Ahlan wa sahlan fii Putri PerSoNaL BLoG
Assalamu'alaikum WeLcOmE To My UkHTi BLoggER
NPSP

Ehem..hem...hemmm. tau ndak apaan tuh NPSP??? Itu lho..., singkatan dari sebuah buku yang berjudul Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan...

Iseng-iseng mau menaruh sedikit isi bukunya yang ude aye catet di beberapa lembar kertas...
###

Alangkah seringnya, mentergesai kenikmatan itu.
Membuat detik-detik di depan terasa hambar.
Kelezatan itu akan hilang dari orang yang
terpenuhi tuntunan syahwatnya yang haram.
Yang tersisa hanyalah dosa dan hina.

Ketertarikan pada pasangan hidup menempati posisi pertama dari syahwat kemanusiaan. Islam meletakkan cinta dan hawa nafsu dalam kemuliaan.

Al Imam Ahmad ibn Hanbal berkata: "Jika ada seorang pemuda yang tidak berkeinginan menikah, maka hanya dua kemungkinan: banyak bermaksiat atau diragukan kejantanannya!"

Rabbi..., bila ku jatuh hati
Ku ingin terbang cepat
Hingga syaithan tak sanggup hinggap




Jika ada yang mengatakan bahwa cintalah yang menyatukan dua insan berlainan jenis tanpa ikatan halal, semoga ia bersiap menggigit jari.


"Maka apakah orang-orang yang dijadikan (oleh syaithan) menganggap baik (sama dengan orang-orang yang tidak ditipu syaithan)?..." (Q.S. Faathir:8)

Nafsu
yang diperturutkan dan tertipu syaithan selalu menarik kita ke alam hewani yang rendah.

"Dan aku tidak berlepas diri dari (kesalahan) nafsuku. Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali yang di-
beri rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabb-


ku, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(Q.S.Yusuf:53)

Walaupun ia sudah mengerti batasan-batasan yang diberikan Allah dan Rasul-Nya. Tetapi tetap saja ketertarikan itu menggantungkan keinginan untuk memberi perhatian, sekedar memahami, atau bahkan berusaha memberikan protect agar si dia tetap dalam kesalihan.

Naluri mendapatkan perhatian kadang menarik perasaan untuk mencoba sejauh apa pandangan seorang ikhwan terhadap masalahnya.

Apabila kamu merasa kagum dengan seorang wanita, ingatlah kejelekan-kejelekannya! (Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu). Bukan orangnya yang kemudian harus kita sikapi sebagai 'orang yang banyak kekurangan'. Tetapi lebih agar interaksi yang kita lakukan benar-benar porposional.

Kita sering berkata cinta karena Allah semata. Tetapi tanpa ikatan apapun, kita memberi perhatian khusus pada sebuah nama. Padahal banyak sekali yang harus dicintai karena Allah. Pengkhususan adalah pemfokusan jaring pesona yang berbahaya.

Cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab...(Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, dalam Raudhatil Muhibbin). Kaidah cinta Ibnul Qayyim ini mengajarkan pada kita bahwa sebab adalah nyawa bagi cinta. Sebab sembarangan hanya menumbuhkan cinta sembarangan. Cinta yang abadi memerlukan sebab yang abadi, begitulah kesimpulannya. Adalah dusta jika kau berkata cintamu abadi, padahal sebab cintamu hanya kecantikan fana, kekayaan sementara, atau perangai sandiwara.

Keinginan yang kuat untuk berpacaran dalam diri kita ini -kalau ada- adalah manifestasi kepengecutan yang bertahta dalam sanubari.

Sudah dulu ya..., capek di depan komputer terus. Insya Allah nanti bakal Putri terusin deh!!!

Ya Rabb, semoga hamba-Mu yang dhoif ini selalu berada di dalam bimbingan-Mu, amin...

###

Selama PACARAN mereka berpikir sedang BERUSAHA saling memahami. Sebenarnya BUKAN itu yang terjadi. Mereka berusaha untuk tampil LEBIH BAIK dari yang sebenarnya.


Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Al Fawaid berkata:

Bila pada anak adam kau mengadu berkesah
Berarti kau adukan Sang Maha Rahiim
Kepada yang tak punya belas kasih

Cara untuk belajar menjadi istri terbaik hanyalah melalui suami. Cara untuk menjadi suami terbaik hanyalah melalui istri. Tidak bisa melalui pacaran. Pacaran hanya mengajarkan bagaimana menjadi pacar terbaik, bukan menjadi istri atau suami terbaik.

