Bebas... Lepas...
F1do_
D1do
F1do_D1do - Bebas... Lepas... ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 21st 2000 Tahu anak yang bernama F1do ? Nggak tahu kan ? Sama... Hehehe... Yang pasti itu anak sih rada-rada cuek and suka ngaku-ngaku cool terutama kalo di dalam kulkas ! Anaknya periang sampe-sampe dikerokin ama duit logam ama maminya. Eh... itu mah meriang ya ? Nggak nyambung ih... siapa suruh sambungin, hihihi... Tapi kali ini dia kelihatan nggak meriang lagi tuh, jangan-jangan udah sembuh, eh salah, jangan-jangan dia lagi sedih. Cutex mulu bawaannya... Bete... bete... Kalo kamu sedang bete makan aja Mie & Me, hehehe.. eh tapi gua jangan dimakan loh.. dasar kanibal ! Iya... dia lagi sedih deh... Sedih ampe-ampe nggak bisa nangis lagi. Air mata and sumur udah kering sih, saking kemaraunya kepanjangan... Mana tuh si Mamat korengannya nggak sembuh-sembuh lagi... hihihi... "Hi F1do... !!!" sapa Kachu ramah yang nyamperin F1do lagi berbengong ria. "Hi juga, Kachut..." "Kenapa loe keliatan bete ?" "Gua enggak di dalam WC kok... Kok bete sih ?" "Ha ? Apa hubungannya ?" Kachu terheran-heran. "Iya... kalo gua di WC pastilah Bete alias Bau Tokai..." "Yeeee... F1do dodol !" spontan Kachu menjitak ubun-ubun F1do. "Iya nih... Gue sedih... Si Debbie itu... jadi kepikiran terus..." "Debbie yang jualan limun itu ?" "Yo...a" "Kenapa ?" "Iya... Dia mau ikut keluarganya transmigrasi ke solo, balik ke sono, pulang kampung, sebab rumahnya yang di Ciledug mao digusur buat proyek pelebaran jalan..." "Ohhh... bagus donk kalo gitu, F1d !" "Loh kok bagus ? Bagus apanya ? Den Bagus kali !" "Iya donk... Gua kan jadinya bisa deketin loe lagi... !" "Yeeee... loe tu ye..." F1do makin bete habis deh... Sedihnya hati F1do... :~( F1do nggak tahu lagi harus berbuat apa. Seandainya kamu jadi F1do, F1do jadi dua donk, eh maksud gua, apa yang harus kamu lakukan ? Padahal... F1do baru saja merasakan kebahagiaan bisa jadian ama Debbie, sekarang harus berpisah untuk selamanya mungkin... Tapi bisa saja ketemu lagi nanti di surga kali yeee... itu juga kalo F1do masuk surga. Hiks hiks.... Ya, seperti kata mami bilang, kebahagiaan ama kesedihan itu tipis jaraknya. Bisa besok bahagia, eh tiba-tiba hari ini sedih. Gimana donkkk ? Padahal... F1do udah merasa cocok ama Debbie. F1do menatap photo Debbie yang tersimpan dalam dompetnya. Ah, Debbie... kenapa loe harus pergi sih ? Padahal selama dompet F1do kosong, tapi ada kehadiran photo loe, F1do merasa banyak aja duitnya. Hihihihihi... Tidak seorang pun yang dapat memahami perasaan F1do termasuk Kachu itu. Curhat ama siapa yaaaa ? Akhirnya F1do sepulang sekolah, nggak langsung pulang ke rumah tapi ngarahin sepeda motor bebeknya ke gereja. Dia mau konsul dulu ama Wiwin, konselor gereja di situ. "Hi F1doooo ... ! Selamat siang... !" sambut Wiwin yang menengok F1do melongok-longok ke dalam ruangan yang tertata rapi itu. "Siang, Ci Wiwin..." "Ada apa nih, F1d ? Kok tumben-tumbenan ?" "Iya nih... Mau konsul.. Ada waktu nggak, ci ?" "Boleh... Ayo duduk F1d..." F1do segera menggeser bangku lalu berhadap-hadapan dengan Wiwin. "Papan caturnya mana, kak Wiwin ?" "Lohhh.... tadi katanya mau konsul ?" "Ya konsul sambil main catur deh..." "F1doo... F1doo..." kata Wiwin sambil geleng-geleng kepala dan gelang-gelang sipatu gelang, hihihi... Lalu Wiwin mengeluarkan papan catur dari bawah mejanya. "Nah... sekarang F1do cerita yaaaa..." "Iya deh..." jawab F1do sambil memajukan pionnya. "Gini, ci... Waktu itu F1do kenalan ama cewek yang baik, cakep, nggak gengsian lagi orangnya. Namanya Debbie. Terus... F1do jadiin ama tuh cewek... Sekarang udah jadian sih... Ampe kita bareng-bareng pergi ke mall. Nonton Titanic sama-sama. Tahu nggak kak ? Waktu itu juga di gedung bioskop kan lampu pada mati... Tapi F1do nggak perhatiin tuh filem. F1do hanya merhatiin wajah tuh Debbie dari balik kegelapan. Sambil makan popcorn, F1do keselek makannya saking asinnya tuh popcorn. Terus F1do pamit keluar buat beli minuman. Nggak tahunya minuman di twenty one mahal loh... Nggak kayak di luaran. Harganya mungkin tiga kali lipat ya ?... Dan..." "Stop... stop, F1d... Jangan bertele-tele gitu lah... Cici jadi bingung. Yang to the point aja..." "Ya gitu lah... F1do juga bingung sekarang. Waktu itu F1do