Dunia Tak Selebar Celana Kolor
F1do_
D1do
F1do_D1do - Dunia Tak Selebar Celana Kolor ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 16th 2000 Masih inget cerita My Oh My yang belum lama ini beredar ? Ya amplopppppp... udah lupa ya ? Makanya jangan kebanyakan makan panadol ! Hihihihi... Itu loh cerita dimana F1do mengalami broken heart karena cintanya kepada Monika Cheerful yang diserobot oleh anak rese bernama Douglas itu... Nah, cerita ini kelanjutannya... Sebelumnya gue sebagai pengarangnya mohon maaf kalo cerita ini lama dilanjutinnya sehingga kalian udah lupa. Emang waktu itu belum mood, mut mut... kaya katanya Ria Enes di iklan pembersih lantai. hihihi... So F1do is back !!! Iya lahhhh untuk memuaskan kekangenan kalian kepada F1do dan temen-temennya yang jelek seperti Kachu, Roy Sluiter, Imelda Ang1ee, Odon Marodon, hehehehe... Oke deh... Pokoknya cool cool aja man... Selamat membaca ya... Inget... Ini cerita susah dibikin, ide juga kadang-kadang lagi mampet, jadi kadang-kadang gue suka berhentiin mobil tukang sedot wc, hehehehehe... Peace man ! Cool... ------------------------------------------------ F1do berjalan lunglai ketika memasuki kelas. Pandangannya tertuju kepada kursi dimana Monika Cheerful sedang ngobrol asik-asikan ama Douglas di pojokan. Ih.... bikin iri aja. Tapi ya, apa boleh dikata... Mungkin Monika lebih suka ama Douglas itu. Iya sih... gantengan dia sih daripada F1do. Kachu mengagetkan F1do dari belakang. "F1doooooooooo !!!" "Ueleh,.. apa-apaan sih loe, Kachut ? Ngagetin aja ?" F1do misuh-misuh. "Kemaren loe bawa kembang mawar yaaaa ? Duileeee romantisnya... Tapi loe kok langsung kabur sihhhhh ? Ada pemilihan raja dan ratu valentine lohhhh..." Ih.. rese bener nih anak. Ngeledekin depan Cheerful lagi yang langsung menatap Kachu ngomong gede-gede. F1do cuek aja duduk di bangkunya, sebelah Cheerful. Douglas langsung pindah ke bangku dimana dia duduk. "Pagi, F1d..." Cheerful berusaha ramah. F1do hanya mengangguk saja. "Nn... F1d..." F1do menoleh. "Eh.. nggak jadi deh F1d..." Cheerful jadi serba salah. Ah, egepe banget... kata hati F1do. Ya, egepe ya ? Emang gue pikirin... Kachu menyamperi F1do masih penasaran kenapa F1do kabur waktu itu. "F1d... Napa loe mabur waktu itu ?" "Ah, udahlah loe shut up..." bentak F1do langsung ngeloyor keluar kelas. "Idih... galak amir... si amir aja nggak galak-galak amat..." Kachu terbengong-bengong ampe mulutnya menganga dan keburu sadar pas lalat hampir aja masuk ke mulutnya, hihihi... "Hayo loe... Loe sih Mon..." ledek Kachu. "Apa-apaan sih loe ?" Cheerful menyanggah dan buru-buru sibuk. Kachu menyusul langkah F1do. Ngeliat F1do lagi duduk di pinggir lapangan lihat anak-anak main basket. "Heran deh ... loe ngeganggu gua mulu, napa sihhhh... ?" tanya F1do mendelik ketika melihat Kachu datang menghampiri. "Ih... F1do jangan ngambek-ngambek terusssss donkkkkk.... N'tar Kachu beliin balon dehhh... Mau kan ?" F1do ngangguk-ngangguk aja, udah jarang dibeliin balon sihhhhh, apalagi ama cewek, hehehe... "Loe curhat ama gua aja ya ?" "Oke deh..." Akhirnya uneg-uneg F1do keluar juga ampe bikin Kachu eneg-eneg, hehehe... F1do cerita bahwa dia sebenarnya suka banget ama mahluk kece yang bernama Monika Cheerful itu... Tapi F1do kalah saingan ama cowok rese yang bernama Douglas itu. F1do cerita dari saat hujan turun sore-sore ampe kisah kembang mawar yang terhempas di hamparan tong sampah (ceileeee bahasanya...) "Terus