh... kartu Ace-nya kok nggak muncul-muncul ya ? Aneh..." omel Kachu sambil menggetok-getok layar monitornya, siapa tahu kartu Ace-nya keluar. Huahuahua... "Kachu.... Jangan diketok-ketok dong monitornya..." Nemesis yang ngelihat kelakuan kanibal Kachu langsung nyamperin Kachu. "Eh, sorry Nemesis..." kata Kachu sambil menebarkan senyumnya yang katanya nggak kalah ama senyum pepsodent. Nemesis bertolak pinggang dan melengos. "Lah... kalo monitornya rusak, kan nanti gua ada kerjaan..." Hihihi... kerjaan aja nggak mao dikerjain. Oh iya, Nemesis itu kerja jadi staff EDP di kantornya Kachu. Eh bukan kantornya Kachu, kantornya boss Kachu, sejak kapan Kachu punya kantor sendiri ? Hihihi... "Biarin... biar loe ada kerjaan ! Soalnya loe suka iseng ngirim-ngirim email ke gua dari ruangan loe kalo loe nggak ada kerjaan ! Udah sana loe !" bentak Kachu judes sejudes-judesnya sambil mendelik serem. Ih... Nemesis cuma bisa balik lagi ke ruangannya dengan pandangan lesu karena belum minum Extra Joss ! Nemesis dari dulu emang naksir Kachu tapi nggak punya keberanian buat nembak ama Kachu langsung, udah keburu minder duluan ama tampangnya yang nggak kece-kece banget. Kachu sebenarnya nggak mao marah ama Nemesis, tapi Kachu cuma bete doang gara-gara tadi pagi diomelin boss mulu. Jadinya Nemesis jadi bahan pelampiasan yang pas buat Kachu. Nemesis yang masuk ke ruangan EDP, langsung ditegor ama Daniel, rekan nge-game-nya satu ruangan, apalagi kalo main Quake, wah heboh deh. Kerja ampe pura-pura dibikin lembur buat ngadu Quake sampe malem, huahauhauhaua... "Oiiii, Sis. Nape loe ? Muka loe jelek banget ?" "Kachu lagi ngomel-ngomel, Niel..." "Cewek uberan loe, Sis ?" Nemesis ngangguk pelan. "Napa dia ?" "Tahu lah, lagi bete kali..." "Lah iya lah. Kan tadi pagi diomelin boss dianya, tahu nggak loe ?" "Masa ? Gara-gara apa ?" "Gara-gara ngejawab email loe, terus dia salah masukkin ke proposalnya proyek boss. Si Kachu malah nge-print jawaban email loe. Boss yang ngebaca jadi spanning ngebaca surat jawaban cinta email dia ke loe. Huahuahauaha..." Daniel ngakak habis, sedangkan Nemesis cuma bisa senyum kecut doang. "Yeee... loe... bukannya kasihan ama dia... malah diketawain." "Kasihan nih yeeee..." ledek Daniel lagi. "Eh... udah deh... shut up deh loe." "Upsss..." Daniel masih tersenyum-senyum ketika Nemesis duduk di bangkunya menyalakan monitornya dari tidur nyenyak screen saver afterdarknya dan mulai membuka internet explorernya. "Ngirim email siapa lagi, Sis ?" tanya Daniel ngelirik monitor komputernya Nemesis ketika dia ngebuka situs hotmail. "Email buat Kachu lagi yaaaaa ???" ledek Daniel. "Udah loe diam ..." Nemesis menutup-nutupi layar monitornya dengan kedua tangannya. "Hehehe... Udah... loe tembak langsung aja dianya. Daripada begituan mulu. Dia kagak tahu loe serius apa kagak kalo loe cuma ngirim-ngirim begituan mulu. Dia pikir kan loe maen-maen." usul Daniel. "Tapi... gua nggak berani, Niel..." "Aduh... loe bences banget sih, Sis ?" "Ermmm..." Nemesis nggak bisa ngejawab apa-apa. "Tapi gua nggak tahu deh... Gua ngeri ama Kachu... Anaknya kan cuek habis kan, Niel.." Daniel cekikikan. "Ssttt... gua ada ide... Kita jailin aja komputernya... Nanti kan loe bisa deket-deketin dia, pura-pura benerin tuh komputer si Kachu. Gimana ?" Nemesis tersenyum kesenangan dan menyetujui ide Daniel yang cemerlang kalo ide negatif melulu, huehueeuhehueuhe... ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- Kringggg !!! Telepon staff EDP berdering terus, tapi enggak diangkat-angkat. Kachu jadi sebel, komputernya ngadat, kagak bisa dipake internet explorernya. Ihhhh... sebel... padahal Kachu lagi nungguin email dari Bradley, cowok tongkrongan yang dia kenal dari mirc. Mana dua jam lagi dia janjian ama Bradley mo ketemuan di mirc. Ih... sebel deh sebel... Kachu menggetok-getok Robotic-nya. "Ihhh... nih robotic dodol banget sih kayak bethany punya robot aja, si bethanybot itu..." gerutu Kachu nyolot. Kachu mengetok pintu staff EDP. "Masuk !!!" seru Daniel. Kachu melongok-longok ke dalam. Tampak Daniel dan Nemesis lagi seru-serunya ngadu Quake. "Yeeee... nih anak... pada main games mulu..." seru Kachu. Daniel ama Nemesis cengegesan aja. "Ada yang bisa gua bantu, Chu ?" tanya Nemesis mesra. "Iya tuh... modem robotic gua error tuh... tolong donk benerin..." "Entar ya, Chu... Lagi asyik nih..." jawab Daniel. "Yeeee... main games mulu... buruan donkkkk... Gua ada janji nih...." Daniel dan Nemesis saling berpandangan. "Cepetan deh..." rengek Kachu sambil narik-narik baju Nemesis supaya segera bertindak. "Ya udah deh, Sis. Loe benerin dulu..." kata Daniel sambil ngedipin mata ke Nemesis. "Iya deh...." Nemesis lalu berjalan beriringan kayak penganten sunatan ke tempat Kachu. Wah... Nemesis rasanya seneng banget deh, dibutuhin ama Kachu. "Sis, tolong ya benerinnya yang agak cepetan dikit..." pinta Kachu waswas. "Emang loe janjian ama siapa ?" tanya Nemesis sambil meriksa-meriksa kabel modem. "Mo tahu aja loe..." "Yeee... mo dibenerin nggak nih modemnya ?" "Eh, iya deh iya... Ama Bradley anak channel berkat." "Emang loe udah pernah ketemuan ama dia ?" "Belum... tapi dia udah ngasih photonya. Ganteng sih..." "Gantengan mana ama gua ?" tanya Nemesis pede. "Ya, dia lah..." "Gua nggak masuk hitungan ama loe ya ?" korek Nemesis pake korek api. Hihi... "Ya, enggak lah !" Hati Nemesis jadi tergugah. Kachu sih ngomongnya cuek bebek aja. Tanpa perasaan, wekssss... Nemesis jadinya baru ngeh kalo Kachu kagak sedikitpun suka ama dia, Nemesis aja yang kegeeran sendiri. "Ya udah nih, udah bener modemnya... Met berchatting ria ya..." "Makasih ya, Nemesis..." seru Kachu lalu memeluk erat Nemesis ampe Nemesis kaget sendiri ! "Errmmmm..." muka Nemesis memerah. "Loe ntar nggak kemana-mana ?" tanya Kachu serius. "Nggak. Emang kenapa ?" "Untuk menebus kebaikan loe, entar temenin jalan bareng dengan gua shopping ya ? Mau nggak ?" tanya Kachu dua-rius lagi ! "Iya..." Nemesis jadi kebingungan sendiri. ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- "Iya, gua bingung, Niel..." curhat Nemesis pada Daniel ketika dia balik ke ruangan staff EDP. "Tadinya dia bilang gua nggak masuk hitungan, tapi habis itu dia meluk gua ama ngajakin gua jalan bareng ama dia nemenin dia shopping. Gimana tuh, Niel ?" lanjutnya. "Lah iya lah... Cewek kan biasanya malu-malu kalo dia naksir loe tapi ngomongnya depan loe, gitu... Tapi dia udah kasih lampu ijo tuh ke loe... Tunggu apalagi..." kata Daniel sok tahu. "Tapi dia ngomong gua nggak masuk hitungannya, serius banget, Niel..." "Ah, nggak lah... Gua kan tahu si Kachu kan kalo ngomong nyablak aja, suka spontanitas, padahal dia suka loe..." Nemesis kebingungan sendiri. Gimana tuh ya Kachu ? Anaknya suka blak-blakan tapi gua suka dia. Errmmm... nggak tahu deh ! Tok ! Tok ! Tok ! "MASUK !!!" seru Daniel. Tampak Kachu dengan muka berseri-seri masuk ke dalam. "Ada apa lagi, Chu ? Modemnya rusak lagi ?" tanya Nemesis sok tahu kayak lagaknya si borju. "Nggak... Hayo, jadi nggak nemenin gua ?" "Sekarang ?" tanya Nemesis polos. "Enggak, tahun depan ! Ya, sekarang lah !" Daniel cengengesan. Lalu meledek, "Nah yaaaaa... mo pacaran ya ?" "Iya..." balas Kachu. Nemesis cuma pasang tampang cengok. Daniel juga heran apa Kachu beneran apa mainan. "Pacaran ama gua ?" tanya Nemesis. "Ya nggak lah... Gua janjian ama Bradley di mall. Siapa tahu gua pacaran ama dia di sono. Tapi gua shopping dulu..." jawab Kachu blak-blakan. "Loh ? Loe ngajak gua buat apa ?" Nemesis masih belum hilang rasa terheran-herannya. "Ya, buat angkatin barang belanjaan shopping gua donk..." lanjut Kachu singkat. Mampus loe, Nemesis... Huahuahua... Makanya jangan kegeeran sendiri. Hihihi... ----------------------------------------------------- ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ Kachu ^_^ ----------------------------------------------------- -----(END)-----