Alone Again Naturally
F1do_D1do - Alone Again Naturally ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi August 21st 2000 F1do panik ! Kalo panik, rambutnya udah kayak Fido Dido beneran ! hihi... Ya, gimana nggak panik kalo enggak ada sebab dan akibatnya, ya nggak ? Dan apabila sebab benar dan akibat benar dan masing-masing ada hubungannya, pilih huruf A. Kalo sebab benar dan akibat benar tetapi masing-masing tidak ada hubungannnya, pilih huruf B. Hihi... Kayak pilihan berganda aja ! Mau tahu nggak kenapa F1do ampe panik ? Ceritanya begini... Jaman dulu kala ada sebuah kerajaan, dan... eh ngawurrrr !!! Minggu kemaren, Ruth ngundang F1do untuk dateng ke pesta ultahnya, dan F1do udah nyombongin diri buat bawa gandengan ke pesta ultahnya si Ruth. Padahal, seluruh dunia tahu bahwa yang namanya F1do itu cowok belum laku ! Masih perjaka tulen ! Hehe... Ini semua gara-gara obrolan waktu siang itu. Flashback nih ceritanya... F1do ngumpul ama Kachu, Saturn XQ, Odon Marodon, Kenken, Ruth ama Joe. "F1d, Qi, Don, Chu, Ken, Joe, dateng yaaa ke pesta ultah gua hari Minggu besok..." ujar Ruth sambil membagi-bagikan undangan. "Wah, ultah ya... Asikkkk... kapan lagi gua bisa makan gratis !!!" mata Joe bersinar-sinar. "Satu undangan buat berapa orang, Ruth ?" tanya Odon Marodon. "Ya, terserah loe deh..." jawab Ruth. "Asikkkk... bisa bawa pasangan donk ya ?" seru Kenken. "Iya, boleh... Tapi gua kasihan ama F1do nanti... Dia sendirian aja !!!" ledek Ruth. F1do manyun. "Uenak aja loe... siapa bilang nanti gua nggak bawa gandengan ke pesta loe !" sengit F1do. "Yang bener loe, F1d ??? Tampang culun begitu mo bawa gandengan ?" ledek Saturn XQ. "Loe liat aja deh nanti !!! Loe bakalan terheran-heran dehhhhhh !!!" F1do keki. "Oh ya ? Oke deh... kita tunggu aja nanti di pesta ultah Ruth. Hehe..." kata Saturn XQ nggak kalah serunya. Aduh... kenapa ya mulut F1do waktu itu bisa kayak ember bocor... Asal berkoar aja... Kalo ngaku belum laku kan, waktu itu doang tengsin-nya. Tapi sekarang, pasti semua pada nungguin ke-tengsin-an F1do ! F1do bener-bener pusinkkk pusinkkk pusinkkk, siapa gandengan yang bisa diajak berduaan ke pesta Ruth ! Alamakkk... Apa musti F1do nggak dateng aja ke pesta si Ruth ? Tapi, sayang donk, kapan lagi F1do bisa makan gratis, hihi... Akhirnya F1do dapet ide cemerlang, semua cewek-cewek yang pernah dulu-dulu di-pdkt ama F1do ditelpon ! Ya, mungkin aja bisa diajak keluar, cuma buat nemenin F1do doang... ------------------------------------------------ F1do nekatin telpon Renny (baca : "F1do_D1do - Happy Weekend", terbitan 16 Agustus 2000) ke rumahnya. "Halo...." "Iya halo..." "Ernnnn... pakabar Ren ?" "Baik, siapa nih ?" "F1do." "Oh, F1do. Udah lama ya ? Kemana aja ? Masih hidup loe ?" "Nggak kemana-mana, iya.. masih hidup kok... Eh, Ren..." "Iya ?" "Minggu besok jam empat-an, loe ada acara nggak ?" "Ada. Perpisahan ama pendeta gua, dia mao balik ke Jawa." "Oh ya udah deh. Thanks. Tadinya gua mao ajak loe ke pesta ultah temen gua." "Mmmm..." "Ok deh, thank you..." Klik ! F1do menjatuhkan lemes ke atas sofa. Aduh... Gimana nih ? Cari yang lain !!! F1do membolak-balik buku telpon kecil dari dompetnya. Nah, coba yang ini... F1do coba nelpon Meiria Tarigan (baca : "F1do_D1do - Tebet And A Kopi Machine", terbitannya udah kadaluwarsa !!! Hehe...) "Halo...." "Iya halo..." "Errnnn... bisa bicara dengan Ria ?" "Enggak bisa." "Kenapa ? Lagi sakit leher ya ?" "Bukan. Dia lagi pergi ama cowoknya." "Hah ? Dia udah ada