Dambaan Hati
F1do_D1do - Dambaan Hati ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi November 3rd 2000 Untuk mengingatkan cerita ini, tolong dibaca lagi trilogi cerita cinta asmara F1do di F1do_D1do - Dunia Tak Selebar Celana Kolor.txt, F1do_D1do - Kencan Pertama.txt dan F1do_D1do - Bebas... Lepas...txt. Kalo kagak dibaca, pasti deh dijamin lupa. Soalnya kalo lupa, pasti kalian nggak bisa ikutin pelajaran ini. Huehuehue... udah kayak sekolahan aja. Kikikikik... ! ------------------------------------------------ F1do yang lagi jalan-jalan sendirian di pasar kesenian Ancol, mengamat-amati pahatan topeng-topeng yang tergantung di deretan kios. Sambil mengagum-ngagumi pahatan yang dilakukan oleh tangan perajin kesenian itu, F1do jadi tambah mengamati topeng itu dengan sedetil-detilnya. Lalu tiba-tiba matanya melirik ke empu topeng itu yang sedang konsentrasi memahat topeng kayu itu. Kayaknya F1do pernah lihat tampang tuh bapak tua, tapi lupa deh pernah lihat dimana... Jangan-jangan bapak itu pernah dimuat di harian surat kabar Pos Kota jadi pelaku kriminal, juga nggak tahu... Lupa... "Maaf, pak... Numpang tanya nih, pak..." Bapak-bapak tua itu menengok. "Ini kok topeng tampangnya kayak bapak semua ?" tanya F1do penasaran. "Iya, dik... Soalnya kalo topeng ksatria baja hitam atau topeng batman mah udah basi, dik... Makanya bapak bikin terobosan baru. Kali aja tampang bapak jadi terkenal dengan pahatan tangan bapak..." jelasnya. "Wah, bapak ini pede bener yaaa ?" ledek F1do. "Hihi, iya..." bapak-bapak tua itu tertawa terkekeh-kekeh. "Eh, ngomong-ngomong bapak ini berasal dari mana ?" "Bapak ? Bapak berasal dari Solo, dik..." "Solo ? Wah, jauh juga ya..." "Iya, dik... Bapak ini dulu dari Solo, terus merantau ke Jakarta, habis itu balik lagi ke Solo, terus balik lagi ke Jakarta..." "Kok kayak bus antar jemput aja sih ? Bolak-balik mulu ?" "Iya, bapak lahir di Solo. Waktu itu bapak jual sawah bapak buat merantau ke Jakarta. Kata orang-orang sih, enakan hidup di Jakarta. Makanya... bapak cari kerja disini." "Terus napa balik lagi ke Solo ?" "Waktu itu emaknya bapak sakit, makanya bapak balik lagi ke Solo..." "Yeee... itu mah bukan balik, tapi mah cuma mudik. Nggak usah diceritain yang itu mah !" kata F1do ketus. "Hihihi, iya... Tapi bapak waktu itu bener-bener ke Solo, karena diusir..." "Diusir ama siapa ? Ama istri bapak gara-gara bapak selingkuh ?" selidik F1do. "Bukan... Tapi ama petugas..." "Petugas ? Petugas kamtibnas ?" "Enggak tahu deh, petugas kamtibnas atau petugas nanas dan temen-temennya. Pokoknya rumah bapak digusur oleh mereka..." "Weekkksss, kasihan banget bapak ?" seru F1do kaget. "Iya.... Mana bapak udah kagak punya apa-apa lagi di kampung. Jadinya, kami terpaksa deh waktu itu luntang lantung kayak pemulung yang tampangnya kayak lutung nyari puntung." "Duileee... sampe segitu sadisnya..." ujar F1do. "Iya, beneran deh petugas itu sadis, mana kami ditendang-tendang ama sepatu bootnya..." "Eh, pak... Denger cerita bapak, saya jadi teringat cerita teman cewek saya yang terpaksa berpisah dengan saya, gara-gara rumahnya digusur juga." "Oh ya ?" "Iya... Dan kebetulan juga dia orang Solo, pak..." "Oh ya ?" "Oh ya, oh ya terus... Iya, kuya !... Eh, maksud saya, iya... Tapi sampe sekarang, dia nggak ngabar-ngabarin lagi tuh..." F1do tampangnya jadi sedih, inget temennya, si Debora Juni Juliana, anak Solo yang manesss itu. "Temen cewek ya ?" "Iya, pak..." "Udah deh, nak... Jangan khawatir... Nanti kamu saya kenalin