GUA JUGA BISA PACARAN !
Cerpen F1do - Gua Juga Bisa Pacaran ! ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 10th 2000 (--- Based On True Story ---) Namaku Petty, tampangku sih tidak jelek-jelek amat, tapi lumayan manis. Sedang mencari pacar, tetapi untuk yang satu ini memang benar-benar susah. Nggak tahu kenapa, mungkin karena tubuhku yang subur begini, membuat cowok-cowok sama sekali tidak melirikku. Aku sih sudah mencoba berbagai macam diet. Namun tidak berhasil-berhasil. Ya udah, aku cuekin aja, masa bodo deh perut yang melar ini. Aku sedang naksir seorang cowok. Tampangnya lumayan cute. Muka indonya kelihatan dengan jelas. Kata temanku sih, dia campuran Prancis ama Belgia. Aku sering melirik-lirik dia ketika bertemu di tempat kuliah. Sampai suatu saat, dia tahu bahwa aku sedang mengincar dirinya. Tapi dia diam-diam saja. Ketika pulang kuliah, dia sedang duduk berdua ngobrol dengan teman cowoknya di sebuah bangku dekat pelataran parkir. Lalu aku menghampiri dirinya. "Hai !" sapaku. Dia hanya menatapku dan memperhatikanku sebentar lalu ngobrol lagi dengan teman cowoknya. "Boleh duduk di sini ?" tanyaku sopan. "Mmmm..." Dia hanya berdehem. Lalu aku tidak menunggu jawaban darinya, melainkan aku duduk saja. "Boleh kenalan ?" tanyaku lagi. Dia hanya berdiam diri saja. Lalu menggaet tangan cowoknya untuk segera pergi. Aku heran melihat sikapnya yang aneh itu, lalu aku bangun dari tempat dudukku, dan menanyakan sikapnya. "Kok pergi ?" tanyaku heran. Dia berbisik kepada temannya, lalu tertawa memandang diriku dan katanya, "Eh, loe itu ngaca dulu ya ? Mau pdkt gua ya ? Yailah.... lebih baik loe urus dulu badan loe ! Ngaca dong ! Ngaca ! Asal tahu aja, yang naksir gua banyak ! Loe itu nggak masuk hitungan ya ? Hahaha !" Betapa terkejutnya diriku mendengarkan hinaan yang menyakitkan itu. Lalu ia segera pergi bersama temannya meninggalkan diriku yang baru saja shock. Aku tidak menyangka ada cowok yang bisa berbicara menyakitkan itu. Kata-katanya langsung mengiris hati ini. Sepulang sampai di rumah, aku hanya mengunci di kamar dan menangisi keadaan diriku. Betapa jahatnya lelaki itu ! Hatiku menimbulkan kepahitan yang sangat dalam. Lagian siapa yang mau sih aku bertubuh gendut begini ? Aku juga mendambakan kecantikan yang luar biasa seperti miss universe itu. Sering aku bertanya pada kaca, "Kaca, kaca di dinding, siapakah yang tercantik di dunia ?" Beberapa hari itu aku benar-benar down. Dan persekutuanku dengan Tuhan makin merenggang, sebab aku tidak bisa menerima keadaan diriku. Hingga suatu hari, temanku memberiku karcis konser rohani JAM 2000. Aku menolaknya. Aku sudah benar-benar malas mau ngapa-ngapain lagi. Tapi nggak tahu kenapa, aku menerima saja karcis itu. Pergi ke konser itu, aku sudah malas-malasan. Mana perginya sendiri lagi... Dan mulainya jam karet, rese ! Aku terbengong-bengong saja kayak orang bego di sana. Konsernya juga nggak menarik, ih rese bener deh. Eh, tiba-tiba di pertengahan acara, ada anak lelaki baru datang, kayaknya dia terlambat. Dia memanggul tas F1do team berwarna hijau, tubuhnya ceking, kurus, nggak sepadan dengan badanku. Tampangnya juga kalah jauh ama tampang cowok yang kutaksir di kampus itu. Tapi nggak jelek-jelek amat deh, sedeng-sedeng aja. Dandanannya juga jelek banget. Rambutnya seperti asal aja disisir. Nggak necis banget deh. Ikat pinggang juga dia nggak pakai. Tanpa banyak cang cing cong, dia duduk saja di sebelahku. Langsung