IT's Cool To Be Clear
F1do_D1do - It's Cool To Be Clear ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 18th 2000 Kata Sambitan I= (Trims buat anak-anak #gaz-millenium yang namanya udah boleh saya pake tanpa seijin kalian, hehehehe, tanpa kalian dunia tak selebar daun kelor, nggak nyambung kan ? Siapa suruh nyambungin, hihihi... dan tanpa kalian, mungkin cerita ini tak bakal sejelek ini, wakakakakakak...) Kata Sambitan II= (Cerita ini fiktif kok, jangan dimasukkin ke hati, soalnya kalo dimasukkin ke hati, nanti bisa makan ati...., makan ati...., anggap aja cuma lelucon yang udah dikasih dada minta ati, hihihihihihi...) Kata Sambitan III= (Kalo mao ada komentar dan usul boleh emailin di freedattaq@yahoo.com, tapi jangan kecewa kalo balesnya lama, soalnya email box gua jarang-jarang dibuka, hehehehe...) Kata Sambitan IV= (Kalian boleh sebar luaskan cerita ini lewat mulut ke mulut atau lewat perut ke perut juga boleh, itu juga kalo bisa ngomong pake bahasa perut, hehehe, up 2 u deh... mo diterbitin kayak perangko juga boleh kok, asal bagi-bagi aja ya jatah honornya kalo udah sukses. Hehehehe....) Kata Sambitan V= (Jangan nyambit-nyambit, emang mao tawuran ! Kalo mao nyambit, hayo nyambit gua pake batu kali, kuat nggak loe ? Hehehehe :P) ------------------------------------------------ Siang itu panasnya kebangetan deh. Weleh, sampai keringatan begini. Dan seperti biasa, kalo keringatan begini, pasti badan bau apek dan bau matahari. Sesosok manusia kurus, ceking, mungil, imut tapi amit berjalan dengan langkah biasanya. Agak santai, soalnya bukan apa-apa, kalo ntar dengan langkah cepat, pasti nanti disangkain maling jemuran. Hihihihi. Manusia kurus itu ternyata baru pulang sekolah. "F1doooooooooooo !!!!!" terdengar teriakan seseorang menyusul manusia kurus itu. F1do langsung menengok ke arah teriakan itu dan memberhentikan langkahnya pake gigi netral. "Apa ?" Dia adalah Kachu yang teman sekelas F1do. "Beli limun yok... panas begini, kan enak kalo minum limun." "Iya, gua juga mau sih beli limun. Tapi gua lagi bokek nih, Kachut..." "Ye,..... Kok Kachut, F1do jail !" Kachut menjitak pala F1do. Emang tuh si F1do suka ngegantiin nama orang seenaknya, padahal Kachu belom tentu bau kachut loh, hehehe... "Iya, biasanya nggak sepanas ini yaaa... Tumben nih, panas banget...." "Sini, Kachu tiupin..." "Asyik...." Tong ! Tong ! Tong ! Tukang limun lewat. "Limun !!!!!!!" teriak Kachu sampe kuping F1do pengeng. "Eh, Kachut... Bayarnya ntar pake apa ? Gua nggak ada duit loh..." F1do kebingungan. "Tenang aja... Pokoke beres..." Akhirnya kedua anak jelek itu memesan segelas limun berdua bukan sepiring berdua loh (kayak lagu aja). Mana F1do nyruput limunnya paling rakus lagi. "F1do ! Jangan serakah donkkkk !" "Hehehe..." Setelah mengisi bensin di perut, Kachu berkata pada tukang limunnya, "Bang, sebentar ya... saya mao pipis dulu, soalnya ini limun bikin kebelet." Langsung Kachu ngibrit. F1do ditinggal sendirian. F1do cengok kayak orang bego. Tukang limunnya juga nggak mau kalah ama F1do, sama-sama pasang tampak cengok. "Eh, dik. Ini limun siapa yang bayar ?" "Ng..... Itu tadi cewek yang tadi, bentar lagi balik kok..." Lama menunggu... Tapi kok si Kachu nggak balik-balik ya ? Jangan-jangan emang nggak niat bayar nih... pikir F1do. F1do mulai gelisah. Si abang limun juga nggak mau kalah ama F1do, pasang reaksi geli-geli basah juga. "Dik, situ aja yang bayar, gimana ?" "Wah, bang... Saya