CERITA LEPAS
- F1do_D1do - FEVERNORAK!
F1do_D1do - FEVERNORAK! ----------------------- Di-gol-in oleh : Freedi-nho 1 Juli 2002 my hompie -> http://www.geocities.com/f2do_d2do my mailbox -> freedattaq@yahoo.com Demam piala dunia berlangsung sebulan. Begitu juga untuk seorang gibol alias gila bola yang bernama F1do. Gak mau ketinggalan ama tifosi dan hooligan, F1do ikut-ikutan melupakan minggu-minggu betenya untuk nonton bola di layar kaca tersebut. Malam minggu yang menjengkelkan karena gak ada gebetan, bisa jadi alternatif bagus mengalihkan pikiran, ngeliatin Papa Bouba Diof ama Mama Bouba Diof ngolah bola di kamar, eh di lapangan hijau. Gelegar piala dunia yang heboh itu, bikin F1do jadi merasa lebih Brazil daripada orang Brazil sendiri ! Yel-yel rusuh berbau provokatif yang diteriakkan ke kubu lawan "MAMPUSSS LOOEEE, PRANCIZZZ !!!" bikin bulu kuduk merinding, mengingat Prancis adalah musuh besar Brazil yang telah menghempaskan pasukan jogo bonito empat tahun lampau dengan skor yang malu-maluin, padahal yang malu mah orang yang ketahuan habis kentut! F1do makin girang-girang kesenangan, ketika Prancis terjungkal tanpa ampun ke lembah kekelaman, tapi gak ada tongkat ataupun gada sama sekali yang bisa menuntunnya keluar, Mazmurrr 23 ayat 4 kaleeee. Apalagi ketika Brazil lolos ke menghancurkan Turki 2-1 lewat sandiwara Rivaldo. Jelas-jelas, itu pake akting ala F1do yang konyol, suka pura-pura sakit perut kalo ditodong ama gebetannya suruh nraktir jajan, padahal F1do gak punya duit ! Hehehe... Ketika menghempaskan Cina 4-0, F1do yang emang keturunan Cina Ngamuk, gak pernah peduli ketika negara leluhurnya digundulin. F1do merasa Brazil lebih daripada orang-orang Brazil ! Apalagi namanya berbau-bau Brazil, gitu... Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho, and last but not least F1do_D1do ! Yang penting ada do-do nya...! Dan atmosfer terklimaks adalah tatkala Brazil meredam Panser Jerman 2-0 lewat gol borongan si kepala culun... Panna, temennya F1do yang jelas-jelas megang Jerman, nge-geruweng gara-gara team favoritnya dikalahin oleh the Brazillian. Jelas aja Panna pegang Jerman, soalnya doski masih ada keturunan Jerman, walaupun muka bemonya Panna jauh kalah mentereng daripada Panser, meski sama-sama alat transport di darat. "Oh Jermanku.... Bellek-ku, Klose-tku, Oliver Khan khan... khan...khan-das... hiks..." "Huahuahua... nangkep bola aja kayak nangkep kodok, ya jelas aja diserobot ama Ronaldo !" seru F1do. Panna mendelik kesal, teamnya di-ceng-in "Dimana-mana golnya Ronaldo seharusnya offside ! Itu belum apa-apa gigi kelincinya udah bikin offside duluannnnn !!!" "Untung aja lo gak maen, Panna... Kalo lo ikutan maen, wah pasti bemonya Ronaldo ama bemonya lo bakal tabrakan di lapangan !" tukas F1do. Panna dengan sejuta kekecewaan, karena kalah taruhan cuma bisa mencak-mencak jengkel. Mana kolor gadaiannya belum ditebus gara-gara kalah taruhan tersebut. Terpaksa deh, besok ke skul no kolor for Panna. Uihhh... dingin-dingin empuk. "PENTA ! PENTA ! PENTA CHAMPIONEEEE !!!" terdengar pekik hiruk pikuk membahana ketika si plontos Collina membunyikan peluit panjangnya, dan si kulit bundar Fevernorak berhenti disepak sana-sini. Brazil menjadi champion untuk kelima kalinya. Ternyata setelah itu, si bola Fevernorak dicuekin gitu rupa, si artis-artis tukang sepak lebih memilih replika bola dunia yang terpatri di atas Piala Dunia itu. Malah yang ada replika bola dunia itu lebih disukai gigi kelinci si Ronaldo, setelah si botak menciumnya dengan hawa bau naganya. Gemuruh hiruk pikuk melupakan sosok Fevernorak. Fevernorak terhening bisu di tengah lapangan. Terdiam