BACK TO HOME
Cerpen F1do - Back To Home ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 9th 2000 (--- Based on True Story ---) Aku memandang keluar jendela. Pohon-pohon angsana berlarian sepanjang jalan yang dilalui bis yang kutumpangi ini. Telah lama kurindukan pulang ke rumah. Telah lama kutinggalkan semua masa kecilku di sana. Pikiranku melayang-layang mengingat kejadian masa silam. Dimana aku banyak menghabiskan waktu di rumahku yang telah lama kutinggalkan tersebut. Bis yang kutumpangi berjalan perlahan. Tak terasa, aku sudah sampai. Aku turun dan memandang ke arah pekarangan yang luas sekali... Itu dia rumah yang telah kutinggali. Aku berjalan kaki melalui pekarangan dan taman yang tidak terurus lagi. Dari jauh juga, kelihatan rumah masa kecilku sangat jorok dan kotor. Tembok-tembok itu dipenuhi dengan semak belukar. Entah berapa lama rumah ini ditinggali, aku tidak ingat lagi. Kuletakkan barang bawaanku di lantai. Aku beristirahat sejenak, duduk di sebuah kursi goyang tua. Kupandang pohon besar yang terletak di pekarangan rumah itu. Masih tampak sebuah ayunan yang bergoyang perlahan-lahan ditiup oleh angin sepoi-sepoi. Ah... aku jadi teringat masa-masa kecilku dimana aku duduk di atas ayunan itu dan mama mendorongnya. Dimana papa menyaksikan aku dan mama bersenang-senang dari kursi goyang tua yang sedang kududuki ini. Entah sudah berapa lama, kutinggali semuanya itu. Aku tidak tahu... Mengapa kali ini aku baru merasa merindukan semuanya itu lagi... Teringat saat dimana aku bertengkar dengan mereka soal pasangan hidupku. Ya... mereka tidak setuju dengan cowok pilihanku. Akhirnya aku minggat dengan cowok tersebut. Berulang kali, mereka minta aku balik ke rumah... Mereka selalu minta maaf atas kesalahan mereka dan berulang kali juga, mereka menulis surat untukku. Tapi aku keras kepala. Aku tidak memaafkan mereka. Kubuka tasku dan kubaca berulang kali surat dari mereka... "Ruth tersayang... Maafkan kesalahan papa dan mama... Kami mohon engkau dapat kembali ke rumah lagi. Kami sangat merindukanmu... Ttd Darren & Martha..." Tak terasa air mataku menitik di pipi ini. Tapi semuanya sudah terlambat. Aku baru bisa memaafkan mereka setelah mereka kini telah tiada. Ah... bodohnya aku ini. Kalau saja... kalau saja... ya, kalau saja... Kini aku baru kembali ke rumah setelah mengetahui bahwa mereka kini telah meninggal setahun yang lalu dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Memandang rumah yang kini kosong, sepi dan suram, dimana mereka sangat kehilangan diriku. Dimana mereka mencari bagian dari darah dan daging mereka yang telah pergi... Tiada lagi yang patut disesali akhirnya... -----(END)-----