nggak ada duit sepeser pun..." jawab F1do mengikuti kata-kata jitu mantan presiden kita, Soeharto. "Tapi saya musti keliling lagi nih... Nggak bisa nunggu lama-lama. Nanti setorannya kurang..." sahut tukang limun itu mulai gusar. "Gini aja, deh bang... Besok abang lewat jalan sini lagi. Nah, besok pulang sekolah, saya lewat jalan sini lagi. Kan kita ketemu lagi. Jadi besok saya bayar, gimana ?" "Nggak bisa !" "Tolonglah bang... please..." "Nggak pake !" F1do masang tampang memelas. Tapi si abang limun itu nggak mau tahu, dia mau itu limun dibayar saat itu juga. Eh, nggak lama untung aja si Kachu balik. "Kachut, rese loe... lama bener...." "Iya, tadi gua pulang dulu, ambil duit, terus gua balik lagi..." "Ya ampun... tahu gitu mah loe minumnya di rumah aja !" F1do semaput. Put put put... ------------------------------------------------ Semenjak saat itu, kayaknya F1do cuekin Kachu. Kachu nelpon, telponnya kagak diangkat. Kachu sapa F1do, F1donya nggak bales. Kachu minta contekan, kagak dikasih ama F1do. Weksss, F1do telah berubah. Kachu nggak tahu mau gimana lagi. Mau minta maaf, kan F1donya cuekin Kachu. Ang1ee, teman sebangku Kachu, memberikan saran, "Dodol loe... emank dia orangnya cuek lagi. Hehehe..." "Ooooo..." Kachu ngangguk-ngangguk tanda nggak ngerti. Pas istirahat sekolah, Kachu nyamperin F1do yang lagi main tebak-tebakan ama ganknya. "Ada 'i' di 'i' warnanya 'i' kalo dipegang 'i' ?" ujar Kenken sambil matanya jelalatan ngelihat cewek-cewek yang lagi kasak kusuk di bawah pohon toge. "Ah, gampang, Ken. Jawabnya ada 'ingus' di 'idung' warnanya 'ijo' kalo dipegang 'idiiiihh'. Ya kan ?" jawab F1do sambil matanya jelalatan juga ngelihat toge-toge yang subur di atas cewek-cewek yang lagi kasak kusuk. Hihihi. "Oooooo..." Roy Sluiter ngangguk-ngangguk tanda nggak ngerti. Kachu mencolek bahu F1do. "F1d... gua mao ngomong nih..." F1do menengok ke arah Kachu. Seketika itu juga, Kachu menarik lengan F1do memisahkan F1do dari pengaruh-pengaruh jahat ganknya. Hehehe... :D Di bawah pohon toge yang lain, Kachu menatap mata F1do. "F1d... loe marahan ya ama gua ?" "Ah, nggak..." "Serius nihhhhh ?" "Iya, kagak...." "Kok gua nelpon ke rumah loe, telponnya nggak pernah diangkat ?" "Emang orang rumah lagi pada nggak ada kok..." "Kok gua sapa loe, loenya nggak pernah bales ?" "Ntar kalo gua bales, kan itu nggak boleh, kan Yesus aja ajarin kasihilah musuhmu, makanya gua nggak boleh bales dendam..." "Yee..... nggak nyambung !" "Terus satu lagi... Kenapa gua minta contekan, kagak pernah dikasih ?" "Gua juga nggak bisa jawabannya..." "Oooo gitu yaa...." Kepala Kachu ngangguk-ngangguk kayak pajangan di dashboard mobil. "Ya udah nih... sebagai rasa minta maaf gua, ntar malem, gua undang loe ke pesta sodara gua. Dia baru dateng dari luar kota lohhhh..." "Cewek apa cowok ?" "Cewek." "Cakep nggak ?" "Iya." "Hehehe..." tanduk F1do mulai keluar. "Sip deh...." "Makasih yaaa...." Kachu meninggalkan F1do yang lagi cengengesan sendirian di bawah pohon toge. Roy Sluiter cs. nyamperin F1do, "Eh, F1d, pacaran ya ama Kachu ?" F1do masih aja cengengesan sendirian, eh nggak sendirian lagi, kan udah rame, udah ada ganknya. F1do masih aja cengengesan rame-rame. Hehehe :D "Apa loeeee !" seru Saturn XQ. "Hehehe... sip... gua ntar malam mao diajakin pesta ama sodaranya Kachu." "Ajak gua donk, F1d... Soalnya emak gua nggak masak ntar, jadi di rumah nggak ada makanan," pinta Joe. "Apa loeeee ! Nggak ah..." jawab F1do seenaknya sambil ngluyur ninggalin Saturn XQ, Roy Sluiter, Kenken ama Joe yang terbengong-bengong di bawah pohon toge itu. ------------------------------------------------ Malam itu, dengan pakaian T-shirt dan jeans belel robek-robek (bukannya mode, tapi yang ini asli bekas digigitin si blacky), F1do melangkah santai menuju depan rumah. Marmalade, adiknya F1do jerit-jerit, "F1d.... Gua ikut donkkkk.... Gua nggak ada gawean nih di rumah...." "Egp ah... gank gua aja gua nggak ajak, hehe..." F1do menyetopkan taksi. "Kemana, nak ?" "Ke rumah sodaranya Kachut." "Ha ? Dimana ya ?" "Weksssss... gua lupa nanya dimana alamatnya. Ke rumah Kachut dulu deh kalo gitu, pak !" "Rumah Kachut ? Dimana lagi itu ?" "Taman Meruya Ilir." Langsung taksi itu bergegas menuju ke Taman Meruya Ilir lewat Taman Kota, Taman Harapan Indah, Taman Semanan, Taman Tamanan, dan Taman Temannya... Eh, nggak tahunya pestanya di situ juga. Hehehe, kebetulan. Pas F1do masuk, F1do kaget, soalnya semuanya tampil necis, tampil wah, yang cowok pake jas segala, sedangkan yang cewek pake jas hujan. Hihihi... Cuek aja..... pikir F1do dalam hati. Kachu pake gaun yang mengkilap-kilap menyambut F1do dengan air hangat eh salah, dengan hangat. "Apa kabar, F1dooooooooo...." "Kabar kaburi.... Wekkk" Kachu menarik lengan F1do ke pinggiran kali eh pinggiran pintu sambil berbisik, "Ckckckck, F1d.. F1d... Baju loe kok gitu amat sih ?" "Iya, gua nggak ada baju..." "Aduh kacian deh.... Kachu pinjemin jas yaaaa..." F1do ngangguk-ngangguk. Nungguin Kachu nyari jas pasti lama nih, pikir F1do dalam hati. F1do ngelayapan keliling sambil matanya jelalatan lirak lirik makanan, kali aja ada yang lumayanan. Kebetulan laper nih... Sambil menyeruput sebuah limun biar leher agak coolan dikit buat clear, mata F1do tertuju pada kerumunan orang di pojok. "Ada maling apa, pak ?" tanya F1do polos menerobos kerumunan orang itu. Oh... rupanya sodaranya si Kachu yang berulang tahun itu yang sedang main keyboard dengan Cheerfulnya. "Wekssss... tampangnya oke juga," seru F1do dalam hati. Cewek itu melirik ke arah F1do yang sedang menjulurkan lidah seperti anjing yang belum makan seminggu. "Haloooo..." "Ernn... eh iya.. eh halo juga..." "Lidah kamu lucu..." Pandangan pertamanya pada lidahku ternyata. Hahaha... "Iya, kamu boleh bawa pulang kok lidahku..." "Hahaha..." tertawanya lepas. "Hahaha juga. Kenalin, F1do..." ujar F1do sambil mengulurkan tangan. "Hi F1do, saya Cheerful. Met kenal ya, F1do..." Asyik deh.... nggak sia-sia dateng ke pesta sodaranya Kachu, tapi yang pasti sih kerumunan orang-orang situ pada sirik ngelihatin kita. Hihihi... Lalu F1do ama Cheerful duduk dekat pojokan. "Kamu dari daerah mana ?" "Dari Pontianak, mau sekolah di sini." "Eh, sekolah di SMAK Gaz-Millenium aja..." kata F1do menyarankan. "Emang mau sekolah di situ kok." Asyikk.... tanduk F1do mulai keluar lagi. Eh, tiba-tiba Kachu datang ngengangguin F1do. "F1d... nih jas loe..." "Oh jas gua yang barusan basah tadi kehujanan ya ? Oh udah kering ya ? Ok, thanks Kachut..." "Loh emang tadi hujan ?" tanya Cheerful. "Ernnn... enggak... eh iya..." "Hahahaha.." Kachu tertawa, "Jas pinjaman aja F1do belagu... F1do... F1do...." Kebongkar deh kartunya F1do. Tapi nggak papa kok, yang penting malam itu pesta yang mengesankan hati F1do. Pesta yang hampir-hampir mirip Pesta-nya Indosiar. Apalagi F1do disitu nyumbangin nyanyi lagu rohani kesukaan F1do, Seperti