DEMO ! DEMO ! DEMO !
F1do_D1do - Demo ! Demo ! Demo ! ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi September 25th 2000 Anak-anak sekolah SMAK Gaz-Millenium seperti biasanya ceria, smile sebab mereka di canded camera, jadinya musti smile sambil ngomong cheese !!! Hehe... Tapi semenjak kepala sekolah mo naikin uang sekolah, anak-anak nggak bisa ceria lagi. Bayangin aja, masak uang sekolah ikut-ikutan naik nggak mo kalah ama harga BBM yang juga ikutan naik gara-gara penyesuaian. Nah, gara-gara penyesuaian itu, si Sammy, anak tergendut di sekolah musti direlain dipotong uang jajannya buat nombok uang sekolah. Gimana nggak kesel... Sammy jelas aja makannya jadi berkurang, dan nggak bisa smile lagi, sebab smile is an universal language, hehehe... Apalagi si F1do, anak termiskin di dunia dan akherat, juga ikut-ikutan puyeng mikirin uang sekolah yang makin lama makin mencekik leher harganya. F1do bingung gimana mo nombokin uang sekolahnya. Apa musti nombok sambil loncat terus ngeceplosin bola basket ke dalam keranjang ? Itu mah slam dunk donk... Nggak tahu deh... F1do jelas pusing. Kepalanya bunyi nyut... nyut... nyut... sampe-sampe F1do pikir itu bunyinya kentut F1do, tapi setelah lama-lama dipikir, baru sadar itu bunyi pusingnya kepala F1do, hihi... Maka dari itu, F1do mulai menggalang kekuatan, mo ngadain demontrasi besar-besaran ! Iya, mo ngadain demontrasi, itu loh, demo sambil makan sambel trasi, heueuheuee... Nah, rencananya, anak-anak mo demo ke gedung MPR, niatnya sih emang demo, biar lebih reformasi gitu... Jadi musti ke gedung MPR. Nah, kalo udah selesai demo kan bisa main-main dulu di Taman Ria Senayan, gitu... hueheuhe... "Sammy ! Loe demo bagian depan ! Loe mimpin kita teriak-teriak !" atur strategi F1do. "Loh kok gua bagian depan ?" "Iya, badan loe kan lumayan empuk buat berhadap-hadapan ama aparat !" "Lah loe kemana ?" "Gua bagian belakang !" seru F1do "Jangan takut deh..." "Jangan takut gimana ?" "Iya, kalo udah mulai kelihatan rusuh, gua langsung ambil tindakan !" "Tindakan apa nih ?" "Tindakan langkah seribu alias lari !" "Yeee... dodol loe !" ------------------------------------------------ Kepala sekolah yang mulai mencium rencana demontrasi anak-anak ke MPR, harus ambil tindakan tegas. "Barang siapa yang ingin demo, ancamannya skorsing empat puluh hari empat puluh malem !" Odon Marodon lari menemui anak-anak sekelas. "Hoi ! Hoi ! Gawat !!! Kita nggak bisa demo nih... Kita bisa diskorsing..." "Wah, gawat nih, F1d..." seru Saturn XQ. Kachu ikut-ikutan nimbrung. "Iya nih, F1d... Gimana ya ?" "Alaaaah... masa skorsing aja takut sih ? Palingan diskorsing, ya diskorsing sekelas rame-rame... Nggak mungkin itu !!!" kata F1do berapi-api membangkitkan semangat. Saking berapi-apinya, Kenken langsung mengguyur kepala F1do pake seember air, biar nggak kebakar, hehe... "Iya juga yaaa ? Lagian skorsing enak kok... Gua nggak ada peer," celetuk Kachu yang emang paling males kalo bikin peer, hehehe... "Setuju !!! Setuju !!!" seru anak-anak. Monika Cheerful yang dari tadi cuma diem aja ngelihat F1do