F1do_D1do (IT's My Love) - JAP
F1do_D1do (IT's My Love) - JAP ------------------------------ Terinspirasi oleh perjalanan cinta ini yg tak pernah padam selamanya... Dipersembahkan untuk : Julia Woo seorang... Oleh : Freedi Djajadi (freedattaq@yahoo.com) October 21st '2001 "Thx bgt nich f1d...:) thx bgt yach waktu itu udach temenin gue jalan" di cl...:) and udach anter and jemput gue... rela kesasar...rela keujanan...rela bgt dech... he..he.. pokokeeee thxxx sebesar"nya..he..he...:) pokoke gue seneng bgt dech ketemu elo org...:) ok dech.. ta ta... take care and GBU.... :) nice to be your friend.. and nice to meet you...:)" Isi email Julia Woo mengungkapkan isi hatinya... F1do_D1do sangat gembira, Julia sudah melupakan kesedihan hari-harinya, dimana cintanya telah dikhianati. Doa F1do_D1do gak sia-sia... Doa agar Tuhan melepaskan kesedihan dan beban Julia dikabulkan. Apalagi hari itu, hari dimana Julia merayakan ulang tahunnya yang ke-20. F1do_D1do tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun lewat telepon. "Selamat panjang umur, Julia..." "Makasih ya, F1d..." "Sorry, gue gak bisa ngasih apa-apa ama loe..." "Gak papa kok, F1d... Gue udah cukup senang loe masih inget ultah gue..." Tapi dibalik kesederhanaan ucapannya, F1do_D1do ingin memberikan sesuatu spesial kepada Julia. Namun apa daya, cinta F1do_D1do sedang terpaut dengan Hoklan, gadis Depok yang dikenalnya. Dalam prinsip hidup F1do_D1do, F1do_D1do hanya ingin berkorban hanya pada satu orang saja demi cintanya. Yang lain tidak diperdulikannya. Memang, kelihatannya kejam, tapi F1do_D1do hanya ingin setia kepada seseorang saja dalam perjalanan cintanya. "F1d... Nanti kalau kamu berumah tangga, kamu harus setia ya ama pasangan kamu. Jangan selingkuh ataupun mendua hatimu...." pesan mama yang sedang menangis sedih, ketika mama dikhianati cintanya oleh papa yang punya Sephia yang lain. Air mata F1do_D1do pun tumpah seketika itu. F1do_D1do tidak ingin hal yang serupa akan terjadi pada pasangannya kelak di suatu hari. Cukup sudah luka mama... Cukup sudah pengkhianatan cinta yang telah dirasakan oleh mama. F1do_D1do sudah cukup paham dan mengerti bagaimana sakitnya dikhianati cinta oleh seseorang yang dicintai tersebut... * F1do_D1do * F1do_D1do * F1do_D1do * Di sebuah Food Court Mega Mall, sambil saling berbagi cerita dan tukar pikiran, dimana sahabat jauh F1do_D1do dari Taiwan, kini duduk saling berhadapan di sebuah meja. "F1d, gimana cewek lo yang siapa tuh namanya ? Di depok itu ?" "Udah gak jalan lagi, Jul... Sekarang gue tahu, dia nggak pernah mencintai gue. Meskipun gue mencintai dia sepenuh hati, tapi cinta ini tidak bersambut, Jul... Gak papa deh, Jul... Dari sini gue belajar bagaimana berkorban demi cinta, tapi cinta yang dikorbankan tidak sebanding dengan apa yang gue korbankan. Memang sakit, Jul... Kalo lo sendiri gimana ama cowok lo ?" "Sama, F1d... Udah putus..." "I'm sorry to hear 'bout that..." Dibalik percakapan itu, F1do_D1do ingin membuka lembar baru cintanya kepada Julia. Walaupun terkadang mengerikan pengorbanan yang akan diberikan namun hasil akhirnya menyakitkan, F1do_D1do ingin mencoba lagi untuk jatuh cinta... * F1do_D1do * F1do_D1do * F1do_D1do * "Iya, F1d... Gue gak ada yang bisa nganterin cari tempat kerja. Lo bisa tolong gue ?" "Ok, gue bakal bantuin