Ahlan wa sahlan fii Putri PerSoNaL BLoG
Assalamu'alaikum WeLcOmE To My UkHTi BLoggER
Belajar Mencari Hikmah

“…..Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. Ar-Ra’d : 11)

Saya sering bertanya pada diri sendiri, mengapa penyakit selalu saja hadir tak putus-putus pada diri ini. Yang satu belum sembuh, sudah datang lagi yang lain, sehingga kalau sudah waktunya minum obat, saya sampai bingung sendiri, obat mana dulu yang harus diminum. Apalagi kalau sudah minum obat saya tidak bisa menelan pil-pil tersebut sekaligus, harus satu-satu barulah saya bisa menghabiskannya. Pernah seseorang bertanya “Kok anti sakit mulu sih?”, saya hanya tersenyum saja, ya mau gimana lagi? Saya juga tidak mau jadi orang penyakitan, dan semua orang tak ada yang mau itu. Mungkin memang sudah terlalu banyak dosa yang kita perbuat sehingga Allah harus menegur kita dengan cara diberi nikmat sakit. Itu sebagai bukti Allah masih sayang dengan kita.

Sebulan ini penyakit beruntun mampir, mulai dari sakit gigi, tekanan darah rendah, gangguan di paru-paru, there is something wrong with my bone toodan sekarang gangguan pencernaan. Belum lagi gangguan sulit tidur yang hampir setiap hari saya alami jika banyak pikiran. Untuk gangguan pencernaan yang satu ini benar-benar menguras energi. Setiap kali ingin ke belakang, keringat dingin sudah keluar sebesar biji jagung karena saya tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, akan keluar darah lagi yang sangat menyakitkan dan pada saat itu saya membayangkan betapa sulitnya seorang ibu yang sedang melahirkan, sakit sekali tentunya. Sampai saat ini alhamdulillah sudah lumayan membaik, sementara gangguan di paru-paru sudah mulai membaik pula. Di balik itu semua, syukur kepada Allah harus senantiasa kita lakukan.

Bukankah ketika diberi penyakit kita harus belajar sabar lagi berlapang dada? Terkadang kita sering khilaf, di saat sakit banyak sekali keluh kesah yang terucap. Memang seharusnya kita bisa belajar sabar lagi bukan? Toh, masih banyak orang lain yang memiliki kondisi yang jauh lebih buruk dari kita. Saudara-saudara kita di bumi manapun, yang sedang mengalami musibah bencana alam, atau saudara kita di Palestina, mereka semua jauh lebih buruk kondisinya dengan kita. Jadi bila dipikir-pikir, sebenarnya saya sangat malu ketika hanya dengan penyakit seperti itu malah kemudian menjadi manja. Nope, itu tidak boleh terjadi

Seorang saudari sering berkata kepada saya, “Biarlah umat mendapatkan potensi anti yang jauh lebih baik”, dan itu memang benar. Dakwah menuntut kita pada saat terkuat kita, pada saat muda kita, pada saat potensi kita benar-benar fit. Karena ketika seseorang sakit, sedikit banyak potensi itu akan berkurang, ya toh? Terlepas dari itu semua, lagi-lagi tawazun (seimbang) harus selalu kita terapkan. Inilah hal yang cukup sulit saya lakukan, but we have to do it, right? Mengubah kondisi kita sendiri dan selalu bertawakkal kepada Allah, karena Allah akan menilai usaha kita. Sakit bagi saya adalah tempat untuk belajar mencari hikmah.

NB : Jazakumullah khairan katsiran kepada saudara-saudari seiman yang senantiasa memberikan support dan nasihat di kondisi seperti ini, baik via sms, telpon, YM, dan sebagainya. Semoga Allah membalas kebaikan itu dengan kenikmatan yang tak di sangka-sangka dari segala arah. Amin.

Maafkan jika belum maksimal untuk semuanya ya (terutama buat rekan-rekan di kampus, afwan jiddan kalau beberapa kali tidak bisa ikut serta, it’s hard enough whole day)

2007-05-11 15:00:34 GMT
 
Hosted by www.Geocities.ws

1