gimana perasaan F1do sekarangggg ?" "Nggak tahuuuuuuuu !!!" "Aduh... F1do jangan marah-marah terus donkkk... nanti kan cepet tua !" "Biarin ! Weekkkk !!!" "Gini, F1d... Sebenarnya banyak loh cewek yang suka ama loe. Tapi loe mikirinnya Monika Cheerful aja sihh...." "Ha ? Masa ?" F1do kaget. "Iya... Kan dunia tak selebar celana kolor, gitu kata-kata orang." "Hus... Salah, Chut... Dunia tak selebar daun jendela !" sela F1do. "Iya... Iya..." Kachu melanjutkan. "Ya udahlah lupain aja sodara gua itu... Kan masih ada sodaranya lagi ?" F1do bingung dan berpikir lama dan baru ngeh ," Yang... yang loe maksud itu loe, Chut ?" Kachu ngangguk-ngangguk dan tertunduk malu sampai-sampai pipinya mulai merona merah. "Ha ? Loe naksir gua, Chut ?" Kachu gelagapan. "Eh, F1d... sorry nih... Gue belum ngerjain peer, sorry ya, gua cauw dulu..." Kachu meninggalkan F1do yang terbengong-bengong, dan mulai tersenyum-senyum geer sendiri dan akhirnya tertawa ngakak, wakakakakakak... ! ------------------------------------------------ F1do ama Kachu ? Well... gimana yaaaaaa ? Lucuuuuuu... Tapi apa beneran Kachu mau jadian ama F1do ? begitu pikir F1do berulang-ulang ampe keluar dalam kertas ulangan, hehehe... F1do jadi mikirin terus... Ihhhh... Kachu suka ama F1do... Kenapa F1do nggak sadar dari dulu ya... Jadi selama ini Kachu deket-deketin F1do, itu narik perhatian F1do ? Gimana ya ??? Emang sihhhh... kalo Cheerful lebih kece dari Kachu... Tapi Kachu nggak jelek-jelek amat lagi... Manis juga anaknya ampe-ampe semut kadang-kadang ngerubungin mukanya, hahaha... Ah, nggak tahu deh... F1do jadi teringat saat-saat berduaan ama Kachu, selimun berduaan di siang bolong, masih inget nggak kalian ? Nggak inget ya ? Ih... pikun ! Kachu... Kachu... Tapi setiap kali memandang Douglas ama Cheerful tiap hari di kelas berduaan terus,hati F1do jadi panas. Kayaknya sengaja dipanas-panasin deh ama Douglas biar F1do makin iri. Iya juga sih... F1do kayaknya harus melupakan Cheerful. Dengan bimbangnya hati F1do, tapi cintanya masih tertuju ama Cheerful... Gimana donkkkk ? "F1do !!!" F1do terperangah melihat bentakan ibu guru Lannie Abigail. Ibu guru melirik dengan mata melotot karena kesal F1do tidak memperhatikan pelajaran dari tadi. "Iya, apa bu ?" "Kamu itu melamun saja ! Coba kamu ulangi penjelasan ibu yang tadi tentang rumus phytagoras !" "Nnn... nnn... Orang pitak yang suka ngomong horas bu.." jawab F1do asal. Spontan anak-anak sekelas ngakak terbahak-bahak. "F1do !!! Ibu hukum kamu berdiri di luar kelas !!!" omel Ibu guru Lannie Abigail sambil bertolak pinggang ngamuk-ngamuk judes. F1do berjalan lunglai keluar kelas. Ah, sial banget hari ini... F1do memandang ke lapangan basket di luar yang sedang kosong. Eh, tiba-tiba di halaman sekolah terlihat sosok perempuan yang sedang mendorong gerobak limun. Langsung mata F1do memandang ke arah cewek itu. Idih... cakep... F1do bergegas ke pagar sekolahan. "Hey... hey, tungguu..." seru F1do. Cewek yang sedang mendorong gerobak itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah F1do yang cengengesan sendirian. "Mau beli limun ya ?" tanyanya sambil tersenyum. Idih.. suaranya imut sekali dan wajahnya... aduhhhh... susah dijelasin saking cakepnya ! Pokoknya abstrak dehhh, hehehehe... lukisan kali... "Eh... nggak... eh iya deh..." "Kok ragu-ragu ? Jadi beli nggak ?" "Iya... iya... Jadi beli..." Sambil menyediakan limun buat F1do, cewek itu memandang ke