Dodolnya Imel Uenak Tenan
F1do_D1do - Dodolnya Imel Uenak Tenan ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 18th 2000 Bagaikan kodok di pinggir kali Imelda gondok, dodolnya nggak ada yang mau beli Pantun itu sangat terkenal di kelas IIIAI, apalagi mahluk yang bernama Imelda Ang1ee itu suka giat-giatnya jualan dodol. Tapi salah satu pun nggak ada yang mau beli. Dikasih gratis, juga ogah... Bukannya apa-apa, rasanya itu kachut banget, eh iya, kachut banget. "F1dooooo jelekkkkk !!!" protes kachu yang namanya diganti-ganti kachut. Sammy aja yang paling doyan makan, alias yang suka kelaparan, boro-boro makan dodolnya si Imel, apalagi kita-kita yang makannya nggak hobby-hobby banget (hobby sih makan, kalo makan dibayarin, hihihihi...) Pernah ada kejadian heboh, Julian memesan sekilo dodolnya si Imel. "Mel, gua pesan dodol loe sekilo !" "Hah ? Buat apaan, Jul ?" tanya F1do terbengong-bengong. "Nggak buat persiapan alat perang, soalnya ntar siang gua mau ikut tawuran ama anak STM !" Heuhuehuehe, tak ada batu, dodol pun jadi, ya Jul ? Tapi kayaknya emang pas sih, dodolnya Imel buat nimpuk anjing ama kucing yang lagi berantem. Apalagi buat ganjelan pintu, emang pas buener deh, hehehe... Dasar, Imelnya aja nggak tahu diri, udah dodolnya nggak laku, tetap aja maksain anak-anak gaz-millenium yang keren-keren itu untuk beli. "F1d !!!!!!!! Cobain donk dodol gua nih yang baru, baru dibikin kemaren !" "Ogah...." sahut F1do cuek. "Ayo, donkkkkk... Loe belum ngerasain nihhhh... Nggak ada duanya loh di dunia, nih dodol rasa puyunghai... " "Gratis pun ogah..." "Ayo donkkkkk" "Jangan ahhhhh..." "Yeeee,... kayak iklan KB aja loe !" "Loe maksa amat sih, Mel ?" "Habis kagak ada yang beli, F1d..." "Gini deh, gua ada usul." "Apa, F1d..?" mata Imelda berbinar-binar. "Loe sediain aja dodolnya satu piring di meja guru, pasti nanti guru ada yang makan." Eh, bener aja, nasihat F1do dituruti, si Imelda nyediain sepiring dodol di meja guru. Pas pelajaran agama, si Bapak Stephen Jr. Lee ngambil loh sepotong dodolnya si Imel. "Eh, F1d.... rencana loe berhasil !" "Hehehe..." F1do tergelak tanda nggak ngerti kenapa ya Pak Stephen mao ngambil dodolnya si Imel ? "Nanti loe gua kirimin paket dodol spesial deh, F1d..." "Eh, nggak usah, Mel... Nggak usah repot-repot !" Pak Stephen bangkit dari tempat duduknya dan berkata kepada murid-murid ,"Aduh, payah amat sih nih kelas, masa yang piket nggak ada... Ya, udah saya hapus sendiri deh papan tulisnya !" Alamakkkkk ! Dodolnya si Imel dipakai buat penghapus papan tulis. "Sialan loe, F1d !" bentak Imel. "Ya, mana gua tahu, Mel... Tapi lagian loe musti bersyukur dodol loe ada kegunaannya," balik F1do sambil tersenyum. Spanduk di depan kelas dibentang Imelda buat mensukseskan penjualan dodolnya. "Diskon Dodol, silakan mencoba sebelum membayar." "Huehuehue, nggak bayar aja juga nggak ada yang mau beli, Mel..." ledek F1do. Pulang sekolahnya, spanduk itu dijahilin F1do, kata-katanya diganti, "Diskon Dodol, silakan mencoba sebelum memuntahkan." "F1dddddoooooooooooooooooooooooooo !!!! Jelekkkkkk !!!!" Imel mencak-mencak nggak karuan. Tapi emang gimana donk, kalo nggak ada yang suka ? Anjing Pak Kepsek aja, pernah suatu saat ditawari dodolnya Imel, eh malahan dodolnya dibuat mainan. Hihihi... "Dodol Imel macam-macam rasanya. Ada jus dodol, ada dodol rasa puyunghai, ada dodol rasa gado-gado, ada dodol rasa bektim. Pokoke macam-macam..." promosi Imelda pas saat ada bazaar sekolah. Tapi dari pagi sampai sore, dodolnya kagak ada yang mau beli. Pernah ada anak yang beli satu biji dodol. Aneh nggak ? Nggak sih, dodolnya buat main bola gantiin bolanya yang kempes. Hihi... Pas