Saya mengenal dunia chat ini sejak 2 tahun yang lalu. Sebelumnya saya memang tidak berminat untuk menyentuh fasilitas yang satu ini karena banyak mendengar hal-hal buruk yang terjadi di dunia chat, sampai suatu ketika saya iseng mencoba membuka YM chat. Awal-awal sih saya sempat bingung, chatting mau ngapain yah? Lalu sampai suatu saat saya menemukan sebuah room diskusi keislaman “Islam dot net”, di sanalah saya berjumpa dengan saudara-saudara yang lain. Banyak juga ternyata manfaat positif yang bisa saya dapatkan. Selain mengetahui tentang dunia blogging, saya pun mendapatkan ilmu dan saudara yang cukup banyak, tak tertinggal informasi-informasi dari daerah lain.
Akhir-akhir ini saya sering kesal dengan beberapa ID yang tidak saya kenal. Memang sih, kesalahan saya sebenarnya yang selalu mengizinkan ID lain untuk add ID saya tanpa saya tanya alasannya apa, karena saya selalu berfikir ‘lurus’ bahwa mereka mungkin berniat baik. Sampai suatu saat saya benar-benar dibuat kesal oleh beberapa ID tak dikenal. Masih mending jika pemilik ID itu seorang wanita, tapi ini milik seseorang yang mengaku laki-laki. Pada awalnya saya kasihan juga melihat dia yang butuh ilmu (katanya), lalu saya kenalkan dengan komunitas cyber yang ada agar dia bisa memperoleh teman-teman diskusi di sana. Lalu chat selanjutnya bukannya malah dia diskusi dengan teman-teman yang saya kenalkan, tetapi makin sering menyapa saya dengan alasan yang macam-macam. Saya cuekin saja, karena saya tidak mau meladeni orang yang hanya iseng atau mengumbar rayuan pulau kelapa tak tentu arah
. Waktu itu benar-benar panas kepala saya. Akhirnya saya ignore dia biar tidak mengganggu.
Teringat dengan artikelnya mbak hanum yang berjudul “Kiat Menghindari ‘Lubang’ Di Chat”, jadi saya ingin menyusun kembali hal-hal yang berkaitan dengan chat antara lain :
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Luruskan kembali niat chat. Menggunakan chat hanya untuk sarana komunikasi yang diperlukan, sarana diskusi dan menambah ilmu, sarana menambah saudara, dan juga dapat digunakan sebagai sarana berdakwah.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Jangan sembarangan mengizinkan orang lain add ID kita, tanyakan dulu identitasnya dan untuk apa add ID kita.
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Hati-hati chat dengan lawan jenis, karena syaitan selalu berada di setiap arah kita dan selalu mengajak manusia untuk jatuh ke dalam maksiat. Chat dengan lawan jenis kalau diperlukan saja, kalau hanya sekedar diskusi keislaman, sebaiknya buat sebuah conference chat dan undang beberapa orang untuk ikut, itu akan lebih aman dan ahsan dibandingkan pemikiran dua orang. Jika pembicaraan sudah mulai mengarah pada pembahasan perasaan atau lawan bicara kita ingin curhat, sebaiknya hentikan saat itu juga, dan rekomendasikan dengan chatter ikhwan yang kita kenal. Walaupun kita bisa menghindari hal-hal buruk itu, tetapi belum tentu dengan lawan bicara kita kan?
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Saat chat, tetap terapkan akhlakul karimah termasuk kejujuran tanpa kebohongan, tetapi bukan berarti kita harus menjelaskan semua tentang diri kita.
<!--[if !supportLists]-->5. Kalau masuk ke chatroom, gunakan untuk sarana berdakwah dan berdialog dengan orang lain dalam rangka menyebar kebenaran dan kebaikan. Kalau akhirnya di sana malah kita mendapat banyak cobaan atau akhirnya berbicara tak tentu arah, sebaiknya tinggalkan room yang sudah tidak kondusif itu. Di lain waktu jika kondisi bisa kita kendalikan, maka kita bisa melanjutkannya lagi.
Dunia maya adalah dunia tanpa batas (kata orang) maka untuk menghadapinya tentu diperlukan kebijaksanaan dan kejelian memahami kondisi yang terjadi. Tak jarang terjadi penipuan melalui chatting atau banyak maksiat yang bisa ditimbulkannya, tetapi ketika kita tetap teguh dengan prinsip kita, dan kita tetap menjaga aturan-aturan sesuai dengan yang diperintahkan Allah swt, insyaAllah chat yang kita lakukan akan membawa kepada kebaikan. Tak lupa kita senantiasa berdoa agar kita selalu dilindungi Allah saat chat dan dipertemukan dengan orang-orang baik dan dijauhkan dari kejahatan makhlukNya. Amin
NB : Mulai saat ini, kalau chat harus lebih hati-hati lagi yah