yang lagaknya udah kayak provokator bangsa aja, dihampiri F1do. "Gimana loe, Mon ? Ikut kan ama kita-kita ? Demo ?" "Wah, kayaknya gua nggak bisa deh, F1d...." kata Monik pelan. "Lhoooo ? Kok gitu sih ?" "Gua takut F1d... Diskorsing..." "Lah, Mon... Nggak mungkin deh kita diskorsing sekelas rame-rame begini..." jelas F1do. "Nggak lah, F1d. Ini juga tahun terakhir kita sekolah di sini, F1d. Lagian kan tanggung, tinggal beberapa bulan lagi kita lulus. Ya, masalah uang sekolah naik segitu, nggak masalah deh buat gua..." F1do jelas kecewa. Dia nggak berpikir si Monik bakalan enggak ikut. "Ya, loe kok gitu sih, Mon ? Gua ngerti deh uang segitu bagi loe nggak seberapa. Tapi bagi gua, uang segitu gede banget, Mon. Apalagi nyokap gua kan cuma tukang cuci baju orang. Gajinya nggak seberapa..." kata F1do. "Sorry ya, F1d..." Monika Cheerful jelas-jelas bikin kecewa !!! ------------------------------------------------ Saturn XQ yang udah siap-siapin pentungan ama spanduk buat demo, menghampiri F1do yang lagi termenung sendirian. "Loh, jadi demo nggak, F1d ? Kok tampang loe letoy begitu ?" "Payah, Qi... Juliet gua nggak dukung Romeonya !" "Siapa Juliet loe ?" "Itu si Monik. Dia nggak mo ikutan demo..." "Ya, loe jangan patah semangat gitu. Anak-anak udah banyak kok yang mo ikutan demo..." "Ok deh..." "Cuma, F1d... Hati-hati nih ama Luvid... Dia kayaknya kenil nih... Mata-matanya kepala sekolah... Dia kan biasa cari muka." "Oh itu.. Iya, gua juga udah siap kok." "Oke deh." F1do bergegas maju ke tengah lapangan, di situ udah nampak anak-anak sekolah yang mo demo pada ngumpul sambil ngerumpi, ada juga yang chatting-an, hueuhehe... "Shalommmm , sodara-sodara !!!" F1do membuka orasinya. "Hidup F1do ! Hidup F1do ! F1do jelek loeeeeeee !!!" teriak histeris anak-anak. "Baiklah... sebelum kita berangkat ke MPR, ada perlunya saya ucapkan sepatah dua patah, nah kalo ada tiga yang patah, terpaksa kita sambung pake tali, eh, nggak... salah... Kita bebas mengeluarkan pendapat, bebas berdemokrasi ! Kita tidak bisa ditindas semena-mena begini... Ada kalanya uang BBM naik, tapi jangan sampe uang sekolah naek ! Boro-boro uang jajan kita naek, malahan uang jajan kita dipotong gara-gara semua kenaikan harga barang... Bentar... saya haus nih..." Joe langsung menuangkan air ke gelas untuk diminum F1do. "Baik, saya lanjutkan ! Kita hanya perlu belajar ! Baik itu belajar cari cewek, atau belajar pacaran maupun belajar nyontek ! Nah dalam tahap belajar itu, kita nggak usah dipusingin ama kenaikan harga-harga segala macem ! Itu emang urusan orang tua kita. Tapi sebagai anak yang berbakti pada orang tua, kita juga punya perasaan ! Kita punya hati ! Apakah hati kalian tega, melihat orang tua kita yang semakin pusing dibebani harga-harga yang naik, apalagi ditambah uang sekolah kita yang naik ???!" "Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk !!!" seru anak-anak. Monika Cheerful melihat dari kejauhan. Terselip rasa simpatik juga terhadap pidato F1do yang hampir nyamain pidatonya mantan presiden kita, Pak Harto, ngebosenin, hueuhehue... Luvid