tanpa sejuta bahasa di lembabnya rumput-rumput hijau. Fevernorak menggelinding perlahan.... Jauh... perlahan.... meninggalkan stadion... tanpa seorang pun memperdulikannya. *** F1do_D1do *** Lapangan Senayan...... , tatkala bubaran nonton Piala Dunia. Baru kali ini Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia di negeri sendiri, ketika bareng-bareng nonton Piala Dunia di Istora Senayan ! Huehuehue... koq bisaaaa ??? F1do dan Panna melangkah dengan wajah muram. Panna menoleh keheranan ke arah F1do. "Eh, ngapain lo, koq lo juga ikutan sedih ? Bukannya Brazil lo menang ?" tanya Panna penuh rasa ingin tahu. "Bukannya gitu, Pan.... Masa-masa Piala Dunia gue udah lewat, hari-hari gue ke depan jadi sepi lagi, gak ada gebetan, gak bisa salurin alternatif lagi... Kalo kemaren-kemaren kan enak, bisa lupain ke Piala Dunia..." jelas F1do. "O iya juga ya..." Panna mengangguk sedih. "Iya neh... Musim Piala Dunia udah lewat, gue sekarang harus fokus ke musim pdkt lagi... Kalo kemaren-kemaren mah, pas Piala Dunia gak masalah, gue gak pikirin malam minggu...." "O iya juga ya..." Panna lagi-lagi cuma bisa o o doank. Padahal vokal selain o kan banyak, ada a e i u juga, dasar Panna-nya aja yang dodol. Akhirnya Panna yang dodol itu, berpisah ke arah kanan. Sementara F1do ke arah kiri, ya kemana lagi kalo bukan ke kiri, masa mo ke atas ? Terbang donk ? "Bye F1d... gue sampe sini dulu temanin lo, gue mo ke tempat pergadaian dulu, mo gade-in kolor gue yang satu-satunya ini buat bayar taruhan bola !" lambai Panna dengan penuh keharuan. "Ok... ok..." F1do ikut-ikutan melambai. *** F1do_D1do *** Jalanan lengang... yang tampak hanyalah tulang-tulang berserakan... Kami hanyalah orang-orang yang terbuang Antara karawang dan bekasi... Weksss, kok jadi syair seh ? Jalanan tetap lengang, ketika F1do berjalan menyusuri dinginnya aspal. Mata F1do terbelalak ketika ada sebuah bola yang terbujur kaku di atas aspal itu. F1do mengambil ancang-ancang, siap-siap buat menendang si Fevernorak. "JANGANNNNN !!!" tereak kencang Fevernorak. "Huh ?" F1do menghentikan gaya The Matrix-nya tatkala gaya slow motion-nya diberhentikan teriakan kencang si kulit bundar. "Udahlah, F1d... Jangan tendang gue lagi, gue udah capek..." pintanya memelas. "Koq lo kenal gue ?" tanya F1do keheranan. "Gimana gak kenal lo, kalo tiap cerpen lo, komik lo, selalu lo sponsorin homepage lo yang norak itu..." jelasnya. F1do cengengesan sendiri, gak jauh beda ama Ronaldinho yang suka cengengesan juga. Maklum, the Brazillian harus selalu kompak. "Lo koq bisa ada disini ? Barusan gue lihat lo di stadion Yokohama, Jepang ?" tanya F1do keheranan. "Gue udah capek lah, F1d... Udah capek ditendang ama orang-orang kurang kerjaan itu yang capek-capek nguber-nguber gue, tapi guenya ditendang lagi, mendingan gue pindah ke Indonesia aja..." tuturnya. "Koq ke Indonesia ?" F1do jadi cengok, tetep gak ngerti. "Lah iya lah... Soalnya gue lihat, disini yang diuber-uber dan ditendang bukan bolanya, tapi yang diuber-uber dan ditendang malahan wasitnya... Makanya, gue pindah aja kesini..." "Ohhhhhh..." F1do jadi ngerti. "Iya gitu, F1d... Oh iya, by the way, gue ucapin selamat ya ke lo, soalnya team dukungan lo, the Brazillian menang..." "Oh iya sama-sama..." "Kenapa lo suka Brazil, F1d ? Bagus ya maennya ?" "Bukan gitu, Fevernorak... soalnya sejarah Brazil di Piala Dunia gak beda jauh ama gue..." "Masa iya ?" Fevernorak jadi berbinar-binar. "Ceritain donkkkkk..." "Iya. Gini, Brazil 5 kali juara Piala Dunia, gue juga gak kalah jauh ama Brazil. Tahun 1958, pas Brazil klasik dengan Pele-nya juara untuk pertama kalinya, gue juga untuk pertama kalinya