Hari Pertama Di Sekolah Baru
SYERREN
Syerren's - Hari Pertama Di Sekolah Baru @}--------`----------------------------- Presented by : Syerren (Syerren Lina) & F1do (Freedi Djajadi) Copyright @ Aug 22nd '2000 Anak kurus itu bernama Syerren. Rambutnya sebahu lewat sedikit, lewatnya juga nggak banyak-banyak, dua kilometer aja. Haha ! Mukanya panjang, kalo diukur pake penggaris sih, lumayan panjang juga. Enggak gitu panjang-panjang sih kayak Choki-Choki. Hihihi... Wajahnya cantik. Kayak Britney Jane Spears, khas anak Jakarta asli, eh Britney mah dari Sunda lagi. Hehe... Karena Syerren baru beranjak dewasa, nggak usah heran deh, suaranya masih kayak anak-anak, apalagi cadel dan imut, idih... bikin gemes aja, pengen ditabokin, huehuehue... Dengan memanggul tas sekolahnya yang imut yang isinya lipstick, bedak, eyeshadows and peralatan makeup-nya yang lain (mao sekolah apa mao ngartis ?), dia menunggu angkot. Spontan semua angkot berhenti mendadak, minta ditumpangi ama anak kurus itu. Kegatelan kali yeeee ? Sambil bersenandung-nandung kecil, karena jalannya buru-buru, jadinya kesandung deh, Syerren menjejakkan kakinya di bulan pertama kalinya ! Eh salah dink, menjejakkan kakinya di halaman SMA-nya yang dari luar kayak bangunan museum bersejarah, dari dalam kayak diskotik ! Hihi... Nama sekolahnya SMA Berkat... Dinamain begitu oleh yayasannya, kali aja dapet banyak berkat, antara lain berkat uang bangunan, uang sekolah, dan uang yang lain-lainnya, hihi.. Belum beberapa langkah, Syerren memasuki langkahnya ke dalam sekolah itu, biasalah... anak-anak cowok yang lagi pada nongkrong di depan pada jahil mulutnya, nggak boleh lihat cewek cakep. "Haiiiii... kenalan donkkkk...." "Godain kita donkkkkk...." "Gadoin kita donkkkkkk...." (Gado-gado kali yeeee ? Hehehe) Syerren menjulurkan lidahnya meledek mereka. "Ihhh... cakep-cakep kayak cecak !!!" "Hahahaha !!!" ledak tawa mereka. Syerren jadi sebel sendiri. Cuek aja, dia masuk ke dalam. Celingukan kepalanya ngelihat ruangan kelas satu yang masih sepi, kecuali ada seorang cowok yang nangis sesegukan di dalam kelas. Syerren jadi kasihan ngelihatnya. "Halo..." sapa Syerren. Cowok itu nengok ke arah Syerren dan buru-buru ngapus air matanya, malu lagiiii ada cewek... "Napa kamu nangis ?" tanya Syerren dengan suara lembut. "Iya... hiks... hiksss... Tadi papi ninggalin Andre sendirian.... Papi nggak nemenin Andre masuk ke dalam kelas... Andre kan anak baru... Andre kan masih takut...." Syerren kaget, idih... udah SMA kok masih kayak anak TK aja ? Dasar !!! "Hai... ngapain berduaan aja ?" tanya gerombolan cewek-cewek yang masuk ke dalam kelas. "Tau nih... Dia nangis !" kata Syerren. "Eh, nggak... Andre lagi motong bawang..." sanggah Andre, hihi... "Kenalan yok !" "Gue Sasa. Ini Sylvie, Happy Elda, nah loe siapa ?" "Saya Syellen..." kata Syerren malu-malu anjing ! (kalo malu-malu kucing mah udah biasa lagiiiii... hihihi...) ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Di hari pertama itu, diadakan ospek, pengenalan akan lingkungan sekolah (tapi maksudnya emang kakak-kakak kelas di situ mao ngadain pembalesan ospek tahun yang lalu ! Ih seremmmm !!!) Semua anak kelas satu yang tampangnya masih culun-culun begitu, disuruh berdiri di lapangan. Mana panas-panasan lagi... Ihhh... Sementara kakak-kakak kelas memperhatikan mereka dari rimbunan pohon biar ngadem. Anak-anak cowok ganjen pada baris mao deket-deket Syerren semua. Ihhh... dasar ! "Ssst... kenalan donk..." kata cowok yang lagaknya udah tengil nyebelin. "Eh, diem !!!" omel kakak kelas yang ngelihat keributan bisik-bisik anak kelas satu itu. Spontan anak-anak diem semua pada ketakutan. Salah seorang anak cowok menangis keras-keras mendengar hardikan kakak kelas itu. Iya... udah tahu kan siapa ? Si Andre... Hehehe... Langsung tuh anak dimisteriusin ! Hihihi... kayak jaman orde baru aja. Seorang kakak kelas yang cukup berwibawa datang ke muka mimbar, tadinya mao pidato satu patah dua kata, tapi karena keasyikan nyerocos terus... "Nah, hari ini pengenalan sekolah sampe tengah hari aja... Bukannya apa-apa, kakak-kakak kelas kalian mao shopping abis ini... Dan caci maki saja diriku... eh, ini mah lagunya Dan Sheilla On Seven ya ? Sorry sorry... ? Nah mulai besok, kalian harus membawa dua pasang tikus hitam yang gede untuk ospek berikutnya ! Yang nggak bawa, akan digantung !" Anak-anak kelas satu jadi stress berat. Ada yang protes, langsung diciduk ! Pulang sekolah... Anak-anak pulang dengan wajah lesu, kurang bergairah, kurang semangat, enggak semangat jos ! Syerren berjalan beriringan ama Sasa, Sylvie dan Happy Elda. "Kejem ya tuh kakak..." kata Syerren. "Iya..." samber Sasa. "Aduh... Syellen cali dimana ya tikus-tikus itu ? Kan geli..." cerocos Syerren sambil ngasih lihat muka jijik. "Iya, rumah gua kan juga enggak di tengah sawah... Rumah gua kan di Pondok Indah yang keren itu. Mana ada tikus begituan..." kata Happy Elda sombong. "Ye... pamer lagi loe, norak !" omel Sylvie. "Eh... Syellen dengel di gedung-gedung tinggi banyak tikus loh..." kata Syerren. "Ha ?" Anak-anak bengong. Yang lain juga pada bengong. "Iya... Syellen pelnah dengel di tepe, tikusnya pada beldasi lagi..." ujar Syerren bego. Langsung yang lain pada ngakak, kecuali Syerren. Syerren kan masih kecil... Iya, masih lugu dan bego ! Hahaha.... ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Malam-malam itu, Syerren nungguin di depan lobang tikus yang menganga di tembok rumahnya yang sederhana. Syerren sengaja ngejebak tuh tikus pake perangkap tikus dengan makanan sepotong keju dan siap-siap megang pentungan buat mukul tuh kepala tikus. Seperti lagak Tom menjebak Jerry, Syerren ngumpet-ngumpet siap mukul. Pas kebetulan papa lewat depan lobang tikus itu, ngelihat ada sepotong keju. "Eh ada makanan nih..." batin papa sambil menunduk ngambil keju tersebut. Syerren yang ngintip kaget ngelihat rambut papa yang disangkain bulunya tikus yang sama-sama item. "Eh... ada tikus gede banget nih..." Spontan Syerren mengayunkan pentungan dan mementung kepala papa berkali-kali. "Wadow !!! Wadowww !!!" Papa langsung semaput dan kepalanya benjol-benjol kayak pak Imam Bonjol. Hihi... "Eh, papa yaaa ? Papa !!!" Syerren langsung kaget setengah mati. ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Akhirnya Syerren nggak dapetin tikus, dan harus menerima hukuman disetrap, disuruh push-up ampe meninggal ! Hihi... sadis... Dalam hati, Syerren mengutuk habis-habisan tuh ospek, dan bertekat ospek harus dihapuskan dari muka bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. (Kayak pembukaan UUD'45 aja, hihi...) Dalam keadaan lemas, capek, Syerren jatuh pingsan. Karuan saja cowok-cowok kegatelan berebutan pada mao nolong Syerren. Langsung diomelin kakak kelas. "Hei... Ngapain !!! Udah sonoooooo !!! Baris lagi !!! Ini urusan kakak kelas kamu !!!" katanya galak habis. Anak-anak cowok kelas satu pada jengkel, nggak punya kesempatan membopong tubuh Syerren ke ruang UKS (Unit Kesehatan Sekampung, hihihi...), iya... kan nggak ada kesempatan buat ngeraba-raba, ya nggak ? Syerren yang dibaringkan di kursi panjang mulai membuka matanya sedikit demi sedikit, hingga lebar demi lebar ampe matanya melotot ! Huehue... Karuan aja kakak kelas yang tadi membopong Syerren jadi lompat terkejut, kaget ! Dikirain Syerren udah jadi hantu beneran. "Di..ma..na nih Syel..len.. ?" tanya Syerren terbata-bata kayak orang lagi belajar membaca. "Di ruang UKS..." jawabnya sambil memberikan minyak angin lalu diteteskan ke jidat Syerren setetes demi setetes. Syerren yang tadinya tidur, mulai duduk. "Nama loe siapa ?" tanyanya. "Syellen. Kalo kakak ?" "Gue Corazzio..." "Colazzio ?" Cowok itu menggangguk. "Oh... lagunya Aelosmith ya ?" "Itu crazy, bego ! Sialan, gua dibilang crazy !" omelnya. "Eh, maaf... Syellen kan nggak tahu..." kata Syerren polos. Corazzio lumayan ganteng juga kayak ganjelan genteng ! Hehe... Rambutnya yang berponi menutupi jidatnya yang jenong. "Eh, loe cakep ! Udah ada cowok ?" tanya Corazzio. "Ada tuh..... Di lumah, papa Syellen. Kemaren Syellen pentungin, kilain Syellen tikus, nggak tahunya papa..." jawab Syerren. Corazzio ngakak, nih anak bego banget ya ? Hihi... cakep-cakep bego... "Kak..." "Napa ?" "Kenapa sih kakak-kakak kelas pada kejem begitu semua ?" "Iya... pembalasan atas ospek tahun lalu !" "Tapi... kenapa mbalesnya ke kita sih ?" protes Syerren. Corazzio mengangkat bahu. "Nggak tahu... Nah, nanti kalo loe mao ngebales, baleslah ama angkatan berikutnya !" "Nggak ah... Kata papa nggak boleh mbales dendam... Itu kan jahat... Syellen diajalin dali kecil ama papa sama geleja, kalo olang jahat ama kita, kita nggak boleh jahatin olang itu, gitu kak..." Corazzio tersenyum. Nggak disangka, anak bego ini baik juga. Corazzio jadinya suka ama nih anak. "Eh, Syerren, loe umur berapa sih ?" "Lima belas, kak..." "Enggak gua sangka ya... Bego bego ternyata loe baek juga..." "Yee..." Syerren menjulurkan lidah meledek. Corazzio mengelus-elus rambut Syerren. Serentak ketombe kecil-kecil di rambutnya pada rontok ! Huehuehuehue... ! ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- So, mao tahu hari-hari berikutnya di kehidupan Syerren ? Kirimin deh email kalian ke Syerren@hotmail.com, suratnya dijamin nggak luntur ! (baju kali...hihi...) F1do : Kirimnya ke email gua aja, freedattaq@yahoo.com !, Syerren punya alamat email lama dibales nya tuh !!! Hihihi... Weeekkkkkkkk !!! -----(END)-----