deh ama anak bapak... Kebetulan anak bapak juga cewek. Kalian mungkin bisa berteman. Kebetulan, dia juga nggak bisa ngelupain temen-temennya di Jakarta sesudah tragedi digusur itu..." "Boleh deh, pak... Eh, tapi tunggu dulu... Cakep nggak anak bapak ?" Ada kesan ragu pada diri F1do begitu ngelihat tampang bapak-bapak itu, jauh dari memuaskan ! Kekekek... Gini bapaknya, gimana anaknya ? Tambah hancur kali yeeee ? :P "Jangan khawatir... Siapa dulu donk bapaknya..." Duileeee... pede bener... "Iya deh, pak... Kapan nih ketemuannya ? Kebetulan saya lagi kosong... Siapa tahu bisa jadian..." "Gini aja deh... Ntar sore bapak selesai dagangnya... Nah, pulangnya bareng-bareng adik aja..." "Setuju..." "Eh, beli juga donk topeng bapak... Dari pagi belum laku-laku nih..." "Yeee... ya udah deh... Demi anak bapak, saya rela..." kata F1do setengah terpaksa ngeluarin dua lembar sepuluh ribuan dari dompetnya. ------------------------------------------------ "Belok ! Belok kanan !" seru pak tua itu. F1do yang lagi asyik ngebayangin muka anak bapak itu kayak gimana, jadi kaget dan langsung membanting setir. "Yee.... bapak gimana sih ? Kasih tahunya mendadak !" omel F1do. F1do setengah kesal juga nganterin bapak itu. Mana jalanan ke rumahnya lewat gang-gang yang jalanannya rusak dan becek ! Belum ngangkutin topeng-topeng bikinan bapak itu, bikin motor F1do yang butut makin ketularan jelek ama topeng itu ! Huehuehue... "Nah, sampai deh... Tuh rumah bapak..." kata bapak itu sambil menunjuk ke sebuah rumah kumuh banget tampangnya, persis deh kayak tampang F1do kalo lagi bete. Bapak tua itu langsung membuka pintu dan mengajak F1do masuk. F1do dipersilahkan duduk, sementara bapak tua itu memanggil anaknya untuk menyediakan F1do minuman. "Noniekkkkkkk !!! Sediain minummmmmm.... !!! Bapak ada tamu nih... !!!" "Iya, pakkkkk !!!" teriak anak itu dari dalam. "Aduh, udah deh, pak... Nggak usah repot-repot..." jelas F1do basa-basi. Bapak tua itu cuma tersenyum, dan masuk ke dalam. F1do cuma terbengong-bengong di ruang tamu yang kecil itu. Mana kagak ada pajangan photo buat cuci mata. Yang ada cuma dua lembar tape goreng di piring kecil diatas meja. Dasar, F1do laper... Langsung deh tuh tape goreng diembat aja ! Lagi makan tape goreng yang kedua, terdengar jejak kaki ke ruang tamu. Buru-buru F1do pura-pura ngelihat ke luar rumah, biar nggak kelihatan lagi makan tape colongan ! "Nnngggg... silakan diminum..." katanya. F1do yang membelakanginya buru-buru menelan tape goreng yang masih di mulut. Dan... keselek! Buru-buru F1do menyambar minuman. Sehabis agak legaan sedikit, F1do baru ngelihat anak cewek dari bapak itu. F1do kaget ! Anak cewek bapak itu juga kaget, bukannya apa-apa ! Mulut F1do berjubel tape goreng ! Kekekekekek... "Lho... Pedroooooooooooooooo !!!" teriaknya histeris. "Eh... Deb... Deb..." tapi F1do nggak bisa ngelanjutin omongannya, mulutnya terlalu banyak ngemut tape goreng, hihi... "Pedroooooooooo !!!" "Debbie ????!!!" Cewek itu ternyata Debora Juni Juliana. Karuan aja dia memeluk F1do erat. F1do jadi menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Hihi... Debbie memandang F1do dengan kangen (duileee...) "Pedro, Noniek pikir, Noniek nggak bakal ketemu kamu lagi..." "Sama, Deb..." "Ternyata... Kita ketemu lagi ya, Pedro..." F1do ngangguk-ngangguk. Oh ya, pembaca... Pedro itu panggilan khusus F1do (Cuma Debbie doang yang manggil F1do dengan nama itu !) -> bocoran soal, besok ujian keluar ! :P "Kamu balik lagi dari Solo, Deb ?" "Iya, Pedro... Soalnya papa Debbie nggak punya usaha di kampung... Jadinya kami terpaksa usaha di sini lagi, Pedro..." "Iya, itu musti harus ! Kan gue juga di Jakarta !" kata F1do antusias. Debbie tersenyum lebar. "Eh, Deb... Pantes tadi gua rada-rada inget, kayaknya pernah lihat tampang bapak loe dimana... Hehehe... gua lupa... Habis udah lama sih kita berpisah ya, Deb ?" Debbie mengangguk. "Tapi Pedro nggak lupa ama Noniek kan ?" F1do menggeleng. "Wah, Noniek seneng deh, Pedro nggak lupain Noniek..." Nggak lama kemudian, bapaknya Debbie keluar. "Pak, ini F1do pak... Inget nggak ?" "Ooooooooohhhh..." Bapak tua itu mendekatkan mukanya ke muka F1do. "Nggak, nggak inget !" lanjutnya. Hihihi... "Eh, Noniek ! Pesenan bapak udah dibikinin ?" tanya bapaknya Debbie, cuekin tampangnya F1do yang udah ngebosenin buat dilihat itu, hihihi... "Tape goreng ya, pak ? Tuh di meja..." kata Debbie sambil menunjuk ke arah meja. Debbie dan bapaknya jelas aja kaget, begitu ngelihat tape goreng di piring kecil udah tandas. F1do jadi gelagapan. Mukanya merah. "Eh... maaf, pak... Udah saya makan... Habis saya laper sih..." kata F1do dengan tampang penuh dosa. Hihihi... ------------------------------------------------ Sore itu, F1do dan Debbie menyelusuri aliran kali yang warnanya butek, jorok, item yang melewati perkampungan rumahnya Debbie. "Gimana kamu, Pedro ? Noniek lihat kamu agak kurusan, Pedro..." "Hehehe... Emang dari dulu begini-begini aja..." "Nggak ah... Noniek lihat Pedro agak pucatan..." "Itu gara-gara nggak enak hati makan tape goreng papa kamu, hihi.." "Ya udahlah... Papa juga nggak marah kan..." Debbie tersenyum manis. "Hihi, iya... Iya, gua agak pucat, gara-gara capek..." "Capek apa, Pedro ? Capek nguber-nguber cewek yaaaa ?" F1do cengengesan, ketahuan kartunya. "Kok loe tahu sih, Deb ?" "Hihi... iya... Noniek kan kenal Pedro luar dalem..." "Hah ? Luar dalem ? Berarti loe tahu juga donk warna celana dalem gua apaan ?" "Yeeeee..." Debbie menonjok lengan F1do. F1do pura-pura kesakitan. "Pedroo... Pedrooo... Kamu tetep aja Pedro yang seperti dahulu Noniek kenal pertama kali... Pedro yang lucu... Pedro yang culun pertama kali...." "Iya... Kamu masih inget ya pertemuan kita dahulu ?" kata F1do mengingatkan segaran. "Loe jualan limun, gua yang beli... Waktu itu juga, kita makan-makan di Wendy's... Terus loe berpisah ama gua terakhir kalinya di pelabuhan... Dan sekarang kita ketemuan lagi... Waktu berjalan begitu cepatnya, ya, Deb ?" Debbie mengangguk. "Terus kamu masih jualan limun lagi, Deb ?" "Enggak, Pedro... Noniek sekarang jaga wartel, Pedro... Ya, buat nambahin penghasilan bapak..." "Bagus deh... Kamu anak berbakti..." "Makasih, Pedro..." F1do lalu mengenggam tangan Debbie. "Deb, gua kangen ama loe..." Debbie membalas,"Sama, Pedro..." F1do sambil jalan beriringan terus memandangi muka Debbie yang dari sononya emang udah cantik itu. Tanpa rias make-up pun, wajah Debbie memang cantik. Wajah khas kembangnya desa deh... Hehehe... Tak sengaja kaki F1do tersandung batu, dan F1do nyemplung ke kali kotor. "Pedrrrooooooooo !!!" BYURRRRRR !!! "Aduhhh... Makanya... Pedro jangan ngelihatin Noniek teruss....." seru Debbie sambil mencari kayu panjang untuk menarik F1do keluar dari kali kotor itu. Dasar, F1do emang ganjen ! ------------------------------------------------ To : Debora Juni Juliana alias Noniek alias Ericka^_^ alias Debodor ! I'm really miss you... Lama nggak ketemu yaaaa ? ;), GBU lohhhhh... freedattaq@yahoo.com -----(END)-----