Information

Maret, 2005

Home
About Me
Interests
Information
Favorites
Photo Gallery
Download
Feedback

 

 

 

 

 

  This page containing about some information available in Bahasa version. Sources taken from Majalah INTISARI. Please take a time in this page. Hope you enjoy it.
   
  Fisikamania

  •  Mobil Balap Butuh Sayap

 

 

 

Penggemar lomba balapan Indy Car tentu familiar dengan benda bernama spoiler. Para penggila modifikasi lalu ikut-ikutan memasang di mobilnya agar tampak keren dan mirip mobil balap. Alih-alih ikut balapan, wong keluar dari garasi saja sudah dihadang "polisi tidur". Berbeda dengan mobil balap yang memang ada fungsi khususnya yang sangat vital.

Seperti diketahui, mobil dapat menempel di permukaan jalan karena adanya gaya tekan ke bawah yang besarnya sebanding dengan massa mobil. Gaya tekan ini ternyata berkurang seiring dengan meningkatnya kecepatan mobil. Apalagi di lintasan yang menikung. Akibatnya, daya cengkeram ban mobil terhadap permukaan jalan menjadi berkurang dan mobil jadi mudah tergelincir (sliding). Mungkin ada yang nyeletuk, "Tambah saja bobot mobil. Beres 'kan?" Beres sih beres, tapi mau mobil bertambah lembam dan semakin sulit berakselerasi? Enggak mau 'kan?

Nah, pemasangan spoiler pada mobil balap dimaksudkan untuk meningkatkan daya cengkeram ban tanpa harus menambah bobot mobil. Tugas semacam itu pada pesawat terbang diemban oleh sayap. Bedanya, spoiler menghasilkan gaya yang arahnya ke bawah, sayap pesawat menghasilkan gaya yang arahnya ke atas.

Besarnya gaya ke bawah yang dihasilkan spoiler sebanding dengan kecepatan mobil. Mobil balap ber-spoiler yang melaju pada kecepatan 250 km/jam bisa memperoleh gaya tekan ke bawah hingga orde 3 G (gaya gravitasi). Dengan gaya tekan sebesar itu, mobil-mobil balap Indy Car dapat berpacu di lintasan balap yang miring dan melingkar tanpa tergelincir.

Sayangnya, selain menghasilkan gaya ke bawah, spoiler juga menghasilkan drag yang lumayan besar. Sebenarnya itu alamiah, tapi menghambat laju mobil. Karena itu, para perancang mobil balap mesti cermat menghitung drag/lift ratio, yaitu nisbah antara perlambatan yang harus dialami mobil dan gaya ke bawah yang dihasilkan sebuah spoiler.

Jadi, tidak asal pasang.

  •  Tong Setan Permainan Ilmiah

     

Meski namanya agak serem, permainan tong setan, yakni kebut-kebutan motor di dalam tong besar, masih tetap mengandalkan hukum fisika mekanika. Jadi, tidak benar anggapan bahwa permainan tong setan ada unsur gaibnya. Tong setan sendiri berupa silinder yang tersusun dari papan-papan kayu sebagai dindingnya, dengan tinggi dan diameter tertentu.

Sebelum membahas permainan tong setan, mari kita bermain "seolah-olah". Bayangkan Anda berdiri di atas sebuah piringan besar, lalu piringan diputar. Tentu saja kita akan terpelanting keluar dari piringan itu. Mengapa bisa begitu? Karena terjadi gaya sentrifugal. yang disebabkan oleh putaran itu. Arah gayanya menjauhi pusat piringan. Kita memang mengalami gaya gravitasi. Namun gaya gravitasi tidak mampu menahan gaya sentrifugal tadi sehingga kita terpelanting.

Lalu, bagaimana dengan tong setan? Tong setan memodifikasi peristiwa piringan di atas. Agar kita tidak terpelanting, maka bagian tepi piringan ditekuk miring ke atas. Alhasil, orang yang berdiri menapak di atas tekukan itu tidak akan terpelanting.

Betul, ada perbedaan antara contoh tadi dengan tong setan. Pada kasus pertama, piringannya yang bergerak, sedangkan tong setan sebaliknya. Pemainnya yang ngebut mengendarai motor. Akan tetapi, bukankah ada Hukum Relativitas? Jika sebuah benda (A) bergerak terhadap benda lain (B) dalam suatu kerangka acuan yang sama, maka bisa berarti benda B bergerak dengan arah yang berlawanan terhadap benda A. Jadi, bukan masalah siapa sebenarnya yang bergerak. Yang penting berapa perbedaan kecepatan antara kedua benda di dalam kerangka yang sama itu.

Kesimpulannya, motor yang melaju kencang dalam tong setan harus memiliki kecepatan dan posisi sedemikian rupa sehingga arah gaya resultante (antara gaya gravitasi dan gaya sentrifugal) bisa tegak lurus terhadap dinding tong. Keahlian inilah yang patut kita hargai mengingat permainan ini lebih banyak beredar di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Nah, kalau kebetulan ada rombongan sirkus mampir di kampung Anda, cobalah lihat. Siapa tahu ada permainan tong setan ini.

   
  Lentera

  •  Cerita Cinta

   

Melihat tiga orang lelaki asing berdiri di halaman, wanita yang empunya rumah keluar menemui mereka. "Maaf, saya tidak mengenal Anda sekalian. Tapi tampaknya Anda baru saja menempuh perjalanan jauh. Silakan masuk, mari minum teh." Salah satu dari ketiga tamu tak diundang itu menyahut, "Apakah suamimu berada di rumah?"