Kalau anda menikah dan pernah pacaran, anda akan membandingkan pacaran dengan pernikahan. Pasti pacaran lebih indah, karena pacaran memang hanya mencari rasa yang indah. Jadilah kenangan pacaran sebagai penyesalan dalam hidup rumah tangga.

Allah memiliki sifat cemburu yang jauh lebih dahsyat dari cemburunya seorang hamba melihat orang lain berada di antara (maaf) paha istrinya. Karena itu Allah mengharamkan segala jenis kekejian dan segala macam kerusakan.

Cara mencari jodoh terbaik adalah dengan mengubah diri menjadi yang terbaik.

Cinta yang tidak sehat, bisa saja menjadi salah satu identitas keberdosaan yang akan kita bawa menghadap Allah Azza Wa Jalla.


Cinta yang sehat mengajarkan untuk mempersiapkan masa depan kita penuh rencana, karena engkau memiliki istri dan putra-putri yang akan kau pertanggungjawabkan nafkahnya di hadapan Allah.

Umar Ibn Khaththab berkata: Bagi kaum laki-laki diam itu adalah kelalaian, sedangkan bagi kaum wanita adalah nafsu yang membara [La Tahzan:385]

Bagi ahli puasa, ada dua kebahagiaan: saat berbuka dan saat Allah menyapa untuk memberi balasan.
Inilah puasa panjang syahwatku, saat berbuka itu tak lama lagi, dan rasa nikmat itu, ada pada keterkejutan.

"Siapa yang menundukkan pandangannya dari apa-apa yang diharamkan Allah, maka Allah akan mengaruniakan hikmah pada lisannya, yang dengan itu ia memberikan petunjuk kepada orang-orang yang mendengarkannya. Sesiapa yang menundukkan pandangannya dari syubhat, maka Allah akan menempatkan cahaya dalam hatinya, cahaya yang menerangi menuju jalan keridhaan-Nya." (Abu Husain Al Warraq)

Syaithan, kata Ibnul 'Abbas, menempati tiga lokasi dalam diri seorang lelaki: pandangan, hati, dan ingatan. Sedangkan dalam diri seorang wanita menurut Faqih-nya para sahabat ada pada lirikan mata, hati, dan kelemahannya.

Pandangan adalah anak panah beracun dari anak panah iblis. Siapapun yang menghindarinya karena takut kepada Allah, Allah akan mengaruniakan keimanan, yang ia temui rasa manisnya di dalam hati." (H.R. Al-hakim)

Sesungguhnya di antara kalimat kenabian yang mula-mula adalah: Jika kamu sudah tak lagi memiliki rasa malu, lakukan apa saja yang kau mau." (H.R. Al Bukhari)


Dalam sebuah hati yang selalu merasa diawasi Allah akan muncul rasa malu yang dahsyat kepada-Nya.

Bayangkanlah jika kita sedang bermaksiat dan melanggar larangan Allah, bisa jadi di saat itu pula calon istri atau calon suami kita sedang melakukan hal yang sama di sudut lain di dunia. Perkataan ini bukan dimaksudkan untuk memindahkan rasa takut kita kepada Allah kepada ketakutan untuk tidak mendapatkan jodoh yang baik. Ingatlah bahwa Allah telah menggariskan bahwa mencari jodoh yang baik adalah dengan menjaga dan mendidik diri menjadi yang terbaik.

Salah satu kunci surga adalah rasa takut pada Allah dan mencegah diri dari keinginan nafsu.

Jika cinta orang yang mebuk asmara kepada Laila dan Salma, telah
merampas hati dan pikiran.
Lalu, apa yang dilakukan oleh orang yang kasmaran, yang di dalamnya
mengalir rasa cinta kepada Yang Maha Tinggi?

Jika kau liarkan matamu kepada semua mata,
maka semua pemandangan akan membuatmu lelah.
Kau lihat pemandangan, tapi tak seluruhnya mampu kau lihat
dan kau tatap.

Diambil dari buku NPSP (NIkmatnya Pacaran Setelah Pernikahan), sebagian kecil ada yang diambil dari buku La Tahzan karya Dr. 'Aidh Al Qarni.

2007-03-18 01:48:17 GMT
 
Hosted by www.Geocities.ws

1