GOD'S MIRACLES
Cerpen F1do - God's Miracles ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 3rd 2000 (--- Based On True Story ---) Aku anak kedua dari dua bersaudara. Tapi anak terbadung dalam keluarga. Padahal semasa kecil, aku sudah diarahkan untuk menjadi seorang kristen oleh papaku. Papaku lah yang mengantarkanku ke sekolah minggu dengan rajinnya tiap hari Minggu. Tapi apa yang diharapkan papaku, tidak sesuai dengan rencananya. Aku tumbuh menjadi anak badung. Sangat, sangat nakal... Walau aku bisa membedakan yang baik dan salah, yang benar dan yang enggak, tapi aku nggak mau tahu. Semakin aku ditekan, semakin timbul rasa berontakku. Kelas 6 SD, aku sudah tertangkap tangan sedang mengutil di sebuah toko. Hal itu membuat keluargaku malu mentah-mentah. Entah sudah berapa kali aku mencoreng citra baik keluarga dan diriku sendiri. Kebadungan yang kulakukan memang membikin orang gemas. Keluarga-keluarga dari mamaku sudah mengecap aku anak bohelo atau apalah nggak tahu. Tetapi aku bukannya memperbaiki citraku sendiri, melainkan membikin semakin hancur citraku. Di SMP, jangan tanya... Hampir tiap hari aku disetrap. Dan bagiku, merupakan suatu kebanggaan sendiri. Padahal SMP itu juga SMP kristen 7, dimana aku sudah diarahkan oleh papaku agar jadi anak yang benar. Benar-benar rusak ya ? Tuhan masih sabar menunggu... Selulus SMP, lebih gila lagi. Masuk STM, kerjanya tiap hari berantem. Duel satu lawan satu dengan teman sekelas. Bagiku, itu juga kebanggan tersendiri. Itu juga sekolah STM Kristen loh... Hari Minggu sih, ke gereja, tapi itu cuma selingan aja. Kelakuan sih sama aja, malah tambah rusak. Berulang kali papa dan mama menasihati, tapi masuk kuping kanan keluar kuping kiri saja. Tuhan juga masih sabar menunggu... Apalagi setelah aku dibelikan motor, wah, tambah kacau deh. Jadi raja jalanan ! Selip kanan, selip kiri ! Mobil kuselap selip. Dan mobil itu paling kubenci,soalnya bikin jalanan macet saja ! Coba kalau motor semua ya ? Selain itu, aku juga memiliki rasa iri pada orang yang berpunya mobil ! Jadi kalau ada pengemudi mobil yang salah sedikit saja. Misalnya nggak sengaja mengambil jalan, langsung kutendang pintu mobilnya atau kutendang kaca spionnya ! Nggak tahu deh udah berapa kali kulakukan hal itu. Tapi Tuhan masih tetap sabar menunggu... Tuhan berulang kali ingin aku balik dan kembali kepadaNya, tapi aku nggak mau dengar ! Walau sudah dibaptis, aku hanya menganggap pembaptisan diriku hanya formalitas saja. Aku belum juga lahir baru. Padahal Tuhan ingin aku lahir baru... Dia tidak seorang pun binasa, termasuk aku. Hingga sebuah peristiwa yang benar-benar mencengangkan dan mujizat Tuhan yang terjadi, membuat aku bertobat..... Kejadian ini terjadi bulan Januari 1998, waktu itu aku sudah bekerja di perusahaan Sunter. Sekarang perusahaan itu bangkrut, kini menjadi Toko Rabat Alfa. Jam 5 sore, aku siap-siap pulang, karena sudah ngantuk sekali. Tiba-tiba atasanku meminta pertolonganku, membantu dia menginput data yang harus dimasukkan. Hingga hari sudah malam... sekitar jam 1/2 8 malam, ia menyuruhku pulang saja, tapi aku masih tanggung, jadinya pekerjaan itu kukerjakan hingga 1/2 9 malam. Pulang dari kantor, tidak ada firasat apa-apa. Seperti biasanya, aku mengendarai sepeda motor Honda Astrea ini menyusuri jalan Sunter. Dan terjadi tabrakan, antara motorku dengan motor RX King, kalau tidak salah. Aku tidak tahu kecelakaan itu tepatnya terjadi di jalan Sunter yang mana, soalnya terlalu kencang tabrakan antara motorku dengan motor orang itu. Dan aku tidak tahu kenapa bisa tabrakan, mungkin kurasa kepalaku mengalami gegar otak ringan. Mungkin ada 3 sebab kemungkinan : 1. Aku terlalu kencang, seperti biasanya aku selalu ngebut. 