"Oh, dia masih dikantor," jawab yang ditanya.

"Kalau begitu, kami tidak mau masuk."

Sore hari, ketika suaminya sudah pulang kerja, wanita tersebut kembali mempersilakan para tamunya masuk.

"Kami tidak akan masuk ke dalam rumah bersama-sama."

"Mengapa demikian?"

Salah satu dari ketiga lelaki itu berkata, "Nama dia adalah Harta," ujarnya sambil menunjuk salah seorangtemannya. Kemudian sambil menunjuk temannya yang satu lagi ia berkata, "Kalau di bernama Sukses, sementara saya sendiri adalah Cinta." Ia melanjutkan bicara, "Sekarang, rundingkanlah dahulu dengan suamimu, siapa di antara kami yang terlebih dahulu diundang masuk."

Wanita itu masuk kembali ke dalam rumah. Rupanya, terjadi perdebatan di sana. "Suruh saja si Harta masuk duluan, agar rumah ini dipenuhi harta," ujar sang suami. Namun, si istri tidak setuju. "Sayang, kenapa kita tidak mengundang si Sukses saja?" Dari kamar terdengar suara anak gadis mereka mengajukan usul, "Bagaimana kalau kita pilih si Cinta saja. Dengan demikian rumah ini akan dipenuhi cinta."

Akhirnya disepakati untuk memanggil Cinta terlebih dulu. Anehnya, begitu Cinta melangkah masuk rumah, kedua temannya ikut. Dengan terheran-heran wanita itu berkata, "Lo, saya kan hanya mengundang Cinta, mengapa kalian berdua ikut?"

Mereka menjawab, "Bila Anda mengundang Harta atau Sukses saja, kedua dari kami tidak akan ikut. Tapi karena Anda mengundang Cinta, ke mana pun ia pergi kami akan selalu itu. Di mana ada Cinta, di sana ada Harta dan Sukses." /(*/djs)

  •  Pohon Masalah

   

Seorang pemrogram komputer yang saya pesan untuk memperbaiki PC di rumah datang terlambat. Katanya, di tengah jalan ban mobilnya kempes. Ketika sedang memperbaiki komputer, bor listriknya macet tak mau berfungsi. Akibat berbagai masalah tadi, ia kehilangan waktu kerjanya hampir dua jam. Rupanya, penderitaannya tak hanya berhenti sampai disini. Persis saatnya mau pulang, mendadak mesin mobilnya ogah distart dan mogok.

Agar tidak kemalaman, saya mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan ia tampak termenung sedih atas kesialan yang bertubi-tubi menimpanya hari itu. Sesampainya di depan rumahnya, ia mengajak saya mampir. Saat kami berjalan menuju rumahnya, tiba-tiba ia berhenti sebentar di depan sebuah pohon kecil yang tumbuh di halaman depan. Ia menyentuh ujung-ujung cabang pohon itu dengan kedua tangannya. Setelah itu, raut mukanya menampakkan perubahan besar. Begitu pintu rumah terbuka, wajah yang semula lesu kusam itu mendadak penuh senyuman. Dengan riang dan hangat ia memeluk kedua anaknya serta mencium sang istri yang menyambutnya.

Karena penasaran, sebelum berpamitan saya bertanya apa yang dia lakukan dengan pohon tersebut?

"Oh, itu adalah pohon masalah saya," jawabnya. Menyadari lawan bicaranya kebingungan, pria ini melanjutkan bicara, "Saya sadar, ada banyak persoalan muncul dalam pekerjaan. Namun, yang pasti segala permasalahan itu bukan milik orang rumah, baik anak maupun istri saya. Itulah sebabnya sore hari setiap pulang dari kantor, sebelum masuk rumah saya selalu menaruh semua masalah atau problem pekerjaan di pohon ini. Keesokan harinya, saya ambil untuk dibawa ke kantor lagi."

"Anehnya," lanjutnya sambil tersenyum, "Di pagi hari ketika saya ambil lagi masalah-masalah tersebut dari pohon, rasanya tidak lagi seberat seperti ketika saya taruh kemarin sore." /(Stories for a Man's Heart/djs)

   
  Tips

  •  Memupuk Rasa Bahagia

   

Manusia memang tidak bisa merasa terus-menerus bahagia. Namun, yang perlu diusahakan adalah membangun kondisi emosi yang stabil. Dengan demikian, seseorang tidak mudah menjadi terlalu gembira atau teramat sedih. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencapainya:

  • Berikan perhatian tulus kepada orang lain, jangan hanya memfokuskan perhatian pada diri-sendiri.

  • Bersihkan pikiran setiap bangun pagi. Pikiran jernih akan membuat kita gembira.

  • Bila mungkin, ulurkan bantuan kepada orang di sekitar kita yang membutuhkan.

  • Kurangi menuntut orang lain untuk berpikir atau bertindak seperti kita.

  • Cobalah menghapus rasa sedih, waswas, atau gelisah dengan melakukan pekerjaan yang membuat kita berkeringat.

  • Tawar hati akan hilang bila kita mau memberikan kesenangan pada orang lain di sekeliling kita.

  • Berolahraga secara teratur dan bersungguh-sungguh. Peredaran darah yang lancar akan membuat semua oragan tubuh bekerja sebagaimana mestinya.

  • Beribadahlah dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu, ketenangan batin akan kita peroleh.

Hosted by www.Geocities.ws

1