cowok ?" "Iya. Ini siapa ?" "Saya... ng... anu... tadi sih saya mau jadi cowoknya. Eh nggak deh... Situ siapa ?" "Pembantunya. Saya lagi kosong nih..." "Iihhh..." F1do langsung tutup tuh telpon, hihi... F1do nggak habis pikir si Ria yang dulu ditemuin di Tebet sekarang udah punya cowok. Mo ngajak siapa lagi ya ? Ampun deh gua !!! jerit batin F1do. Kemana sih cewek-cewek pada ? Nggak disisain barang sedikitpun apa buat si F1do ? tanya F1do berulang-ulang. F1do coba nelponin Joice (baca : "F1do_D1do - When Everything's Start Over From The Beginning Again", terbitannya gua udah lupa ! Hihi...) "Halo !" "Iya halo..." "Bisa bicara dengan Joice ?" "Ya, saya sendiri. Ini siapa ?" "Temennya, F1do." "Oh loe F1d. Kenapa, F1d ?" "Loe ada acara nggak hari Minggu besok ?" "Gua kan ke gereja, F1d..." "Batalin aja, Jo. Temenin gua ke pesta ultah temen gua. Please..." F1do memohon. "Loe nggak ngajak temen loe yang lain ?" "Emang loe bukan temen gua ?" "Eh, maksud gua, bukan gitu, F1d. Selain gua, emang nggak ada temen yang lain ?" "Enggak ada..." "Hah ?" "Ya udah deh... Jadi loe nggak bisa ya ?" "Iya, F1d... Gua kan harus mimpin KTB di gereja, sorry ya, F1d..." "Ya udah deh..." Klik ! Telpon dimatiin. F1do lemes. Siapa lagi nih yang bisa diajak ? Capek... Eh, telponin Fitri aja ! (baca : "F1do_D1do - Semua Karena F1do", terbitannya udah lamaaaaa banget tuh, ampe udah buluk). Walau dia udah ada cowok, F1do nekat aja, yang penting bisa disewa barang sehari, VCD kali.... hihi... "Halo, ada Fitri ?" "Iye, gue. Siapa nih ?" "F1do. Loe ada acara hari Minggu besok ?" "Ada lah... gua pergi ama cowok gua, Jonathan." "Udah batalin aja... Pergi ama gua aja ya ?" "Hihihi... kenapa loe F1d ? Cewek loe mana ?" "Loe lah cewek gua !" "Yee... ngaku-ngaku... Nggak ah F1d. Gua nggak bisa batalin." "Yach......." F1do kecewa habis lemes kayak habis diare. Saking paniknya, F1do ampe nelpon Kachu ! F1do lupa waktu itu Kachu kan diikrarin ama F1do di depan anak-anak bahwa F1do mau bawa pasangannya. Hihi.. "Halo, Kachut ya ?" "Apa loe F1do jelek !" "Hari Minggu besok loe ada acara ?" "Yeee... nih anak... Kan kita diundang Ruth ke pesta ultahnya. Gimana sih loe ? Loe emang nggak mau pergi ?" "Oh iya ya... Eh, maksud gua, kita pergi bareng-bareng yok !" "Hahaha... katanya loe mau bawa pasangan loe, F1d ?" "Eh... loe... nggak... anu... loe jadi pasangan gua aja yuk ?" "Wah, telat, F1d... Gua pergi bareng ama Dani. Belum ada pasangan yaaaa ? Nah loe..." "Oh ya udah !" F1do jadi malu sendiri. Buru-buru F1do nutup gagang telponnya. Makanya F1do panik ampe sekarang... Mau ngajak siapa lagi ? Well... cuma satu cewek yang belum dihubungi... Dialah pak polisi. Eh salah... Si Monika Cheerful. Tahu nggak Monika Cheerful siapa ? Itu loh... cewek yang di-pdkt-in F1do pertama sekali... Benih-benih asmara cinta dan kangen mulai timbul lagi di hati F1do. Sampai sekarang F1do enggak tahu gimana hati Monika Cheerful ama F1do. Nggak jelas, iya... kagak jelas... kayak Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) aja ! Hihi... Dari dulu F1do suka ama Cheerful ampe belakangan F1do jadi ilang feeling ama Cheerful gara-gara Cheerful pernah digebet ama Douglas, cowok yang belakangan khianatin cinta tulus Cheerful. F1do jelas aja ilang feeling, gimana nggak ? Cheerful bilang dia punya prinsip, dia mao konsen dulu ama pelayanan dan sekolahnya, terus... eh nggak tahunya belakangan jalan bareng ama Douglas, lama-lama jalan-jalan senang sampe-sampe akhirnya jalan