IBARAT TEMAN SEBAGAI KADO
Cerpen F1do - Ibarat Teman Sebagai Kado ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 2nd 2000 Seperti dikisahkan oleh someone... Terima kasih kepada Meiria Tarigan yang telah membangkitkan semangat hidupku yang saat itu tengah terpuruk dan down. Kata-katamu sungguh indah bagi pegangan kita, setiap kaum Nasrasi. Dimana kita diingatkan bisa menerima seseorang teman ibarat sebuah kado. Terima kasih... Sekali lagi terima kasih... ------------------------------------------------ Teman adalah hadiah dari Yang Di Atas buat kita. Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan. Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia, dan dia mencintai kita. Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya. Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan, dll. It's a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri. Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita. ------------------------------------------------ Well... Aku harap kalian bisa menerima seseorang dengan keadaan sebagaimanapun. Aku juga sadar, bahwa aku tergolong kado yang mana. Aku itu masih seperti kado yang bungkus dan isinya jelek. So... jangan ditolak ya kalo aku ingin masuk ke dalam lingkungan kalian, hai para kado-kado yang bungkus dan isinya bagus... sebagaimana aku ingin dicintai kalian... Salam... Comment : Don't ever worry, man... -----(END)-----