pelajaran tata boga, Imel malah mengusulkan dodolnya jadi salah satu menu lima sehat enam sempurna, hihihi... siapa yang mao ? ------------------------------------------------ Suatu saat di panas yang terik, kelas IIIAI seperti biasanya ribut saat pergantian guru yang masuk kelas. Terlihat Imelda Ang1ee sedang menyeruput jus dodolnya. "Uheeemmm, enak nihhhhh... bagi yang haus...." kata Imel cari perhatian. Saturn XQ nyeletuk, "Eh, memeh, lebih baik gua nelen ludah gua daripada minum jus buluk itu" "Dasar loe, pengky, usil amat sih loe... !" Imel menyambit Saturn XQ dengan dodolnya. Saturn XQ membalas menyambit Imel. Imel nggak mau kalah balas menyambit, Saturn XQ juga nggak mau kalah lagi balas menyambit, Imel balas menyambit lagi, Saturn XQ juga nyambit lagi, dan si sambit nggak mau menyambit lagi (nggak habis-habisnya...) Kachu mendorong-dorong punggung F1do yang sedang ketiduran habis nonton bola. "F1d... F1d..." "Apaan sih..." "Tumben ya, Bu guru Lannie lama masuknya." "Kok tumben sih, Chut ? Biarin aja, lagi... Kan gua bisa tidur, hihihi..." "Yeee, maunya..." Monika Cheerful^_^ yang duduk di sebelah F1do ikut-ikutan nyeletuk,"Iya, tumben ya. Biasanya dia nggak pernah masuk telat." Luvid, sang ketua kelas, titip sepatu eh titip pesan ama Sammy yang duduk di belakangnya, "Eh, Sam... Gua panggil guru dulu yaaa..." Sammy ngangguk-ngangguk soalnya mulutnya lagi penuh oleh sebakul roti. "Norak loe, Vid ! Biarin aja lagi..." Kenken protes kesal. "Mao cari perhatian ya ?" "Bukan gitu, Ken. Kalo dia nggak ada, kan kita bisa lekas pulang ?" "Oh iya ya..." si Kenken manggut-manggut. Sepeninggal si Luvid, kelas masih aja rame, Franky ama Luci mojok di pojok berduaan. Opie ama Missisipi lagi ngerumpi di mall, eh ngerumpi di kelas. Joe ama Ayoung lagi ngadu catur. Frans lagi sibuk nyangkul sawahnya. July lagi sibuk masak indomie. Dan masih banyak lagi aktifitas yang uaneh-uaneh lainnya. Luvid balik dari ruang guru, dan berbicara di depan kelas. "Eh, anak-anak... Ibu guru Lannie cuti selama seminggu..." "Asyikkkkkkkkk... Pulang...." sorak anak-anak serempak. Apalagi F1do yang paling lincah membereskan buku-buku ke dalam tasnya. Luvid melanjutkan, "Eh... tunggu... tunggu...", tapi anak-anak sudah tidak mau mendengarkan. Begitu F1do dan kawan-kawan melangkahkan kaki ke luar kelas, langkah mereka terhadang oleh seorang guru di pintu kelas. "Siapa suruh kalian pulang ?" suaranya menggelegar. F1do menunjuk Luvid. "Dia, bu..." Luvid mencak-mencak," Enak aja loe, F1d. Lagian gua belum selesai, loe main pulang aja." "Saya menggantikan tempat Ibu Lannie selama seminggu." "Yaaaa....." koor anak-anak dengan suara kecewa. ------------------------------------------------ Guru yang baru ini benar-benar menjengkolkan eh menjengkelkan. Killernya minta ampun. Walau cuma menggantikan Ibu Lannie seminggu, tapi sehari saja rasanya seperti setahun. Dan judesnya nggak ketulungan. "F1doooooo" "F1doooooo" "F1doooooo" jerit Opie flood. "Oi oi oi apaan sih, Pie ?" "Aduh, ini ibu guru kejem banget yaaa... Gara-gara gua ngobrol, gua disetrap suruh nulis hukuman sebanyak 100 kali. Tangan gua capek kan, F1d ?" "Oh, gua paham deh, Pie. Loe nulis jangan pake tangan, tapi pake bolpen, pasti tangan loe nggak capek lagi," usul F1do. "F1do jelek !" Opie ngambek. Benar-benar galak deh ibu guru yang satu ini, mungkin gara-gara hal itu, dia jadi perawan tua terus kali ya ? Sammy yang ketahuan makan di dalam kelas, disuruh traktir ibu guru itu (Uhhh... itu sih maunya dia !) Monika aja yang pendiam, kena setrap ama ibu guru itu, gara-gara pas pelajaran dia, si Monik cuma bicara gini doang ama F1do, "F1d, rambut loe ada semutnya