2. Aku ketiduran, soalnya malam itu aku benar-benar ngantuk sekali. 3. Pikiranku sedang melayang-layang, soalnya kalau aku naik motor, suka sekali memikirkan hal lain, tidak berkonsentrasi pada jalanan. Lalu orang-orang menolongku dan aku kembali melanjutkan perjalanan. Hingga, sekitar jam 3 malam, aku terbangun dari tidurku. Aku kaget sekali. Sebab, kejadian tadi kukira hanya mimpi saja ! Tapi kok ini badan masih terasa sakit, kakiku juga, sebab berdarah, tapi untunglah tidak ada yang patah. Kepalaku berdarah sedikit. Aku buru-buru turun ke bawah. Aku lihat motorku. Ya ampun... Parah bener boooo... Sampai sekarang ada cacat di kakiku bekas tabrakan waktu itu. Lampu depannya pecah, jadi aku percaya waktu itu, tidak ada penerangan ketika aku mengemudikan motorku. Rem tangan tidak berfungsi sebab pegangan rem tangan mengalami kerusakan parah. Rem kaki juga parah, sebab foot stepnya mengalami pembengkokan, sehingga mustahil rem kaki bisa digunakan. Aku membangunkan mamaku. Aku tanya apa tadi aku tabrakan ? Mamaku jawab iya... Lalu aku tanya siapa yang mengantarkanku pulang ? Mamaku menerangkan bahwa aku pulang ya naik motor sendiri, tidak ada yang mengantarkan. Aku tersentak, ternyata Tuhan menolongku dan mengantarkanku pulang. Aku mengingat-ingat kejadian tadi. Hanya sekilas-sekilas saja yang bisa kuingat. Dalam perjalanan pulang sehabis tabrakan itu, aku berteriak-teriak sambil menangis kepada Tuhan, "Tuhan tolong ogut ! Ogut nggak tahu jalan pulang !" Dan aku mengendarai motor itu seperti orang tertidur saja. Coba kalian bayangkan, bagaimana dalam keadaan tanpa lampu penerangan, dan lebih-lebih tanpa rem, tidak tahu lagi harus kemana jalan pulangnya, aku bisa sampai di rumah mengendarai motorku sendirian dengan selamat. Dari kejadian tadi, aku sadar, bahwa selama ini aku telah berulang kali menyakiti Tuhan. Tapi Dia sungguh baik. KasihNya sabar... Ia tetap saja menungguku. Walau harus menegurku dengan kecelakaan yang hebat ini, tapi Dia menunjukkan keajaibanNya, menolongku selamat dari kecelakaan ini. Oh Tuhan... maafkan aku, selama ini menyakiti hatiMu. Semenjak kejadian itu, aku mulai bermotifasi melayani Tuhan. Lagu-lagu rohani juga secara gampang dengan bantuan Roh Kudus tentunya, aku karang buat Dia. Komik rohani kubuat untukNya... Aku ingin semua talenta yang ada pada diriku dipakai buat Tuhan. Aku ingin melayani Dia sepenuh hati. Tapi apa cukup sampai segitu saja ?... Tidak,... ternyata masih banyak hambatan. Saudara-saudara mamaku masih saja mencap aku anak boheloh. Memang susah menghapus kekotoran dosa yang telah kulakukan. Tapi seiring perubahan sikapku, mereka kini bisa melihat aku telah berubah. Dan aku juga kadang sedih, karya-karyaku sering dituding untuk pujaan sendiri, mencuri kemuliaan Tuhan. Tapi sungguh, biar saja dunia melihat, tapi Tuhan tahu kesungguhan hatiku menggunakan semua talentaku untuk kemuliaanNya. Aku kini banyak belajar, apalagi setelah masuk dalam KTB (Kelompok Tumbuh Bersama). Kuanjurkan kalian tidak sekedar ke gereja saja hari Minggu, tapi juga masuk dalam kelompok-kelompok seperti itu. Dari situ, kita belajar untuk dibentuk dan dibina bersama-sama mengenal Firman Tuhan. Dan dari kesaksian berbentuk cerpen ini, aku ingin kalian dapat melihat kemuliaan Tuhan yang besar, selain itu, Kasih Tuhan itu sabar menunggu agar kita segera balik kepadaNya. Bagi yang masih keras kepala, seperti diriku sebelum lahir baru itu, jangan sampai Tuhan memakai cara yang keras dan sakit untuk mengingatkanmu. Lebih baik engkau balik segera... So....., segini dulu kesaksianku. Semoga menjadi berkat dan hikmah bagi kalian yang membacanya. Terpujilah Tuhan atas karyaNya2x yang indah ! Whatta a God's Miracles ! -----(END)-----