Buku Diary Ci Irene
SYERREN
Syerren's - Buku Diary Ci Irene @}--------`-------------------- Presented by : Syerren (Syerren Lina) & F1do (Freedi Djajadi) Copyright @ Aug 29th '2000 Syerren yang lagi enak-enakan bobo siang, mendadak terbangun gara-gara ada air menetes di ujung idungnya. "Ciciiiiiiiiiii !!!" Ci Irene yang lagi masak di dapur buru-buru masuk ke kamar Syerren saking kagetnya. "Ada apa, Syer ?" "Bocor nih gentengnya..." seru Syerren sambil menunjuk ke atas eternit. "Aduh, kasihan ya kamu... Lagi enak-enakan bobo siang ya, Syer ?" Syerren mengangguk. Ci Irene dengan kekuatan superman-nya ngegeser ranjang Syerren sehingga enggak terkena tetesan air hujan lagi. "Ci... Syellen bobo dimana donk ?" kata Syerren sambil mengucek-ngucek matanya. "Kamu tidur di kamar cici aja ya ?" usul ci Irene. Terpaksa Syerren bertransmigrasi ke ranjang cici sambil membawa-bawa boneka Winnie The Poohnya. Ci Irene melongok ke dalam kamarnya. "Nah, kamu bobo dulu ya, Syer... Jangan ngacak-ngacak kamar cici yaaa ?" Syerren mengangguk pelan. "Cici masak dulu buat ntar malem. Met tidur, Syerren..." "Met tidul juga, ci..." kata Syerren merebahkan kepalanya ke bantal cici. Aduh, tapi nih bantal cici kok banyak gambar peta pulau Jawa ya ? Ihhh... cici suka ngiler juga ! Hahaha... Sama ya kayak Syerren, hihi... sama-sama tukang ngiler ! :P~~~~ Nggak biasa tidur di ranjang gadis dewasa, Syerren jadi nggak bisa tidur ! Matanya nggak bisa dimeremin sama sekali, kayak keganjel apa, nggak tahu deh... Syerren lalu duduk di meja rias cici. Segala perhiasan makeup tergeletak rapi di sana. Iseng-iseng, tangan Syerren mulai ngegeratak. Itu lipstick diolesin ke bibir Syerren yang merekah tipis. Syerren melihat ke cermin, ihhh kok Syerren jadi cantik sih ? (Yee... ngaku-ngaku !) "Celmin, celmin, celmin di dinding... Siapa yang telcantik di dunia ?" tanya Syerren ngikutin iklan di teve. "Kok nggak jawab cihhh ? Cebeellll !!!" Syerren menjulurkan lidahnya ke cermin. Mata Syerren menjelajah ke seluruh ruangan. Matanya terhenti pada sebuah buku mungil di pojok meja. "Eh, buku apa ya ? Jangan-jangan komik nih..." kata Syerren dalam hati. Syerren membuka selembar demi selembar buku itu. Lalu ia membacanya. "Dialy Ilene... Eh, dialy apaan yaaa ?" tanya Syerren dalam hati. "Jangan-jangan penyakit sakit pelut kali yaaa..." (Itu diare, jelek ! :P) Syerren terus membaca isi buku diarynya ci Irene. "...dialy, hali ini Ai sedih cekaliiiii... Ai beltengkal hebat dengan ko Alia malam itu, tapi ko Alia belucaha menenangkan Ai, dialy.... Tapi Ai nggak mau dengelin kata-kata ko Alia. Ai memukul-mukulkan tangan Ai ke punggung ko Alia, sehingga ko Alia jadi kesal sekali, melajukan motolnya dengan cepat, dialy... Dan sesudah itu, ko Alia tidak melihat tlailel yang melaju kencang, tapi apa daya tlailel yang dikemudikan supil mabuk itu menghantam motol ko Alia, sedangkan Ai sendili telpental jauh, dialy... Ai sedih sekali, dialy... tapi semuanya sudah tellambat... Ai menghampili tubuh ko Alia yang tellindas ban tlailel itu. Helemnya hancul tak belbentuk lagi, dialy... Ai menyesal, dialy..." kata Syerren membaca kalimat sepatah kata demi kata dari buku diary itu. "Ih, celita apaan seh ini ? Nggak celu ah... Nggak kaya celita Sailolmoon... Ih jelek..." seru Syerren, tapi matanya masih terus membaca dan berhenti memperhatikan gambar Mickey Mouse yang terletak di pojok bawah buku diary itu. "Eh, ada gambal miki mouchya... Lucu ih... Syellen ambil ahhhh..." kata Syerren sambil ngerobek buku diary ci Irene !!! (Waduhhhh... gua nggak tanggung jawab lohhhhhhh !!!) Belum puas ngerobek sehelai dari buku diary ci Irene, eh malahan Syerren mencoret-coret buku itu buat nyontohin gambar Mickey Mouse itu. "Aduhhh... calah dehhh gambalnya..." Syerren merobek lagi buku diary itu, lalu menggambar lagi. Pokoknya udah hancur-hancuran deh buku diary-nya ci Irene !!! (Gua kagak ikutan lohhhhh.... Kabur ahhhhh... ngeri ntar kalo Irene ngamuk !) ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- "Syerren... Syerren..." panggil ci Irene. "Iya, ci..." kata Syerren keluar dari kamar ci Irene. "Makan yuk... udah malem..." kata ci Irene merangkul Syerren menuju dapur. "Malem, Syerren..." sapa papa yang lagi menyendok kuah sop. "Malem, pa..." "Syerren enak bobonya ya ?" tanya papa. "Enggak bisa bobo lagi, pa..." "Kenapa ?" tanya papa menoleh ke arah Syerren. "Belum biasa tidul di kamal cici, pa..." "Emang kenapa kamar kamu, Syer ?" "Bocor, oom..." jelas ci Irene. "Wah bocor ya... Ya udah, besok minggu nanti papa panggil tukang ya, buat benerin eternit kamar kamu... Untuk sementara, Syerren tidur di kamar papa aja..." "Enggak ucah deh, pa... Syellen tidul di kamal cici aja... Boleh kan ci ?" tanya Syerren. Ci Irene yang menyendokkan sayur ke piring Syerren mengangguk. "Oh ya, Ai. Oom entar malam harus balik ke kantor lagi, terus ke Bandung, harus ngurusin kerjaan oom. Mungkin oom baru bisa pulang lusa kali, Ai..." "Ya, papa..." kata Syerren dengan nada kecewa. "Nggak papa kan, Syer... ?" pinta papa dengan tersenyum. "Iya deh... Jangan lama-lama ya, pa... Tapi Syellen mo oleh-oleh dari Bandung, pa. Syellen minta boneka Pikachu, pa..." "Iya deh, papa janji..." kata papa sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya tanda janji. ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Ci Irene menyetel lagu Giving My Best di kamarnya, sementara Syerren tidur-tiduran sambil meninju-ninju hidung boneka Winnie The Pooh-nya. "Syerren belum mau bobo ya ? Udah malem loh, Syer..." "Iya deh, Syellen bobo ya..." "Nah gitu donk." Syerren memejamkan mata siap-siap bobo, tapi ci Irene membangunkan. "Kamu enggak berdoa dulu ?" "Eh iya, lupa ci... Eh males deh ci... Hihihi..." "Yuk, Syer... Kita berdoa bareng-bareng yuk !" ajak ci Irene. Cici Irene berlutut di pinggir ranjang, sedangkan Syerren ikut-ikutin aja gaya cicinya itu, sambil matanya ngintip-ngintip ngelihat cicinya. (Ngintip bintit ! Wekkk :P) "Tuhan Yesus, terima kasih atas hari yang indah yang telah kauberi hari ini. Ai dan Syerren ingin tidur, maafkan kesalahan kami ya Tuhan yang telah kami lakukan hari ini... Biarlah besok hari kami bisa merasakan berkatMu lagi seperti yang telah Kaucurahkan hari ini... Amin..." kata cici Irene membuka matanya, dan kaget karena Syerren cuma bengong ngelihatin cicinya. "Yee... kok Syerren nggak berdoa ?" "Syellen cuma helan ci, tadi wajah cici belsinal-sinal, kayak kelual cahaya, ci... Telus di belakang cici juga kayak ada gambal muka pelempuan deh, ci..." "Ha ?" Ci Irene cuma terheran-heran, tapi menyimpan hal itu di dalam hati. "Jangan-jangan kamu ngkhayal Sailormoon lagi ya, Syer ? Udah deh, buruan kamu bobo..." Syerren yang belum biasa tidur di ranjang cicinya, cuma mejamin matanya doang. Sedangkan ci Irene mematikan lagu dari mini componya dan menuju meja pojok buat nulis diary yang selalu ditulisnya tiap malam. (Nah loh !) Begitu membuka buku diary-nya, beberapa lembar halaman buku itu lepas ! Irene kaget sekali kenapa bisa sampe hancur tuh buku diary dan bingung kenapa banyak gambar-gambar anak TK di bukunya itu. "HA ????!!! Syerren !!!!!" jerit Irene sampe Syerren kaget, tadinya nggak bisa tidur jadi tidur, hihi.. "Napa, ci ?" "Kamu yang gambar-gambar buku ini ?" Syerren