tuh.." Huehueheu, semut kelihatan di rambut ? Asal deh loe, Mon. Helen juga pernah kena setrap disuruh berdiri kakinya diangkat satu, gara-gara ketahuan main boneka birunya di dalam kelas. Yoan juga pernah kena setrap disuruh berdiri kakinya diangkat dua-duanya, gara-gara ketahuan nyontek. Hihihi... Pokoknya semuanya pernah kena hukum deh. Seantero kelas. Iya, seantero kelas. Pas jam istirahat, anak-anak sekelas rembug-an diskusi ngambil jamnya penjaga sekolah eh salah, jamnya istirahat. Odon jerat-jerit histeris, "Wah, F1do.... Guru itu kejam bener.... Gua nggak tahan lagi deh hidup begini... Lebih baik gua hidup melajang aja.." (Hihihi, apa hubungannya ?) Pampie juga sepakat kalo guru itu masih ngajar, dia mao mogok makan (emang nggak punya duit) Yoan juga mao mogok bikin peer (kebetulan dia emang malas bikin pr, hihihi...) "Weksss, kok ngadunya ama gua semua sih ?" F1do kebingungan sambil pegangan ama kursi biar nggak jatuh. "Kenapa nggak ngadu ama Luvid aja ? Dia kan ketua kelas kita ?" "Ah, Luvid payah... Dia mah camuk lagi..." timpal Saturn XQ. "Iya camuk, cari nyamuk !" sahut Joe. "Cari muka, tolol !" hardik Saturn XQ. "Hehehe, kok jadi berantem sih ?" F1do terkekeh-kekeh. "Kita kerjain aja tuh guru ! Gimana ?" usul Roy Sluiter yang emang otaknya penuh ide-ide cemerlang, terutama hal-hal yang jahat, hihi... "Gimana anak-anak ? Setuju, nggak ?" tanya F1do. "Se....tu....yulllllll eh juuuuuuu" kompak anak-anak sekelas. "Gimana kerjainnya, tapinya ?" tanya Monika polos. "Iya, gimana ya ?" celetuk F1do ikut-ikutan polos. "Kita taruhin lem tikus aja di kursinya biar dia nggak bisa bangun-bangun lagi, gimana setuju nggak ???????" usul Roy Sluiter yang kali ini otaknya udah benar-benar jitu buat hal-hal yang jahat. Hihihi... "Se....tu....juuuuuuu eh yulllllll " kompak anak-anak sekelas lagi. ------------------------------------------------ Hari itu pas pergantian guru, lem tikus sekaleng benar-benar dioleskan ke bangku guru. "Cepetan, Ken... Loe lamban bener sih..." "Iya ini juga gua udah cepet..." "Buruan... ntar dia masuk..." Sehabis menaruh lem tikus, lem sisaan itu ditaruh di kaleng BlueBand di pojokan belakang kelas. Nggak lama kemudian, ibu guru judes itu masuk ke dalam kelas. Kebetulan hari itu, kelas mengadakan ulangan dan dia duduk di kursi itu lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa buanget. Pas bel pulang, dia nggak bisa bangun lagi, dan serempak kami terbahak-bahak riang dan puas. "Awas kaliannnn !!! Ibu akan adukan ke kepala sekolah !!!" ancamnya sambil meninggalkan kelas dengan kursi menempel di pantatnya. Jadilah kita pulang dengan puas. "Eh, Kenkennnnnnnnn..." "Apa ?" "Sisa lem tikus gua mana ?" tanya Odon kebingungan mencari kaleng lemnya yang di pojokan udah kagak ada. "Mana gua tahu... tadi gua taruh disana. Kalo nggak ada, mana gua tahu... Dibawa kali ama ibu judes itu buat barang bukti..." "Nggak ah... gua lihat tadi ibu itu langsung keluar ruangan aja..." "Ya udahlah, relain aja, emang loe mau makan sisanya ?" "Bukannya gitu, rumah gua masih banyak tikusnya..." "Ya, udah ganti pake perangkap lain..." Odon ngangguk-ngangguk dengerin nasihat Kenken. ------------------------------------------------ Anak-anak kelas IIIAI keesokan harinya disetrap berdiri di tengah lapangan. "Weekkkssss... ini sih ulah Kenken..." Luvid ngambeg menyalahkan. "Loh kok gua ? Ini mah ide Roy..." Kenken melemparkan kesalahan. "Udah... udah... nggak usah berantem lagi..." F1do melerai, "Yang penting kita udah bales dendam dan lagian besok kita udah masuk kelas lagi kok..." Kepala sekolah datang menemui kami yang dijemur di tengah lapangan. "Kalian sungguh-sungguh