Anak Badung
SYERREN
Syerren's - Anak Badung @}--------`------------ Presented by : Syerren (Syerren Lina) & F1do (Freedi Djajadi) Copyright @ Aug 23rd '2000 Syerren yang masih nyenyak di bobonya, lagi enak-enakan mimpi jadi Sailormoon, mendadak terbangun oleh ketukan keras di pintunya. "Syerren !!! Syerren !!! Bangun !!! Udah pagi !!!" Syerren mengucek-ngucek matanya yang masih sepet kayak mangga asem. "Aduh, papa... Syellen lagi enak-enakan mimpi, dibangunin... Syellen kan lagi mao dicium ama Mamolu..." "Ha ? Kue bolu ?" "Mamolu, pa... Cowoknya Usagi..." "Siapa Usagi ? Temennya Bragi ya ?" "Yee... papa kupel ih..." Papa duduk di sebelah Syerren, merangkul erat tubuh Syerren. Syerren merebahkan tubuhnya di pelukan papa, mao tidur lagi. Eh, malah ditambahin lagi ama ngilernya Syerren. Huehueheu... "Lho kok tidur lagi ? Entar terlambat sekolah loh..." "Bialin ah pa... Syellen males ke sekolah..." "Loh kok males ?" "Iya... anak sekolahnya jahat-jahat..." "Oh.. gara-gara kejadian kamu pingsan waktu itu ya ?" Syerren mengangguk. Papa tersenyum. "Ya udah... nggak papa... nanti papa anter ke sekolah ya... Tuh papa udah buatin telor mata sapi buat Syerren..." "Oh, makacih papa..." Syerren memeluk erat papa. Semenjak mama Syerren tiada, cuma papa doang yang Syerren sayang, di lain itu, enggak ada... Oh iya satu lagi, ama Tuhan donk disayang, ya nggak ? Dan Syerren tinggal bertiga doang ama papa, Diella (cicinya Syerren yang belum diceritain kisah hidupnya, hihi... misterius sih orangnya) ama Syerren sendiri. Eh ada satu lagi dink... Kecoak-kecoak dapur ! Huahuahuahua... Syerren menggosok giginya dan pergi ke meja dapur. "Pa !!! Ini kok ada bangkai sapi sih ?" Papa tergopoh-gopoh ke dapur. "Oh iya, Syer... Itu sapi buat telor kamu... Matanya papi korek..." Huahuahuahua... Nggak lucu ! ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Syerren melangkah pasti menuju kelasnya. Tapi sebelum melangkah jauh, udah dicegat duluan oleh seorang anak cowok yang dari tampangnya udah kelihatan badung. Pipinya yang banyak jerawatan menambah kebadungan tuh cowok (Hihihi...apa hubungannya ?). Yang pasti sih tuh cowok kalah jelek ama papa. Huehuehue... "Eh, cakep ! Berhenti dulu... !" kata cowok itu pas Syerren mau masuk ke dalam kelas. "Lho ? Mana lampu melahnya ?" tanya Syerren bego. "Bego loe !" kata cowok itu menjitak kepala Syerren. Syerren meringis kesakitan dijitak pas kena pitaknya Syerren, hihihi.. "Eh ! Kalo loe mau masuk ke dalam kelas, bayar dulu !" "Loh kok bayal ?" tanya Syerren bingung. "Kalo loe nggak mao bayar, nggak usah masuk !" katanya melotot. "Papa Syellen kan udah bayal uang sekolah, masak musti bayal lagi ?" kata Syerren lugu. "Eh, tolol loe ! Anggep aja ini uang keamanan !!!" ujarnya dan mulai kelihatan tidak sabaran ngelihat kebegoan si Syerren. "Emang sekolah di sini enggak aman ya ?" "Iya !!! Kalo loe nggak bayar ! Udah deh !!! Bayar !!! Mana uang jajan loe !!! Kemariin semua !!!" katanya sambil ngerogoh ke kantong baju Syerren dan ngambil semua duit jajan Syerren