Hepi Meli Klismes
SYERREN
Syerren's - Hepi Meli Klismes @}--------`------------------ Presented by : Syerren (Syerren Lina) & F1do (Freedi Djajadi) Copyright @ Dec 4th '2000 Hari Natal jelas hari yang paling ditunggu oleh umat Kristiani sedunia, khususnya seorang anak bloon dan bego yang bernama Syerren. Jelas aja, Syerren dapat kado selain di hari ulang tahunnya, hihi... Prang ! Hiasan pohon natal yang mau digantungin di pucuk pohon cemara itu terjatuh ketika sedang dipasang Syerren. Ci Irene yang ngelihatin jadi kaget. "Yaaa, Syerren... Gimana sih bisa pecah ? Itu pajangan mahal lagi harganya !" kata ci Irene kecewa. Syerren masang tampang memelas, "Coli deh, ci... Lagian Syellen nggak cengaja, ci..." "Gimana ya ? Padahal itu pajangan paling bagus. Dan jadinya jelek deh kalo kagak ada pajangan di ujung pohon itu. Ya udah deh, Syerren jadi pajangannya aja, cici gantung kamu ya ?" "Yeee, cici..." Ci Irene tersenyum. "Syer, Syer... Syerren mao kado natal apa tahun ini ?" tanya ci Irene penasaran. "Apa ya ???" Syerren mikir-mikir lamaaaaaaa banget, ampe saking lamanya ci Irene hampir ketiduran. "Apa dong, Syer ? Lama amat mikirnya ?" "Syellen mo ketemu ama Cintelklas, ci... Selama ini Syellen belum pelnah ketemu benelan ama yang namanya Cinteklas. Syellen cuma balu pelnah ngeliat di tipi doang, ci..." "Wah, rumit juga ya kado kamu ?" "Nggak lumit kok, ci... Emang pelajalan cekolah ? Syellen cuma kepengen ketemu Cinteklas doang, kok... Telus tuh Cinteklas ngasih boneka Sailolmoon di kaos kaki Syellen yang Syellen gantungin di tembok..." jelas Syerren. "Ah, Syerren banyak amat permintaannya ? Udah ketemu Sinterklas, masak mo minta kado boneka Sailormoon segala sih ? Lagian tuh boneka mana muat di kaos kakinya Syerren ?" "Ya, kalo nggak muat, ntal Syellen minta duitnya aja, bial Syellen beli cendili, ci..." Ci Irene ngakak,"Hahaha... Dasar, Syerren... Syerren... otak kamu jalan juga ya ?" Syerren ikut-ikutan tersenyum. Lucu juga tuh anak. Biar bego-bego, otak bisnisnya jalan juga, huehuehuehue... :P ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Papa Syerren lagi baca-baca kartu natal kiriman rekan-rekan kantornya yang ditaruh di bawah pohon natal di ruang tengah. Ci Irene menghampiri papa yang lagi asik-asikan baca tuh kartu natal. "Halo, oom..." sapa ci Irene. "Halo, Ai..." papa membalas sapaan ci Irene. "Oom udah menulis keinginan oom maunya apa di kaos kaki ?" Papa mengangguk. "Aai boleh ngelihat nggak ?" "Eh, jangan..." sergah papa. "Lho ? Kenapa ?" tanya ci Irene keheranan. "Enggak, enggak papa..." papa kelihatan menyembunyikan sesuatu. "Sepertinya ada yang disembunyikan ya, oom ?" pancing ci Irene. Papa menggeleng. "Ah, nggak ada kok..." Ci Irene makin penasaran, hingga malamnya, dia mengendap-endap ke pohon natal. Matanya tertuju pada kaos kaki yang digantung di tembok. Aneka kaos kaki terletak di sana. Mulai dari kaos kaki permintaan Syerren yang jumlahnya berjubel biar hadiahnya banyak, hihi... sampe kaos kaki permintaan papa yang bentuknya mungil banget. "Hmmm... papa kok kaos