dia mencari-cari ke arah penonton sekitar (kurasa dia sedang mencari temannya yang janjian ?) Lalu dia menatapku yang dari tadi aku menatapnya terus. "Shalom..." sapaku. "Eh. iya..." balasnya sekenanya. Kayaknya dia lebih cuek dari cowok yang kutaksir itu. Aku juga takut kalau aku mengalami hal yang kedua kalinya. Takut kalau dia kira aku naksir dia, terus dia nanti melecehkan aku. Dia terus mencari-cari ke arah penonton sekitar. "Cari siapa ?" tanyaku. "Enggak..." jawabnya asal aja. Lalu dia menyaksikan konser dengan asal aja. Dia tidak ikut-ikut nyanyi atau berdiri pas pemujian berlangsung. Dia diam saja. Dan hanya memperhatikan serius ketika kami berbahasa roh, tampaknya dia tidak mengerti bahasa roh atau nggak mau ikut-ikutan, aku juga nggak tahu. Lalu aku pikir ya udah deh, kenalan aja ama dia, nggak ada salahnya deh. Aku juga toh sendirian juga kan ? "Boleh kenalan ?" tanyaku sambil mengulurkan tangan. Dia tidak membalas mengulurkan tangan, tapi dia malah mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sambil berkata, "Boleh ?" Dia menawarkan permen. "Mau ?" "Nggak..." gelengku. "Namaku Petty, namamu siapa ?" "Gustom kali ya ?" jawabnya asal. Wah, aneh benar nih orang, cuek habis. "Nama sendiri nggak tahu ?" tanyaku. "Tahulah, Gustom lagi namanya..." "Oooo..." "Dari gereja mana ?" tanyaku lagi. "GKK" "Apa tuh gkk ? Pantekosta ya ?" tanyaku antusias. "Nggak, nggak pake aliran-aliran.." jawabnya. "Sederhana aja, nggak pake bahasa siki rabas siki rabas segala, sama nggak pake bala-bala segala." "Oooo..." jawabku ngangguk-ngangguk nggak ngerti. "Iya,.." "Tinggal dimana ?" tanyaku. "Mau ngapel ya ?" jawabnya sambil tersenyum. Dia senang bercanda rupanya walaupun cuek. "Bener nih ?" balasku bercanda. "Boleh aja." Lalu dia memberikan kartu namanya. Dan dia diam lagi. Nggak mau nanya-nanya aku, walau aku menginginkan dirinya yang aktif bertanya. Ketika pemujian berlangsung, dan kami berkata-kata lagi dalam bahasa roh, dia menyikut tangannya. "Eh, jangan latah ikut-ikutan. Kalau nggak bisa, diem aja. Tahu nggak, jangan pura-pura... Hehe..." "Lho ?" "Kalau kamu mau belajar lebih banyak Firman Tuhan, bisa ikut ktbku di Gkk, dateng yaaa ?" serunya. Lalu dia bergegas pulang meninggalkan konser yang membosankan itu. Tampaknya dia membuka diri dalam persekutuannya, ketika aku dateng ke kelompok komunitas sel nya. Dan si Gustom ini lain sekali dari yang kutemui saat konser. Dia benar-benar memperhatikan orang yang baru. Ia juga pro aktif sekali dalam kelompok itu. Segala pertanyaan dan jawaban tentang Firman Tuhan mengalir deras dari mulutnya. Lalu ia menanyakan diriku sepulang dari ktb itu. "Petty, kamu ada masalah kan ?" "Ah nggak,kenapa... ?" tanyaku menutupi-nutupi permasalahanku. "Hehe, aku nggak bisa diboongin. Aku tahu, kamu kayak layangan putus gitu. Nggak punya arah dan pegangan. Waktu konser di JAM juga kelihatan kok... Cerita aja, nggak papa kok, barangkali aku bisa bantu. Dan kita bisa doain sama-sama..." "Tapi udah malam nih. Nanti kamu pulangnya kemalaman, rumahmu kan di Cengkareng jauh..." elaknya. "Nggak papa." Lalu ia menarik tanganku duduk ke dalam kelas yang sudah kosong. Dan aku benar-benar curhat mengenai masalahku yang selama ini mengganjal diriku. Dia tidak memotong curhatku sekalipun. Dia hanya diam mendengarkan. Setelah menceritakan dengan mata berkaca-kaca, dia memberiku air minum. "Petty... masalahmu memang menyakitkan hati kamu ... Tapi nggak