pekarangan sekolah yang sedang kosong. "Loh ? Kamu nggak ikut pelajaran ?" "Eh, ikut... Saya disetrap !" kata F1do malu-malu...in ! "Kenapa ? Kamu badung ya ?" "Enggak, saya dari Jakarta..." "Yee... bukan bandung lagiiii... kamu badung ya ?" F1do manggut-manggut. "Nama kamu siapa ?" tanya F1do sambil menyeruput limun dari sedotannya. "Debora Juni Juliana" katanya. "Agustus September Oktoberan !" ledek F1do. "Ihhhh... jaillllll..." omelnya. "Hehehe... Kenalin ya, aku F1do." "Nggak nanya ! Wekkkkk !!!" "Hehehehe... Eh kamu dipanggilnya apa ?" "Debbie." "Oh... Kamu nggak sekolah, Deb ?" "Ya, gimana ya, F1d... Orangtuaku orang yang tidak berada sih, F1d. Jadi aku hanya bisa bantuin orang tua jualin limun... Makanya kamu itu sekolah yang bener loh, F1d... Jangan disia-siakan..." F1do terharu mendengar perkataan Debbie. F1do jadi bangga atas kejujuran Debbie yang tidak malu-malu mengakui dirinya sebagai orang yang tidak berada. "Rumah kamu dimana, Deb ?" "Deket kok dari sini... Cuma tujuh kilometeran aja..." "Ha ? tujuh kilo ? Kamu jalan kaki ?" Debbie ngangguk. "Tujuh kilo jalan kaki kamu bilang deket ?" "Iya... Udah biasa sih, F1d..." F1do makin kagum ama Debbie. Benar-benar orang yang sedang berjuang memenuhi penghasilan keluarga dan dirinya. Siang-siang bolong begini dorong-dorong gerobak panas-panasan mana jalan kaki lagi... Uiihhh... bisa gempor nek ! "Eh tambah lagi donk limunnya, biar kita bisa ngomong lamaan..." pinta F1do tanpa malu-malu...in ! "Wah... udah habislah F1d... Udah laku sih dari tadi pagi..." jelas Debbie sambil menunjukkan toples limun yang sudah kosong. "Oh ya udah deh..." F1do mengeluarkan selembar cecengan dari dompetnya. "Terus kamu mau kemana habis ini ?" "Ya pulang lah, F1d..." "Eh, aku anterin aja yuk ? Gimana ?" "Loh...? Kamu kan belum pulang sekolah ?" "Ah itu urusan kecilll..." "Dasar F1do badung yaaa...." "Ihhh... udah dibilangin aku dari Jakarta..." "Hahahaha..." Kedua anak itu tertawa-tawa. ------------------------------------------------ "Kachu...." Kachu menoleh ke arah ibu guru Lannie Abigail yang memanggilnya. "Panggilin F1do masuk deh... Soalnya bahan yang ini buat ulangan umum nanti. Ibu takut dia nggak bisa ikutin. Soalnya nggak dibahas ulang lagi..." "Baik, bu..." Kachu melangkah keluar. Huaaaaaa !!! F1donya udah nggak ada ! Kemana ya tuh anak ? Kachu kembali ke kelas dan melapor. "Laporrrrr, bu !!! Kami dari siswa siswi Gaz Millenium siap melaporkan bahwa upacara telah selesai... ups.... salah... F1donya nggak ada bu...." "Ha ????" Bu Lannie terkejut sekali. "F1do nakal sekaliiii.. Nanti ibu kasih hukuman yang lebih berat diaaaa !!!" ------------------------------------------------ Siang itu, di tengah berdebunya jalanan, tampak F1do sedang membonceng Debbie di belakangnya sambil tangan Debbie yang satu megang gerobaknya di belakang motor F1do, tangan yang satu lagi melingkar di perut F1do pegangan biar nggak jatuh ! F1do tampak senang sekali dirangkul Debbie... Kapan lagi ya, F1d ? Beneran deh kata si Yoan Kachu... Dunia tak selebar celana kolor... Walaupun nggak dapet Monika Cheerful, langsung digantiin kehadirannya ama Debbie... Kayaknya sih... F1do ama Debbie sepasang... Sama-sama dari orang tak punya, sama-sama jujur and polos... pokoknya sama-sama deh... Serasi kan ? Kali.... Tungguin aja kelanjutan kisah cinta F1do dan Debbie yang nggak kalah heboh ! ------------------------------------------------ -----(END)-----