menghampiri Monik. "Sialan tuh anak... Lihat, Mon. Lagaknya doank gede. Padahal cuma mo cari muka !" gerutu Luvid kesal. "Enggak lah, Vid... Gua tahu F1do anaknya gimana, Vid. Dia itu solider sesama temen, juga dia kan nggak bisa nerima kenaikan uang sekolah, walaupun kita bisa, Vid. Orang tuanya juga kan bukan orang yang berada..." "Ya, terserah loe lah. Tapi gua udah empet banget liat lagak tuh anak. Awas aja nanti gua aduin ama Pak Kepsek !" ancam Luvid sambil berlalu. Monika Cheerful cuma geleng-geleng kepala ngelihat kelakuan Luvid. F1do melanjutkan pidatonya. "Nah oleh sebab itu, penjajahan di atas bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan uang jajan kita yang ditombokin terus buat nutupin uang sekolah kita !!!" "Setujuuuuuuu !!! F1do jelek loeeeee !!!" "Mari kita singsingkan lengan baju kita yang dekil ! Kita bersatu menuju gedung MPR !!!" "Bakar !!! Bakar !!!" tampak teriakan di kerumunan anak-anak. "Eh... siapa tuh ?" tanya F1do. "Kita nggak boleh makar begitu !!! Yang penting kita harus pake cara lunak dulu, nah kalo memang baru harus dengan terpaksa dengan sangat amat amir sekali, baru kita boleh pake cara kekerasan..." "F1doooooooooooo !!! Gua makin suka ama loeeeeeeeee !!!" teriak Kachu semangat yang bikin F1do cuma cengengesan sendiri. "Demo !!! Demo !!! Demo !!!" seru anak-anak. Tapi Sammy lain sendiri teriakannya,"Makan !!! Makan !!! Makan !!!" "Hus, Sammy !" omel Felicia. "Demo !!! Demo !!! Demo !!!" "Ijo !!! Ijo !!! Ijo !!!" hihi udah kayak iklan aja... Kepala sekolah mencegah mereka yang ingin lekas-lekas beriringan ke gedung MPR. "Stop ! Stop ! Stop !" "Kenapa kami distop ? Kami hanya ingin uang sekolah tidak naik ! Kalo bapak masih keberatan, kami bakal ngadu ke gedung MPR !" jelas F1do. "Aduh, nak F1do... Jangan sampe ke gedung MPR donk... Kita rundingkan dulu. Gimana ?" "Baiklah kalo itu mau bapak... Kita akan coba cara berunding, kalo masih nggak bisa, kita akan coba cara bertanding !" Kepala sekolah lalu menyuruh F1do, Saturn XQ dan Kachu sebagai utusan anak-anak untuk berunding di kantornya. ------------------------------------------------ "Nak F1do... Saya juga sebenarnya nggak mao naikin uang sekolah, tapi yayasan menuntut agar uang sekolah dinaikkan. Saya juga nggak bisa berbuat banyak..." jelas Kepsek. "Wah, nggak bisa pak. Kami juga hidup dalam kesesakan ekonomi, kalo bapak pake cara begitu, kami tetap aja makin menderita, pak..." jelas F1do. "Iya, pak... Yang jelas kami mo demo !" geram Saturn XQ. "Selain itu, pak..." potong Kachu,"Kami juga menuntut peer dikurangi, ulangan kalo bisa open book, dan pelajaran matematik ditiadakan, pokoknya yang susah-susah sebisa mungkin dikurangi." F1do dan Saturn XQ melotot ke arah Kachu. Hueheueuhue... Sementara itu, di luar, anak-anak udah nggak sabar lagi nunggu keputusan. Kenken nyeletuk,"Wah ngapain sih di dalem ? Jangan-jangan dikasih makan nih ama Kepsek..." Sammy yang hobi makan, langsung gondok. "Wah sialan banget mereka. Tahu gitu gua aja yang jadi utusan mewakili anak-anak !" seru Sammy. "Yeee, maunyaaa...." ledek