keterlaluan... Bu Hana nggak mau ngajar lagi kalo kalian tidak minta maaf !" "Iya deh, pak... kami minta maaf..." kata Luvid dengan wajah memelas sekalian camuk. "Kalian harus minta maaf satu persatu ama Bu Hana !" omel kepala sekolah. Akhirnya kami datang satu persatu ke ruang guru sambil silahturami ama ibu guru judes itu. Dan si Imel kesempatan ngasih oleh-oleh sepaket dodol untuk Ibu Hana. Huehuehue, mampus deh... Makan tuh dodol ! ------------------------------------------------ Hari terakhir Ibu Hana hadir di kelas kami. Tampaknya dia telah melupakan kejadian kasus lem itu. "Ibu gembira dapat mengajar di kelas kalian. Kalo ada kesalahan ibu, maafin ibu ya... Dan hari ini ibu ngajar untuk terakhir kalinya, sebab besok Ibu Lannie sudah bisa mengajar kembali. Dan untuk Imelda, ibu mengucapkan terima kasih atas kiriman dodolnya. Dodol kamu uenak tenan, Ng1ee... Tadi pagi ibu telah makan dodol kamu, Mel..." Anak-anak terbengong-bengong. Salah makan kali dia, ya ? Semenjak kapan dodolnya Imel enak ? "Hueeeee... makasih, bu...." sahut Imelda Ang1ee bangga. "Eh, Mel. Dodol loe kapan enak ?" "Emang dari dulu sih, Ken..." Sepulang sekolah, anak-anak sekelas jadi penasaran. Mereka pada ngerubungin Imelda. "Mel, beneran dodol loe enak ?" tanya Sammy yang seperti biasanya, mao aja makan, kalo dengar kata makanan enak. "Iya donk..." "Tumben, loe lagi salah bikin ya ? Makanya jadi enak ?" tanya F1do. "Enggak lah, F1d. Dari dulu juga dodol gua emang enak..." jawab Imel berpromosi. "Cobain deh... gua kasih gratis dulu, mumpung promosi..." Akhirnya sebagai kelinci percobaan, anak-anak sepakat agar Sammy makan duluan. "Wah... gila... enak bener, Mel..." kata Sammy, "Minta lagi donk..." "Eh, enak aja, beli..." Yang lain jadi penasaran dan akhirnya membeli dodolnya Imel. "Eh iya, enak..." "Mel. Tumben... Uenak tenannnnnn..." kata Odon sambil mulutnya belepotan. Yang cewek-cewek juga nggak mau kalah, ikut-ikutan pesan dodol Imel. Mereka pada pesta dodol. Iya,... makan dodol. "Roy.... beliin gua donk... duit gua habis nih, buat beli dodol lagi..." rengek Yoan. "Iya... tenang aja... beli aja deh, Yoan..." Roy yang paling kaya di kelas akhirnya dipalak anak-anak sekelas buat beliin dodol rame-rame. Selesai makan dodol dengan perut kekenyangan, anak-anak sekelas udah nggak sanggup lagi untuk nerusin. "Mel, enak ya dodol kamu ?" puji Monika. "Iya, Mel... Enak..." celetuk Kreen. "Bagi-bagi donk resepnya..." colek Sandra merayu. "Ini, gua pake resep spesial... Dengerin ya, anak-anak... Dodol gua emang khas istimewa..." "Spesial ? Emang pake apaan sih ?" tanya Roy penasaran. "Gua pake BlueBand khusus ! Gua olesin di atas dodolnya pake BlueBand khusus itu..." "Ha ? BlueBand khusus ?" F1do pasang tampang cengok. "Iya, BlueBand khusus..." Anak-anak terdiam. Kenken memecah keheningan. "Eh, Mel... Yang loe olesin itu, BlueBand yang ditaruh di pojokan kelas itu ya kemarin ?" "Weeksss, siapa yang bocorin tuh ?" Imel marah rahasia perusahannya dibocorin, "Kok loe tahu, Ken ?" "Gilaaaaa, itu lem tikus tahuuuuuuu !" lanjut Kenken. "APAAAAAA ?" Imel terperanjat. Seketika itu juga anak-anak sekelas pada pingsan. Dan besoknya nggak ada yang masuk kelas, gara-gara akibat pada sakit perut makan dodolnya Imel. Pasti ibu guru judes itu juga sedang di WC kali... Dodol Imel membawa bencana... hihihihi... ------------------------------------------------ NB : Perhatian, bagi para pembeli dodolnya Imel. Baca dulu isi produk dan kemasannya sebelum membeli. Apabila ada kecurigaan berlanjut, hubungi dokter sekitar anda. Siapa tahu ada lem tikusnya. Hihihihi... ------------------------------------------------ -----(END)-----