Suku dan Karakternya

 

Nanggroe Kesatuan Republik Indonesia konon terdiri lebih dari 13 ribu pulau besar-besar dan kecil-kecil. Pulau-pulau itu bak jamrud berwarna hijau dari ujung ke ujung. Begitu luasnya wilayah negri yang subur itu, sehingga pesawat Boeing 747 perlu waktu lebih dari 4 jam untuk melangkah dari ujung pulau yang paling timur ke ujung pulau yang paling barat. Perlu waktu sekitar sebulan di atas laut, bagi kapal Sinabung, agar bisa sampai tujuan dengan jarak yang sama.

 

Nanggroe Kesatuan Republik Indonesi konon pulau-pulaunya yang ribuan itu, dihuni oleh puluhan jenis suku dan puak, dengan bahasa dan dialeknya masing-masing. Satu pulau kecil, seperti Jawa, bisa dihuni oleh suku Jawa, Sunda, Betawi, Baduwi, dll. Satu suku bisa mempunyai cabang, “sub-suku” yang punya adat dan bahasa yang tersendiri juga. Seperti suku Sunda, di sana ada suku Cirebon, yang punya bahasa tersendiri juga.

 

Bahkan di Jawa Barat, berdiri suku-suku tersendiri yang punya bahasa yang sama, bahasa Sunda, yang dipakai oleh orang Sunda, Baduwi, dan sebagian Betawi. Walaupun orang Jakarta berada di pulau Jawa, mereka tidak mau mengakui sebagai orang bersuku Jawa, mereka lebih pede kalau disebut orang Jakarte, dengan bahasa tersendiri juga, bahasa Jakarta.

 

Di pulau Sumatra, yang baru saja kedatangan Tsunami, lebih luas lagi wilayah kekuasaan para suku di sana. Banyak suku-suku di sana, seperti Batak, dll. Kalau di pulau Jawa, suku Betawi “diusir-usir” dari wilayah kekuasaannya, di Sumatra, rasa “nasionalisme” terhadap sukunya sangat-sangat kuat, berurat-berakar, dari ubun-ubun sampai ujung jempol. Rumah-rumah, di Minangkabau, masih banyak yang berciri khas Minang.

 

- sifat para suku di perantauan

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1