kandas pdkt ama cewek yang bernama Monika Yansens gara-gara alesan klasik juga, dia bilang mo pelayanan ama sekolah dulu, padahal dia nolak gue, tapi pake alesan klasik..." "Oh, sama-sama klasik, ic..." "Terus, tahun 1962, pas Brazil juara untuk kedua kalinya tanpa kehadiran Pele yang cidera dan buat team Brazil timpang, tapi bisa juara dunia, nah gue juga untuk kedua kalinya pdkt ama cewek yang bernama Yoan Kachu, tapi akhirnya lambat laun kandas gue pedekate tanpa materi yang melimpah dan bikin keadaan jenjang sosial kita timpang, beda jauh..." "Oh, sama-sama timpang, ic..." "Terus, tahun 1970, ketika Brazil membius dunia untuk merebut Piala Dunia ketiga kalinya, lewat permainan cantiknya, gue juga untuk ketiga kalinya pdkt ama cewek yang bernama Debora Juni Juliana, tapi kandas, walau gue akui cewek ini paling cantik adanya..." "Oh, sama-sama cantik, ic..." "Terus, tahun 1994, ketika Romario dan Bebeto membawa Brazil merengkuh Piala Dunia untuk keempat kalinya, dengan permainannya yang tenang-tenang menghanyutkan, gue juga untuk keempat kalinya pdkt ama cewek yang tenang-tenang menghanyutkan bernama Yuli Tea, tapi kandas juga kan, gara-gara gue terhanyut nyut nyut ama pembawaan tenangnya !" Fevernorak mengernyitkan dahinya, "Jadi sekarang terakhir, lo pdkt ama siapa lagi donk ? Kalo liat si botak culun Ronaldo dan model rambutnya yang rada-rada bloon begitu, jadi pahlawan Piala Dunia 2002, berarti nanti... anu... cewek lo culun dan rada-rada bloon ?" "Weksss... cewek culun dan rada-rada bloon mah cuma satu di dunia ini yang gue kenal. SYERRENNNNNNN !!!" pekik F1do histeris. "Koq histeris gitu, F1d ?" "Iya.... rasanya bakal kandas lagi dah neh...." F1do tertunduk lemas. "No more lade !" seru Fevernorak menirukan teriakan Alessandro Udel Piero. "Jangan patah semangat, F1d... Lo harus tiru perjuangan Korea Selatan yang tetap berjuang habis-habisan habis minum ginseng, lo juga harus minum irex, sebagai kado ulang tahun mama... Eh, maksud gue, ya itu... lo harus berjuang tanpa mundur..." "Tapi... Tapi..." F1do yang mendapat semangat, tiba-tiba memancarkan sepancar kekuatiran di matanya. "Tapi kenapa ?" "Tetap aja kan Korea Selatan pecundang ya pecundang, kalah juga, di perebutan juara tiga, kalah juga dari Turki..." F1do lemas lagi tak bertenaga. "Ya, gak donk, F1d... Buktinya Korea Selatan dihargai oleh rakyatnya. Lo juga mungkin dihargai pengorbanan pdkt lo ama para pembaca cerpen ini..." tutur Fevernorak bijak. Plok ! Plok ! Plok ! (Kasih applause dulu buat F1do!) Maksa bener deh lo yeee! "Jangan nyerah, F1d... Lo boleh contoh si Ronaldo, dia jadi pecundang 4 tahun yang lalu, tapi pada akhirnya dia jadi pahlawan... Lo boleh aja jadi pecundang pdkt, tapi siapa tahu 4 tahun ke depan, lo jadi pahlawan, kali aja lo jadi Batman atau Superman, pake celana kolor di luar, turun ke jalan-jalan !" "Iya deh, makasih ya atas nasihat lo, Fevernorak..." "Ya udah deh ya, F1d... Gue mo ngaso dulu... terus terang gue capek banget hari ini... Semoga lo jadi pemenang, gak kalah jauh dari Brazil yang lo idamin, siapa tau lo besok lusa jadi the next Brazillian, yang bisa buktiin lo bukan pecundang pdkt 4 taonan doank..." F1do menebar senyum, kata-kata bijak Fevernorak meresap ke dalam hatinya, jauhhhhh ke dalam lubuk hati yang paling terdalam. Sementara itu, Fevernorak menggelinding di dinginnya aspal, menghilang ke dalam kegelapan malam.... .... *** F1do_D1do *** Beyond on Belief : Fact or Fiction ? The FACT : Brazil jadi juara dunia kelima kalinya ! The Fiction : Tebak aja 'ndiri ! Namanya bola juga bundar ! Kalo gak bundar namanya bukan bola ! Ihhhh... apa hubungannya, coba ? -(END)-