udah nembak langsung, dia jadi pacarnya F1do , skak !" seru F1do sambil memajukan bentengnya ke arah rajanya Wiwin. "Aduh kok diskak !" "Nggak ... itu raja cici Wiwin, F1do skak." "OOoooo..." Wiwin manggut-manggut. "Sekarang Debbie mau pulang kampung untuk selamanya... Gimana yaaa ?" "Ke mana, F1d ?" "Solo, ci..." "Wah jauh ya..." "Iya... Gimana donk ya ? Bingung nihhhh...." "Pegangan, F1d..." "Yee...." "Eh, maksud cici, kalian nggak mungkin ketemuan lagi ya ? Dia nggak kemari-kemari lagi ya nanti ? Atau kamu pindah ke Solo ?" "Nah gitu lah, ci... Aku mau sih ke Solo. Tapi aku nggak ada modal. Lagian mami ama dedeku disini. Gimana donk, ci..." "Iya juga ya... Bener, gitu ya... Mungkin kamu harus lupain dia, F1d. Bisa nggak ?" "Si Debbie juga udah bilang gitu. Dia juga merasa berat sekali kehilangan F1do. Hiks sedihnya..." F1do pasang tampang meringis biar kelihatan sedih banget gituuuuu. "Nah mungkin kalian hanya bisa bersurat-suratan aja deh, F1d... Tapi sebagai teman hidup, mungkin nggak bisa. Mungkin hanya teman aja ya, F1d... Skak !" "Oh ya udah deh... Eh ini skak mat ya ? Bener-bener udah final ya ?" Wiwin mengangguk. ------------------------------------------------ Perpisahan memang menyakitkan. F1do mengalami hal itu... Emang sih resikonya begitu kalo nekat jatuh cinta. Barangsiapa yang nekat jatuh harus sakit, ya nggak ? Sore itu di bibir dermaga... "F1do... met berpisah yaaaaa...." seru Debbie dengan mata berkaca-kaca. "Iya..." jawab F1do tanpa bisa ngomong apa-apa lagi saking sedihnya. Kedua tangan Debbie memegang kedua tangan F1do yang sedang berduka itu. "F1do... jangan sedih yaaa... Debbie nggak bisa berbuat apa-apa lagi.. Ya... sudah rencana Tuhan kita ditentukan berpisah seperti ini... Tapi F1do nggak lupa kan ama Debbie ?" F1do menggeleng pelan. "Semoga kamu berhasil, F1d... Inget yaa... sekolah yang bener... F1do janji ?" F1do mengangguk lemah. Debbie melambaikan tangan dari atas kapal laut yang siap memisahkan hati yang telah terpaut satu itu. Hiks... hiks... Sementara matahari perlahan mulai terbenam di ufuk barat, F1do mengikuti kepergian kapal laut itu yang makin lama makin hilang terbenam di ujung samudera. Adios... Debbie... Sepulang Debbie ke kampung halamannya, sekarang F1do hanya bisa melupakan semuanya itu. Debbie seperti hilang ditelan angin. Sampe-sampe F1do masuk angin sendirian. Nggak tahu lagi harus apa lagi... Kayaknya dari dulu nasib F1do apes mulu deh yaaa... Kenapa yaa ? Baru aja mao jadian yang serius, eh di tengah-tengah udah putus begini. Nggak ngerti deh kenapa... ? Asmara F1do dari dulu gagal mulu... Ama Cheerful, cinta pertamanya, ditolak... Ama Debbie, cinta yang hampir jadian, bubar karena gusuran... Apa musti F1do nggak harus pacaran dulu ? Enggak tahu deh... Seperti kata pepatah orang-orang tempo doeloe... Bagaikan pungguk merindukan bulan, iya... bagaikan F1do merindukan datang bulan... Nggak pernah terjadi kan ? Soalnya kan F1do itu cowok, mana bisa sih datang bulan, hihihi... Selagi terbengong-bengong, eh F1do dengar lagu yang keluar dari sebuah radio yang disetel oleh salah seorang pelaut di sekitar situ. Lagu Iwa K yang judulnya Bebas itu. Sudah tinggalkan tinggalkan saja semua persoalan ... dan biarkan biarkan terbang tinggi sampai melayang jauh menembus awan... memang, memang, benar memang kita perlu cooling down dan melonggarkan pakaian... bebas... lepas... kutinggalkan saja semua beban di hatiku... melayang dan melayang jauh... melayang dan melayang... F1do akhirnya cuma bisa mengangguk-anggukan kepala mengikuti irama yang dikeluarkan oleh radio itu. Iya... akhirnya F1do cuma bisa meninggalkan semua persoalan dan melonggarkan pakaian serta cooling down... Jadi inget akan moto hidupnya F1do yang dipegangi F1do selama bersekolah di Gaz-Millenium itu... It's cool to be clear... Hihi... Iya juga deh... F1do berjalan dengan hati yang sedikit mulai telah dihibur oleh lagu Iwa K mengikuti irama langkahnya menuju matahari yang terbenam. Bebas... lepas... Kutinggalkan saja semua beban di hatiku... Melayang dan melayang jauh.... Melayang dan melayang... Bebas... lepas... Kutinggalkan saja semua beban di hatiku... Melayang dan melayang jauh.... Melayang dan melayang... ------------------------------------------------ -----(END)-----