kakinya mungil banget sih ? Mintanya pasti deh nggak yang mahal-mahal. Kan kalo mahal, gue kan nggak sanggup beliinnya..." batin ci Irene dalam hati. Ci Irene merogoh ke dalam kaos kaki papa. Ada secarik kertas yang dilinting kecil-kecil. Buru-buru ci Irene membuka dan membacanya. "Oom Cinteklas, Syellen untung macih inget ada yang kelupaan. Syellen juga minta coklat toblelone, oom... Habis tuh coklat enak banget cih, oom. Makanya Syellen juga minta kado natal itu dali oom, selain minta kado boneka Sailolmoon. Tapi gala-gala kaos kaki Syellen udah penuh cemua, makanya Syellen macukin pelmintaan Syellen ke kaos kakinya papa. Nah, gala-gala Syellen nggak mao ngelepotin oom Cinteklas lagi, makanya Syellen buang keltasnya papa... Udah deh, oom... Syellen udah pegel nulisnya. Syellen mo bobo... Babai..." Ci Irene kaget. Idih, Syerren serakah amat sih minta kadonya. Masak sampe tega bener kertas permintaan papa dibuang ? Buru-buru ci Irene memeriksa tempat sampah, ngorek-ngorek disitu, siapa tahu kertas permintaan papa ada disitu. Tapi ci Irene bukan pemulung loh, suwer deh... Untung aja masih ada. Ci Irene membuka kertas yang udah lecek itu. "Tuhan atau Sinterklas atau siapa aja yang baca kertas ini, papa nggak minta macem-macem. Ya, bukannya apa-apa. Soalnya dari tahun-tahun sebelumnya, papa nggak pernah dapet apa-apa di kaos kaki permintaan papa !" Ci Irene tersenyum. Lagian siapa yang mao ngasih di kaos kaki permintaan papa ? Lah, wong, ci Irene aja baru tinggal ama mereka belum genap setahun. Masak sih si papa ngarepin Syerren yang bego itu yang ngasih hadiah ? Ada-ada aja ih si papa. Ya, maklum aja... Sebelum ci Irene dateng ke rumah ini, kan papa ama Syerren doang berdua tinggal di rumah ini. Dia melanjutkan bacaan permintaan papa. "...Papa cuma minta Tuhan atau Sinterklas atau siapa aja yang baca kertas ini agar menjaga ci Irene dan Syerren berdua. Moga-moga mereka selalu dinaungi lindunganMu, Tuhan..." "Amin..." balas hati ci Irene. "...Itu doang deh... Papa nggak minta macem-macem lagi. Cuma itu... Sederhana aja kan ? Iya lah... Papa kapok minta kado permintaan natal, habisnya nggak pernah ngasih sih... Dasar Sinterklas pelit banget ! NB : Kalo bisa, papa minta dasi baru. Hihihi..." Ci Irene kembali tersenyum. Papa kocak juga. Nggak kalah kocak deh ama Syerren... ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Salju turun dengan derasnya. Pohon-pohon natal berkelap-kelip menandakan hari natal telah tiba. Semua kejadian itu terpancar dengan jelas di hari yang berbahagia ini. Ci Irene menghampiri Syerren yang kelihatan rapi hari itu. "Met natal, Syerren..." sapa cici. "Met natal, cici..." balas Syerren. Papa nggak kalah hebohnya. Dengan memakai baju Sinterklas masuk ke dalam rumah. "Met natal, Syerren tersayang..." Syerren jelas kaget. Siapa ya ini orang ? Kok gendut banget ? Jenggotnya putih ? Apa Sinterklas beneran ya ? "Eh, ini oom Cinteklas benelan ?" Papa mengangguk. "Kok milip papa cih ?" tanya Syerren bego. "Iya, papa kamu kan hatinya baek, seperti Sinterklas..." jelas papa