yang terletak di kantong bajunya. "Jangan, ntal Syellen nggak bisa jajan..." Syerren berusaha ngerebut lagi tuh uang sambil nyakar-nyakar tuh cowok dengan kuku Syerren yang pendek-pendek tumpul, hihi... Langsung tuh cowok mukul perutnya Syerren sampe Syerren berlutut kesakitan. "Rasain loe... Makanya jangan ngelawan !" kata cowok itu berlalu terus duduk di pojokan kelas. Syerren menangis. Telor mata sapi yang tadi mingkem di perutnya kayaknya mulai berlarian kesana kemari di dalam lambung Syerren karena tonjokan cowok badung tadi, hihi... Sasa, anak kelas situ juga yang dari tadi ngelihatin Syerren dipalak ama cowok badung tadi, datang menghibur Syerren. "Udah, Syerren... Jangan nangis... Itu anak emang badung kok... Yuk, kita ke kantin aja..." katanya mengangkat Syerren beranjak dari acara berlututnya. ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Di kantin, terlihat Sasa, Sylvie, Happy Elda dan Syerren lagi pada kongkow-kongkow. Syerren yang habis nangis, ditraktir Happy Elda makan bakso. Kelihatannya Syerren udah ngelupain tragedi duit jajan yang dipalak tadi. Dari mukanya, dia sangat nikmatin makan baksonya. Tapi sisa-sisa kecengengannya masih kelihatan. Ingusnya naik turun naik turun. Huehuehuehue... "Sialan tuh Jonathan ! Badung banget tuh anak ! Lihat aja Syerren anak baek-baek masak ditonjok ama tuh anak !" kata Sasa kesal. Happy Elda nyeletuk, "Iya ! kita harus bikin pembalasan biar dia kapok !" Sylvie ikut-ikutan nyeletuk, "Iya ! Beri pelajaran biar kapok ! Syerren setuju nggak ?" Syerren menoleh ke arah Sylvie, "Nggak usah deh... Bialinin aja..." Sasa memandang heran ke arah Syerren, nggak nyangka ama kebaikan Syerren. "Loe udah ngampunin tuh anak ?" tanya Sasa. "Iya..." lanjut Syerren. "Lagian kan Syellen takut ama dia..." Huahuahua... "Iya juga sih... Semua anak-anak juga pada takut..." sahut Sylvie. "Gimana kalo kita laporin aja ke kepala sekolah ?" usul Happy Elda. "Ok deh..." kata Sasa. Tapi apakah berakhir begitu aja ? Enggak lagi ! Kalo berakhir gitu aja, kagak seru lagi ceritanya ! Huehuehue... Jonathan anak badung itu cuma diskorsing satu minggu, dan tentu saja dia makin dongkol ama Syerren. Kepala Syerren aja sering disambitin pake kapur oleh Jonathan sampe rambut Syerren yang lurus kayak iklan sabun colek, jadi putih-putih kayak banyak ubannya, huehuehuehue... Dan sikap Jonathan semakin menjadi-jadi. Syerren cuma bisa mewek aja. Akhirnya gara-gara suka nangis karena dijahilin Jonathan, lama-lama puser Syerren jadi bodong. Huahuahuahua !!! ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- "Pa...pa...!!!" seru Syerren sambil berlari-lari masuk ke kamar papanya. Kamar papa sih enggak gede-gede amat, lumayanlah buat sarang tikus, hihi... Kamar yang diisi oleh ranjang yang lumayan kecil dan perabotan ala kadarnya itu tertata rapi. Papa yang lagi ngebaca koran melirik ke arah Syerren lewat kaca mata kudanya eh salah kaca mata bacanya, hehe... "Kenapa, Syer ?" tanya papa. "Syellen enggak mao sekolah di sma belkat lagi ah..." "Lho, kenapa ? Bukannya kamu paling rajin sekolah ? Waktu SMP aja, kamu biarin sakit panu aja, bela-belain masuk sekolah... Ada apa, say ?" tanya papa penuh perhatian. "Iya... tapi ini lain pa..." "Lain kenapa ?" "Lain ladang lain belalang, pa... lain sekolah lain ceritanya..." "Kenapa ?" papa makin penasaran. "Syellen kesel pa... Syellen dijahilin mulu... Kepala Syellen disambitin kapul. Telus uang jajan Syellen diambil telus... Kalo peel Syellen dicontekin mulu. Kalo enggak dikasih, lambut Syellen dijambak ama ditalik-talik..." "Oh ya ??? Kenapa kamu enggak pernah kasih tahu papa ?" "Ini lagi dikasih tahu... Ye, papa gimana sih ?" "Oh iya juga ya ?" kata papa cengok. "Iya... gimana tuh..." "Siapa sih anak itu ?" "Jonathan, pa..." "Gini deh... Nanti papa bilangin kepala sekolah Syerren, biar tuh anak tahu rasa..." "Ah papa mah... Udah enggak mempan, pa. Waktu itu Syellen udah aduin, tapi itu anak enggak kapok-kapok juga, pa. Masih bandel juga..." rengek Syerren pengen nangis lagi. "Orang tua tuh anak udah tahu ?" tanya papa. "Syellen kulang tahu deh, pa..." "Gini aja deh... Besok papa ama kamu berdua pergi ke rumah tuh anak aja ya ? Kita laporin orang tuanya ? Gimana ?" Syerren mengangguk senang. Matanya berkilat-kilat, banyak gluduk, huehuehuehue... ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Papa dan Syerren melalui gang-gang kecil melewati kali-kali jorok, jurang-jurang, hihi... Tibalah mereka dengan selamat ke sebuah rumah kumuh yang nggak kalah kumuhnya ama loe-loe pade... Nah, mereka kaget juga akan keadaan lingkungan Jonathan yang jelas-jelas nggak layak buat ditempattinggallin. Papa mengetuk pintu, dan pintunya langsung ambruk saking jeleknya tuh rumah. Hehe... Seorang anak kecil tampak melongok-longok ngintipin papa dan Syerren yang baru dateng. Tapi begitu ngelihat Syerren yang kece...bong ! langsung tuh anak keluar dari tempat ngumpetnya. Dasar, kecil-kecil udah mata keranjang sampah, haha... "Eh, siapa nih ?" tanya papa bersahabat. "Saya Joned..." "Kamu kenal Jonathan ?" tanya papa lagi. "Iya, itu kakak saya..." "Mana dia ?" mata papa celingukan nyariin tuh anak. "Dia belum pulang..." "Oh ya ? Kemana ?" "Dia lagi ngasong..." "Ngasong apa sih pa ? Istilahat ya ?" tanya Syerren cengok. "Bukan, Syer... Itu mah ngaso lagi... Ngasong itu jualan di perempatan jalanan..." "Oooooo..." kata Syerren melongo. Ternyata Jonathan badung gara-gara udah tidak punya orang tua lagi. Jadinya dia kurang perhatian... Lagipula, Jonathan harus menghidupi keluarganya sendiri, adiknya... Wah, kasihan banget deh Jonathan... Nggak disangka... Syerren jadi maklum aja ama kenakalan Jonathan... Papa juga kasihan lihat hidup Jonathan yang terlunta-lunta. Mau dipungut anak, enggak ada biaya tambahan. Hihihi... Kasihan deh si Jonathan... ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- F1do : Syerren kasihan nih yeeeee... gua juga kasihan lihatin loe nangis dijailin ama si Jonathan ! Huehuehuehuehue... Syerren bego and cengeng !!! Syerren : Dacallll !!! F1do jelek ! -----(END)-----