lo..." Siang itu, F1do_D1do menolong Julia melamar tempat kerja yang dicarinya. Walau panas terik cukup menyengat kulit, F1do_D1do sudah mencemplungkan dirinya dalam suatu pengorbanan yang akan ditempuhnya. F1do_D1do telah pindah ke lain hati ? Tampaknya begitu, sebab gadis Depok yang dicintai sepenuh hatinya, tidak pernah mencintainya lagi... Ah.... inikah cinta itu ? Sekitar 10 sekolah kursus mandarin telah dimasuki, dan hingga petang, kedua anak manusia di atas kendaraan sepeda motor itu menghapus peluh mereka. "Lo capek, Jul ?" "Iya, tapi gue seneng... Trims ya, F1d... lo udah banyak ngebantu... Gue udah ngerepotin lo terus...." "Gak papa... gue udah biasa cukup direpotin ama orang-orang. Gue juga udah biasa menempuh perjalanan seperti ini, gak jauh beda kayak Jakarta-Depok yang pulang pergi jauhnya 86 km." Malam itu, F1do_D1do curhat pada mamanya. "Ma, F1do takut... Kalo nanti udah berkorban banyak lagi, akhir endingnya jadi terrible seperti yang udah-udah..." "Ya, emang musti gitu, F1d. Tapi ikhlasin aja kalo akhirnya begitu." Ikhlas ? Tapi seberapa banyak orang itu musti berkorban ??? Hingga akhirnya, ketika F1do_D1do belum berani mengutarakan isi hatinya kepada Julia, sebab perjalanan penjajakan itu setidaknya membutuhkan waktu yang lama. Adaaaa saja, kata-kata yang menusuk hati ini... "Dia gak mau kali ama lo, F1d.. Buktinya didatengin aja malem minggu, gak pernah mau kan ? Diajakin keluar, alesannya selalu sibuk kan ? KTB juga gitu kan ?" tuding papa. Akhirnya percakapan ini cuma menjadi konflik belaka. Kenapa selalu ada kecurigaan seperti itu ? F1do_D1do mengerti, bahwa Julia memang orang yang sibuk. Kursus segala macam, ngajar segala macam.... Well, gak tahu... Tuhan, tolonglah rasa curiga yang bertumpuk ini.... SMS F1do_D1do yang dikirim ke Julia menjadi beban rasa curiga yang lain. "Jul, ada gak sih cowok yang lo taksir selama ini ? Lo udah ada cowok belum sih ?" "Gak ada tuh, gue belum punya untuk sekarang ini... Tapi as you know, i'm still like my first love..." Ya ampunnnnnnnnnnnn... hati F1do_D1do terkejut begitu rupa. Mengapa dia masih menyukai cinta pertamanya ??? Mengapa cowok yang udah mengkhianati cinta tulusnya masih saja disukai ? Mengapa hal itu tidak dilupakannya ??? Padahal F1do_D1do saja sudah tidak memikirkan lagi hal-hal yang telah berlalu, biarkan itu berlalu. Go to hell with Marlina, Hoklan, and all of the other girls !!! Go to hell dengan semua yang telah terjadi... Robertus, rekan kerja F1do_D1do, menasihati, "F1d... wajar aja kalo dia masih suka cinta pertamanya..." Wajar ? Apa-apaan ini ? Buat apa diingat-ingat lagi hal yang telah membuat hati sakit ? Malam kelabu itu, dimana malam minggu, ketika F1do_D1do ingin buru-buru mengungkapkan rasa hatinya sebelum rasa gelisah dan resah ini terus berkecamuk dalam hatinya. Ingin menyatakan cintanya kepada Julia. "Jul, kemana lo malam ini ? Gue ke rumah lo ye ?" "Gak bisa, F1d... Gue mo pergi ke rumah temen gue. Bantu dia persiapan nikahnya...." "Oh, ok deh... Gimana kalo besok, minggu ? Soalnya ada yang perlu gue omongin..." "Gue besok ke pesta nikahnya dia... Mo ngomong apa ?" "Jangan disini ngomongnya, lebih enak face to face aja... Ya udah deh, gak papa, mungkin waktu yang akan datang... Ngomong-ngomong, itu yang nikah teman sekolah lo ?" "Bukan, ex cowok