memuji-muji dirinya sendiri, hihihi... "Oom Cinteklas udah tua banget ya ? Jenggotnya ampe udah ubanan gitu... ?" seru Syerren. "Ho ho ho..." Papa ketawa menirukan gaya Sinterklas. "Oom Cinteklas bawa nggak pelmintaan Syellen ?" Syerren menagih janjinya. "Ho ho ho, iya... bawa... bawa... Kamu minta boneka Sailormoon kan ? Nah, ini permintaan Syerren..." kata papa sambil mengeluarkan boneka Sailormoon yang ukurannya super gede dari karung yang daritadi dibawa papa. "Makacih, oom Cinteklas..." kata Syerren senang. "Eh, tapi pelmintaan Syellen yang laen mana ?" "Ini, ini... Kamu juga minta boneka Pikachu, Doraemon ama Poster Mamoru kan ?" seru papa sambil mengeluarkan barang-barang pesanan Syerren. "Ih, oom Cinteklas inget aja deh... Bial udah tua, tapi nggak pikun ya ?" kata Syerren yang makin kesenangan dihadiahi banyak kado begitu. "Iya donk, ho ho ho..." kata papa. "Oh, iya... Coklat toblelonenya mana, oom ?" tagih Syerren. "Ha ? Emang Syerren minta coklat ?" "Iya, oom Cinteklas..." "Emang kamu tulis minta coklat ?" tanya papa penasaran lagi. Syerren mengangguk. "Enggak ah, oom Sinterklas kagak baca tulisan kamu yang itu..." seru papa. "Wah, oom Cinteklas gimana sih ? Syellen masukin pelmintaan Syellen di kaos kaki pelmintaan papa. Tapi gala-gala Syellen nggak enak hati minta banyak pelmintaan kado ama oom, telus keltas pelmintaan papa, Syellen buang di tempat sampah. Masak oom nggak baca cih ?" protes Syerren. "Yee... kamu serakah ya, Syer ? Pantes papa nggak baca, kamu masukin di kaos kaki papa sih..." "Papa nggak baca ? Eh, oom Cinteklas ciapa cih ? Kok ngaku-ngaku papa ?" Syerren jadi curiga. "Iya, ini papa... Sorry deh, papa nggak baca kertas permintaan Syerren... Abisnya kamu naruh di kaos kaki papa sih..." Papa melepas jenggotnya. "Hihi... papa jadi cinteklas yaaa..." Papa tersenyum. "Maafin papa ya... papa nggak baca semua permintaan Syerren..." Syerren mengangguk. "Sorry deh, pa... Syerren celakah, ampe pake kaos kakinya papa..." Ci Irene merangkul Syerren. "Hehe, kasihan deh tuh si papa... Tapi Syerren ama oom tenang deh... Cici udah baca permintaan kalian..." Ci Irene mengeluarkan coklat toblerone lalu memberikannya pada Syerren. Dan tak lupa memberikan sebuah dasi bagus ke papa. "Ai, kamu natal ini menjadi Sinterklas bagi papa," kata papa penuh kegirangan mendapatkan kado natal untuk pertama kali dalam hidupnya, hihi... "Aai juga makasih atas pemeliharaan oom akan ci Irene dan Syerren. Doa oom di kertas permintaan di kaos kaki papa itu juga merupakan kado terindah bagi saya, oom..." ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Syerren : "Met natal yaaaaaa bagi cemuanya....!!!" F1do : "Semoga di hari natal ini, kalian menjadikan diri kalian kado bagi sesama kalian, terutama yang membutuhkan..." Syerren dan F1do mengucapkan selamat natal bagi kalian, specially for you ! 'Airin Kristiani Slamet' dan para pembaca yang dengan setia menggemari cerita2x Syerren... God Bless You in this Christmas day... ! **** syerren@hotmail.com **** **** freedattaq@yahoo.com **** -----(END)-----