mengangguk. "Kamu juga yang merobek-robek buku cici iniiiiii ???" Syerren mengangguk lagi. "Syerrrennnnnn.... Kamu jahatttt !!!" Ci Irene berteriak kencang dan menangis, berlutut di pinggir ranjang. "Ci, kenapa, ci ?" tanya Syerren bego, masih nggak tahu ya ? Dasar dodol... "Cici benci ama kamu !!!" omel cici. Ci Irene udah mau nampar dedenya itu, tapi nggak tegaan orangnya. "Ci..." Syerren yang bego itu menitikkan air mata diomelin sedemikian rupa oleh cicinya. Ci Irene mengambil tas dari dalam lemari dan membereskan pakaiannya. "Cici mo kemana, ci ? Syellen jangan ditinggal donk, ci..." "Cici nggak pernah buat jahat ama kamu, Syer... Tapi kamu tega-teganya menghancurkan semua kenangan indah cici ama ko Aria !!! Cici benci kamu !!!" "Cici.... Syellen minta maaf deh, ci... Jangan pelgi donk ci..." kata Syerren menahan tangan cicinya yang udah pengen keluar dari kamarnya. "Diem kamu ! Cici muak ama kamu !!! Dasar anak manja !!!" teriak ci Irene sambil mendorong tubuh Syerren hingga terjengkang ke belakang dan kepalanya terantuk pinggir ranjang. "Aduhhh.... !!!" teriak Syerren, dan kepalanya berdarah. Irene yang berada dalam keadaan marah dan kasihan ngelihat dedenya itu, nggak tahu lagi harus berbuat apa. Dia berlutut menangis di malam itu... Syerren nyamperin cicinya. "Ci, maafin Syellen ya... cici jangan malah ama Syellen yaa ?" Ci Irene menengok ke arah Syerren dan berkata pelan, "Syer... Di buku ini banyak sekali kenangan cici ama ko Aria... Tapi cici nggak ngerti kenapa kamu menghancurkan kenangan indah ini... Cici enggak sangka hati Syerren sampe tega begitu sekali ama cici..." "Syellen minta maaf, ci... Syellen beljanji nggak mo lobek buku cici lagi... Syellen nggak mo cici pelgi ninggalin Syellen... Syellen bakalan kesepian ci, kalo ditinggal cici..... Syellen udah anggap cici, mama Syellen sendili..." Ci Irene menyesal telah marah-marah sedemikian rupa ke Syerren. Dia terharu mendengar perkataan Syerren. Dia jadi ingat kata-kata Syerren yang berkata wajah Irene bersinar demikian rupa. Seharusnya Irene menjadi terang dan pembimbing bagi Syerren yang membimbing Syerren. Bukankah semua kejadian di buku diary Irene sudah berlalu dan bukankah seharusnya Irene bersyukur kepada Syerren, bahwa Syerren telah membuang semua kenangan pahit itu. Irene memeluk erat dedenya itu... Menangis kencang... Samar-samar, muncul sosok mama Syerren yang memakai baju putih-putih. "Mama...." seru Syerren yang cuma bisa ngenalin mamanya dari photo doang, kini bisa ngelihat muka mama secara langsung. Mama tersenyum pada Syerren dan memalingkan muka ke Irene. "Ai... Tante mengucapkan terima kasih ya sama kamu... Kamu memang berhati baik... Telah menjaga Syerren sedemikian rupa... Ai, upahmu besar di surga... Terima kasih sekali lagi..." Irene yang terbengong-bengong menitikkan air mata tanda haru. ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Syerren : "Endingnya cedih banget cih, F1d ? Syellen jadi pengen nangis nih..." F1do : "Alah, emang loenya aja cengeng, huehuehuehuehue... Eh, para pembaca, kalo ada buku apa-apa di meja loe, buruan umpetin, nanti disobek-sobek Syerren !!! Huehuehuehue..." Syerren : "Yeeee.... Syellen kan udah janji nggak ngelobek buku cici lagiiii... Kalo buku F1do nanti Syellen sobekin, hihihi... Oh ya, alamat Syellen nih => syerren@hotmail.com" F1do : "Syerren tukang ngerusak buku !!! Huehuehue... Alamat F1do => freedattaq@yahoo.com" Ci Irene : "F1do badung !!! Ntar gua kirim malaikat pencabut nyawa loe ! Huehuehue... Alamat cicinya Syerren => chimot@rocketmail.com" :P F1do : "Dasar.... KKN loe berduaan !!! Huehuehue..." -----(END)-----x