gue..." Mengapa ??? Mengapa ??? Mengapa dia masih berpaut pada cinta pertamanya ? Tidakkah cukup satu cinta yang tulus dan dihancuri oleh pengkhianatan cinta dilupakan saja ? Malam minggu yang makin kelabu oleh rasa penasaran dan kecewa, dimana rasanya F1do_D1do tersisihkan oleh kuatnya rasa first love yang menggebu-gebu terpaku di depan rumah Julia. Sekardus martabak di tangan dan sepeda motor yang membisu berdiam seribu bahasa, ketika malam itu, Julia sedang membantu persiapan nikah ex cowoknya. GO TO HELL WITH ALL THISSSS !!! Kadang F1do_D1do ingin segera berpaling ke lain hati, tapi rasa cintanya kepada Julia belum padam. Api masih berkobar walau sedikit demi sedikit kelihatan makin berkurang. F1do_D1do masih ingin menunjukkan rasa kesetiaannya. Untuk itu, berjuta pertanyaan berkecamuk dalam hati. "Julia, akankah hubungan kita lebih meningkat ke dalam hubungan yang serius ? Kau harus tahu, aku tak bisa digantung statusnya dalam keadaan begini terus... Papa ama mamaku terus aja ribut bahwa usiaku tidak muda lagi. Papa bahkan lebih gila lagi, menyuruh aku nikah dalam usia 26, padahal pasangan saja belum aku punya... Aku tahu mereka care ama aku, mereka kasihan melihatku kesepian terus sehari-hari. Aku ingin kita lebih dari sekedar teman. Kau tahu, aku memang cukup sabar menjajaki hati kita masing-masing, tapi mereka tidak mengerti bahwa saatnya akan tiba pada waktunya. Ijinkan aku mengungkapkan rasa hatiku kepadamu. Aku memang tidak lebih baik dari ex cowok kamu yang udah kamu kenal selama 3,5 tahun. Tapi aku akan mencoba untuk menjadi yang terbaik bagi diri kamu. Dalam hatiku, aku ingin selalu membahagiakan kamu. Aku ingin menjadi kesukaan dan kegirangan bagi kamu. Tidakkah kau tahu, bahwa aku selalu siap berkorban bagi yang namanya cinta ? Mungkin orang-orang melihat aku gombal atau segala macam. Itu hak mereka, terserah pandangan mereka. Tapi yakinlah, kalau aku sudah bersikap sebagaimana aku bersikap, aku siap melakukannya semua itu. Aku juga ngeri, kalau kamu nanti juga sekolah di luar negeri, aku tidak tahu apakah aku akan tetap tahan bakal setia. Aku tidak ingin memberi janji angin surga bagi kamu... Tapi setelah apa yang telah papa lakukan dahulu, mengkhianati cinta mama, aku bertekad tidak akan mengkhianati cinta yang kita bentuk. Aku akan belajar menunggu kamu, jikalau saja kamu pergi ke luar negeri... Aku tahu, kamu masih takut jatuh cinta lagi ama cowok kamu. Tapi, mengapa kamu tidak berani membuka lembaran baru lagi ? Lupakan saja cerita-cerita sorga kamu ama ex cowok kamu, aku juga melupakan kisah cinta yang telah aku telah tempuh ... Kita sama-sama buka lembaran baru lagi... Jawab saja pertanyaan yang terus menggelisahkan hatiku ini, Julia... Maukah kamu dan aku berhubungan lebih serius lagi ? Hingga ke ajang pernikahan nanti... Aku mungkin tidak bisa banyak membahagiakan kamu. Aku hanyalah lelaki yang sederhana, tidak memiliki harta materi yang berlimpah, bahkan mungkin lebih miskin dari kehidupan keluarga kamu... Tapi aku bisa memberikan kesetiaan yang tidak pernah kamu dapat dari ex cowok kamu..." F1do_D1do merenungi hari-hari yang sepi itu. Kadang menanyakan pada Tuhan, akankah cintanya bakal kandas lagi seperti yang sudah-sudah ? Atau berapa lama lagi harus terus menjalani semuanya ini ? Ah.... (To Be Continued...)