BAHASA BASA BASI
Cerpen F1do - Bahasa Basa Basi ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 6th 2000 (- Camkan ini dalam hidup dan pelayanan anda kepada Tuhan, sebab semuanya harus Back To Bible -) Shalom ! Dalam Kelompok Kecil dalam gerejaku, segala sesuatu itu dibahas. Benar-benar dikupas habis luar dan dalamnya. Kalau kalian benar-benar tertarik akan pengetahuan yang lebih mendalam akan Firman Tuhan, datang saja ke Kelompok Tumbuh Bersama setiap hari Rabu malam pukul 18.30 WIB di Gereja Kristus Ketapang di jalan K.H. Zainul Arifin no.9 Jakarta 11030. Kami sangat open tidak pandang jemaat dari gereja manakah atau siapakah ? Hanya yang benar-benar rindu akan pengetahuan akan kebenaran Firman Tuhan. Pernah kami membahas tentang bahasa roh. Hal ini harus benar-benar dijelaskan secara transparan, sebab pengetahuan akan bahasa roh sangat mendasar sekali. Mungkin kalian telah tahu, bahwa hanya karena hal ini, pernah menjadi perpecahan pada jemaat di Korintus. Sebab pada masa itu, barangsiapa yang bisa berbahasa roh, dianggap dia lebih suci dari yang pada lainnya. Dan hal ini yang ingin saya jelaskan pada cerpen yang khusus ini. Bukan, bukan maksud saya menuding anda sesat atau gimana atau bagaimanapun. Tapi semuanya harus Back To Bible, bukan ? Ok, begini... Allah memang telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka mendapatkan karunia untuk mengadakan mujizat, menyembuhkan, melayani, memimpin dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Jadi kita juga haurs berusaha memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Tetapi... ada tetapinya... Di ayat ini sangat jelas : 1 KORINTUS 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Jangankan bahasa roh, kalau kalian sanggup semua bahasa di dunia ini, baik itu bahasa Spanyol, Inggris, Portugis, Melayu dan semua bahasa, bahkan bahasa malaikat sekalipun, kalau kalian tidak mempunyai kasih, sama juga bohong. Bahasa roh itu memang karunia dari Allah kepada kita. Kita boleh memintanya, namun hal itu tidak penting. Jadi kalau kalian belum bisa, jangan minder. Nggak perlu dibuat-buat. Yang harus kalian tunjukkan itu ialah kasih. Karunia berbahasa roh itu sama dengan karunia-karunia yang lain. Seperti karunia hikmat, memberi, memberi tumpangan, pelayanan, penggembalaan, seni dan banyak lagi karunia yang lainnya. Tetapi ada beberapa gereja mengangkat karunia itu menjadi tinggi.... tinggi sekali di antara karunia yang lainnya. Dan hal itu tidak benar ! Yang harus kalian angkat setinggi-tingginya itu ialah kasih. Dan dalam 1 Korintus 12 dan 14, hal tentang bahasa roh dijelaskan. Dan di tengah-tengah ayat itu, yakni ayat 13 diutamakan kasih. Karunia bernubuat, berkata-kata kepada manusia, membangun, menasihati dan menghibur. Tetapi siapa yang berbahasa roh, ia membangun dirinya sendiri. Karena karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi tanda untuk orang yang tidak beriman ! (1 Korintus 14:22) Nah ! Rasul Paulus itu memiliki karunia bahasa roh, lebih dari kalian semua (1 Korintus 14:18), tetapi dia lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain , daripada beribu-ribu kata dengan bahasa roh, dimana orang yang tidak beriman apabila masuk ke dalam perkumpulan jemaat tidak mengerti. Adalah lebih baik, apabila kita bernubuat, dan ada orang yang tidak beriman atau orang baru masuk, maka ia akan diyakinkan dan segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu." Amin ! Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, ingat, tiga orang (sebanyak-banyaknya) ! Bukan semuanya berbahasa roh ! Dan ada seorang demi seorang lain untuk menafsirkannya. Bukannya tidak ada yang menafsirkannya sama sekali ! Apabila tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. Dalam arti kata, berbahasa roh hanya di dalam hati saja. Alias berdiam diri saja ! Adakah persekutuan yang kalian temui, ada yang menafsirkan bahasa roh ? Bukankah selama ini semuanya berbahasa roh (lebih dari tiga orang, malah hampir semuanya) ? Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya. Berapa orang sih sebenarnya yang berbahasa roh ? Ataukah ini dibuat-buat saja ? Lalu kemana yang memiliki karunia menafsirkan bahasa roh ? Kok jumlahnya yang berbahasa roh seabrek-abrek, tetapi yang memiliki karunia menafsirkan bahasa roh sangat jarang ? Ok, dengan cerpen ini, kalian kuajak untuk Back To Bible. Keterangan tentang bahasa roh sangat jelas pada 1 Korintus 12 & 14... Aku bukannya menghakimi atau gimana, tapi sesama saudara seiman, harus saling menguatkan dan mengingatkan. Trims bila kalian ingin mendengarkan kebenaran Alkitab, semoga kalian makin dikuatkan dalam pengajarannya. Jadi mata hati kalian bisa terbuka dengan jelas. Sebab Alkitab masa kini semakin dibuat-buat yang nggak jelas juntrungannya. Semoga jangan sampai terjadi... Amen ! -----(END)-----