Opie. "Udah deh... Kita bakar aja nih sekolah..." kata Odon Marodon asal. "Gila loe..." Lagi ribut-ribut begitu, tampak sesosok cewek cakep melewati kerumunan anak-anak. "Eh, itu utusan dari mana lagi tuh ?" "Enggak tahu... Utusan golongan kali yeee ?" "Golongan miss universe ?" "Tau ah lap..." Cewek itu melangkah masuk ke ruang pak Kepsek. "Pokoknya nggak bisa, pak... Kami mo adain demo kalo begitu ca..." omongan F1do terpotong ketika cewek cakep itu melangkah masuk ke dalam. "Eh, Shenee... Udah pulang sekolah ?" tanya pak Kepsek. Saturn XQ, F1do dan Kachu saling berpandangan. Oh, anaknya kepala sekolah toh ? Cakep juga... "Iya, pa..." "Kok tumben-tumbenan kemari, Shenee ?" "Shenee khawatir aja, katanya murid-murid disini pada lagi aksi demo, pa. Makanya Shenee mampir kemari..." "Nggak, papa nggak papa kok... Mereka pada ngotot uang sekolah diturunkan, tapi papa nggak bisa berbuat apa-apa... Ini udah keputusan final dari yayasan..." Saturn XQ langsung menyambar,"Pokoknya kalo uang sekolah nggak diturunkan, bapakmu akan kami lengserkan keprabon kalo bisa ke ambon sekalian !!!" "Eh, jangan marah-marah gitu donk. Nyolot amat sih kamu ?" pelotot Shenee ke Saturn XQ. "Iya, Qi... Tenang... tenang..." F1do berusaha menenangkan amarah Saturn XQ. "Nah kaya temen kamu ini donk... Kalem gitu... Ganteng lagi..." tutur Shenee sambil mengedipkan mata ke F1do. F1do langsung melongo cengok kegeeran sendiri. ------------------------------------------------ Akhir kata, Saturn XQ dan Kachu keluar dari ruang pak Kepsek. Anak-anak segera mengerumuni mereka. "Eh, gimana ? Gimana ?" "Wah, kayaknya nggak jadi demo deh..." "Kenapa ?" "Iya, batal... Pemimpin kita narik tuntutannya..." kata Saturn XQ lemas. "Lho ? F1do narik tuntutannya ?" Kachu mengangguk. "Kok bisa ? Sekarang F1do kemana ?" "Tuh di dalem, lagi pedekate ama anaknya pak Kepsek..." "Hah ?" anak-anak terheran-heran. Nggak lama kemudian, F1do keluar. "F1dooooo !! Gimana nih.... !!!" "Tenang, tenang... Setelah saya memikirkan dan menimbang lagi... Kayaknya kita nggak perlu berlebihan begini... Ternyata demo nggak bikin masalah selesai. Jadi kita terima aja kenaikan uang sekolah. Itu juga udah keputusan dari yayasan sekolah kita. Kalo kita lengserin pak Kepsek, gua kasihan ama anaknya yang kece itu. Kasihan kan kalo dia nggak bisa nghidupin keluarganya, bisa-bisa tuh anak bisa jual diri. Kalian nggak mao kan kalo kejadiannya sampe begitu ?" "Yeeee... bilang aja loe.... Loe udah dijodohin bapaknya yaaa biar nggak demo lagiiii !!!" maki Kenken kesal. "Iya, itu juga salah satunya..." jujur F1do. Huehehueue... ------------------------------------------------ F1do bukannya nggak solider loh... Tapi F1do emang punya kelemahan takluk di cewek. Hehehe... namanya juga cowok nggak laku-laku... Kan lumayan tuh ama anaknya pak Kepsek... Huehuehue... Jadinya F1do disukai ama Shenee gara-gara ngebatalin demonya sehingga bapaknya nggak dilengserin. Hihi... Tunggu aja ya kelanjutan cerita F1do ama Shenee... Pasti dijamin bakal sirik anak-anak satu sekolahan ! -----(END)-----