Sungai Merindukan Air, dengan diiringi alunan keyboard dari Cheerful. Malam yang tak terlupakan ya, F1d ? ;) ------------------------------------------------ Pagi itu di kelas IIIAI di SMAK Gaz-Millenium, dimana ada anak-anak yang aneh-aneh bin ajaib sedang kongkow-kongkow di situ. Ada Ang1ee yang dari dulu masih hobi jualan jus dodol tapi nggak laku-laku, ada Jerry yang lagi ngegombal soal kekayaannya. Ada Peterly yang enggak bosen-bosennya ngerayu yayangnya, si Erly dengan kata-kata gombal. Ada Missisipi yang lagi mojok berduaan ama yayangnya si Lovri Alone. Ada gula ada semut. Pokoknya banyak deh... Dan kelas itu semakin sejuk berkat pohon-pohon toge yang tumbuh di sekitarnya. Apalagi jauh dari WC yang kalo nggak salah jauhnya kira-kira kalo dari sini naik bus sih sekitar tiga kilometer, hihihi... Tapi yang pasti sih, jauh dari ruang guru, jadi anak-anak situ bisa ribut seenak-enaknya. F1do sedang teler di pojokan gara-gara kebanyakan begadang nonton bola, ketika wali kelas ibu Lannie masuk kelas. "F1d, ibu masuk kelas, F1d." colek Kachu dari belakang tempat duduk F1do. "Oahemmm..." F1do masih ngantuk. Dan nggak bisa membuka matanya seinchi pun karena kegandulan beban sekilo. "Anak-anak... Hari ini kalian mendapat kawan baru. Semoga kalian menerimanya dengan baik." F1do cuek aja karena udah ketiduran dan setengah ngantuk. "Wowwww... Suit ! Suit !" Cowok-cowok kelas situ pada norak-norak melihat anak baru itu. Ternyata anak baru itu, si sodaranya Kachu, iya, si Cheerful itu. "Cheer... silakan mengenalkan diri kamu." "Selamat pagi, teman-teman. Saya Cheerful pindahan dari Pontianak." "No teleponnya, donk...." teriak Roy Sluiter norak. "Iya, alamatnya sekalian !!!" celetuk Firman. "Hehehe..." Sammy yang bertubuh gemuk yang duduk di sebelah Roy Sluiter tertawa terkekeh-kekeh. "Sssttt...!" Ibu guru Lannie matanya langsung melotot, untung kagak copot. Kalo copot, kan nanti musti dijahit lagi kan ? "Nah, Cheerful. Semoga kamu senang bisa mengikuti pelajaran di sini. Silakan duduk. Tapi dimana ya bangku kosong ?" Roy Sluiter lalu menyikut Sammy supaya mengosongkan bangkunya. "Sam... loe pindah aja..." "Hehehe..." Sammy tetap tertawa terkekeh-kekeh. "Well. Kamu duduk aja di bagian belakang, itu ada bangku kosong." Cheerful lalu mengambil tempat bangku yang kosong sebelah tempat duduk F1do yang lagi ketiduran. Cheerful lalu menyikut lengan F1do. "Hei, kok tidur ?" F1do gelagapan langsung bangun dan mengelap iler dari mulutnya. "Oh. Udah bel pulang ya ?" Buru-buru F1do merapikan tas. "Belum lagi... Ini baru juga mulai. Eh, kamu yang di pesta itu ya ? Yang nyanyi dengan suara fals yang diiringi permainan keyboard saya kan ?" "Hehehe... oh loe Cheerful. Sorry ya, ketiduran. Habis nonton bola sih..." "Ya udah nggak papa. Nggak keberatan kan kalo saya duduk sebelah kamu ?" "Nggak kok, malah senang." "Boleh nggak saya minta tolong satu hal lagi kalo saya duduk sebelah kamu ?" "Boleh... boleh..." Mata F1do mulai segar. Kapan lagi dimintain tolong cewek cakep, ya nggak, F1d ? "Saya dengar kamu itu rangking di kelas, kalo ulangan saya minta contekan ya ?" katanya sambil tersenyum yang bikin F1do nginget-nginget terus senyumnya dalam setiap mimpi. Hihihihi! "Beres..." tanduk F1do keluar lagi. Tapi nggak nyangka loh, Cheerful tukang nyontek juga. Hahaha... Nggak papa, asal berkali-kali, jangan sekali aja, hihihi... ------------------------------------------------ -----(END)-----