papa, cuekin aja. Cuek aja kayak saya ini. Masih banyak kok cowok yang lain. Cowok yang lebih baik dari dia. Tahu nggak ? Ada kok nanti yang naksir kamu, jangan takut... Kamu itu harus punya pegangan, kalau nggak ya kayak layangan putus gitu. Lumayan kan kalau kamu ditolak cowok, berarti kamu pernah ngerasain bagaimana rasanya. Daripada nggak pernah ngerasain ? Ya kan ? Masalahmu itu nggak jauh beda kok dengan permasalahan orang-orang di sekitar kita. Malah, kamu musti bersyukur, cuma masalah segitu aja. Yang penting, kamu itu bersikap bersahabat dengan orang-orang walaupun orang-orang itu menolak kamu. Tapi Tuhan tahu kok segala masalah kamu. Tuhan itu baik, walau kamu itu buruk rupa seperti dugaan kamu, kamu itu cantik adanya, serupa dengan Allah. Yuk, kita bawain masalah kamu yuk dalam doa bersama..." "BAPA yang ada di dalam surga... temakasih ya Tuhan buat segala kejujuran yang boleh di ungkapkan oleh Petty.... Bapa ...biarkan ya Tuhan...tangan kasih Mu membantunya keluar dari segala masalah yang ia hadapi...biarkan tangan kasih Mu juga menopang kehidupan nya.......berkati dia ya Tuhan... engaku berkata ...bahwa engkau tak pernah memandang rupa walau semua dunia melihat rupa..dan engkau juga tak pernah memandang hina setiap hati yang hancurr..... saat ini hamba Mu mohonn ya Bapa...pulihkan Petty ...bawa ia kembali ke jalan terang Mu...bawa ia kembali menjadi anak2 yang engkau kasihi.... biarkan kuasa Roh Kudus Mu membantunya di dalam pembentukan karakternya... ampunkan segala salah dan dosa yang ia lakukan..... lemparkan jauh-jauh perasaan dendamnya... dan segala kepahitannya.... lepaskan ya Bapa...melalui semua kejadian ini...dia boleh merasakan kasih Mu di dalam hidupnya... Bapa...aku juga berdoa buat kehidupannya... berkati perkuliahannya ... berikan kesehatan kepadanya di dalam menjalankan aktifitas yang ia lakukan sehari2...jauh kan ia dari segala kuasa gelap dan juga segala pencobaan yang melampaui kekuatannya... Berikan kekuatan atas masalahnya, ya Bapa... Tutup bungkus dia dengan kuasa darah Mu yang kuduss.....kirim kan para mailakat Mu untuk menjaga dan membentengi dia setiap saat..... Bapa.....aku mohonnn kepadamuu...bantu Petty untuk bisa bangkit kembali....biarkan Tuhan, Petty boleh merasakan tangan pengasihan Mu bekerja atas hidupnya..... terima kasih ya Bapa....hamba Mu percaya ..bahwa Engkau akan mengubahkan setiap dari kehidupan Petty ......dan hamba Mu yakin Engkau akan memulihkan Petty kembali... terima kasihh ya tuhan....dengan apakah kami harus membalas kebaikan Mu ...selain memuji dan menyembah Mu.... bagimu segala pujian...hormat ...dan kemuliaaan...aku kembalikan ke hadiratmu...hanya didalam nama anak mu YESUS KRISTUS...kami datang ke hadiratmu... A M E N... " Doanya yang benar-benar menguatkan hatiku. Dan setelah curhat itu, hatiku merasa lebih legaan. Aku kini bisa meninggalkan masalahku... Masalah yang telah diangkat Tuhan. Tidak lama kemudian, setelah kejadian itu, aku bisa menerima keadaan diriku. Walau tubuhku masih gendut, tapi aku cuek saja seperti yang diajarkan Gustom kepadaku. Dan nggak nyombong nih... Aku juga udah punya kekasih. Bukan, bukan Gustom... Anda salah menerka, tapi ada kakak kelas kuliahku yang mulai mendekati aku. Gua juga bisa pacaran ! seruku Hehehe... Dan untuk Gustom, terima kasih Gus, kamu udah menguatkan aku. Walau kamu cuek, tetapi baik juga.. Makasih juga untuk Tuhan, setulusnya dari Petty... :D -----(END)-----