Juanda, Daan Mogot, Kyai Tapa, hehe... So ? F1do ngeberaniin diri muter nomor telponnya Cheerful. Jari F1do mencet angka telpon. Tujuh, tujuh, kosong, sekian sekian sekian, huehuehue... nggak boleh ada yang tahu ! Cuma F1do doang yang boleh nelpon Cheerful. Hihihi... Takut banyak saingan ya, F1d ? :P ------------------------------------------------ "Halo...." "Halo...." "Bisa bicara dengan Cheerful ?" "Yup, saya sendiri. Siapa nih ?" "Temennya..." "Siapa ?" "Nnn... anu..." "Napa, F1d ? Kok ragu gitu ?" "Loh ? Tahu darimana ?" "Gua kan nggak bisa lupain suara loe !" Hati F1do bergetar keras, beneran nih F1do selalu nggak dilupain Cheerful ? Atau F1do kegeeran sendiri ? "Nnn... gimana kabar loe ?" "Baik, F1d... Loe gimana ?" "Iya..." "Nnn... Mon.... Hari Minggu itu indah ya ?" "Hah ? Lah iyalah... kan harinya Tuhan. Maksud loe apa ?" "Gimana kalo hari yang indah itu jadi hari yang mengecewakan ?" "Hah ? Nggak ngerti, F1d..." "Iya, kalo ada seorang yang suntuk abis di hari itu, gimana ?" "Maksud loe ?" "Loe kalo misalnya diajak keluar buat nemenin orang yang suntuk itu di hari yang indah itu biar orang itu nggak suntuk lagi, gimana, Mon ?" "Enggak ngeh nih, F1d... Bahasa loe dalem banget..." "Yeee... capek ya gua ngomong ama loe, Mon... Gua musti ekstra tenaga buat ngejelasinnya ya ?" "Iya. Mimum ekstra joss, hihi..." "Yeee, nih anak... Prinsip loe masih dipegang ya, Mon ?" "Prinsip apaan ?" "Yang loe bilang waktu itu hari ama gua, Mon..." "Yang mana ?" "Yang itu.... Masa lupa sih ?" "F1d, prinsip gua banyak, bejibun..." "Alamak !!!" "Gini aja deh, Mon. Yang singkat aja ya, biar loe ngerti..." "Iya..." "Gua suka ama loe... Eh maksud gua, gua diundang ke pesta ultahnya Ruth, loe mau nggak nemenin gua pergi bareng ?" "Yeee... gitu aja, loe pake muter-muter hari yang indah segala, F1d." "Iya ya... bertele-tele ya ?" "Sorry, F1d... Gua musti nganterin nyokap gua ke dokter, F1d..." "Suruh yang lain aja kek, Mon... Sodara loe kek..." "Aduh... nggak bisa, F1d... nggak ada orang selain gua di rumah..." "Yach....." "Loe napa nggak ajak yang lain aja, F1d ?" "Pada enggak bisa semua ! Enggak tahu kenapa... hiks... gua juga bingung... Alasannya beragam, sama kayak loe nggak bisa juga..." "Sorry ya, F1d..." "Ya udah deh... Bye..." "Bye... Tuhan memberkati ya, F1d..." "Iya...." Hancurlah semua harapan F1do. F1do nggak tahu lagi mau ngapain. Hancur Minah !!! Buat ngilangin rasa stressnya, F1do banting-banting guling di ranjang, kalo mau banting gelas, takut diomelin mami, terus sayang lagi... hihi... ------------------------------------------------ Di pesta ultah Ruth, F1do dengan baju keren dan berjas cuma bisa duduk di pojokan menyedot segelas fanta ijo. Percuma juga baju keren lagi... Tetep aja nggak ada yang bisa dibanggain. Tengsin berat F1do ngegombal dengan janji mao bawa pasangan segala. Kenyataannya ? Nihil... Dari tatapan mata F1do yang sayu (karena bete habis !), F1do cuma bisa ngelihat Ruth dan kawan-kawan yang berbahagia ngerayain Ruth yang makin dewasa. Telah bertambah satu umurnya. Ruth malam itu pipinya dikecup mesra oleh Saturn XQ atas permintaan anak-anak. Yang lain larut dalam kebahagiaan... Sedangkan F1do ? Larut dalam air (gula kali... hihi...). Larut dalam lamunan dan kesepian, mengkeret di pojokan, bertemankan sunyi yang emang udah biasa F1do ngalamin seumur hidup. Ya....., kesepian dalam kebahagiaan Ruth. Alone again naturally... ------------------------------------------------ -----(END)-----