Cara Praktis Belajar Bahasa Asing
 
Maaf, tips kali ini sangat-sangat terlambat. Ini semua gara-gara account
saya dibajak oleh oleh pihak-pihak yg tidak bertanggung jawab, sehingga saya
tidak bisa  lagi mengirim post dg account emabdalah. Account saya tsb
digunakan untuk mengirimkan spam email ke berbagai milis asing dan dalam
negri, hingga membuat Yahoogroups memblokir account cantik itu. Berulangkali
saya mencoba menjelaskan kalau perbuatan biadab itu bukan atas sepengetahuan
saya, tapi tetap saja account tsb dibanned. Mungkin yg punya yahoogroups
juga teritisasi oleh tulisan-tulisan saya yg selama ini mengkritik amerika.
Kenapa? Karena kalau mau objectiv, bisa saja si pengirim spam tsb dilacak IP
nya. Tapi yahoogroups nampaknya ndak ngerti caranya cari IP address atau
source pengirim.
 
Jadi, ya, terpaksa emabdalah tak bisa lagi berkoar-koar di milis ini,
menasehati, memberis saran, arahan dan bimbingan (macam betuuul je), atau
sekedar menyelorohkan berita terkini dan segar. Tapi bagi para fans (uhuk...
uhuk...) jagan kuatir, sebab sepandai-pandainya yahoogroups membanned saya,
toh masih juga kebobolan, senang jer, I ganti acount. He he he.
 
Seperti yg sudah diutarakan dalam tulisan terdahulu, belajar bhs asing, itu
rahasianya adalah tidak perlu malu-malu, takut salah, dan sebagainya. System
feodal, yg terlalu banyak aturan dan tata-cara, tak perlu digunakan.
Sebanyak apa pun anda melakukan kesalahan dalam berbahasa, tidak akan
menyebabkan kepala anda meledak. Berbeda jika anda belajar menggunakan bom,
sekali anda melakukan kesalahan, tamat riwayat anda selamanya.
 
Resep utama tsb berlaku untuk setiap orang, tak pandang usia dan gender.
Tapi ada baiknya, sebelum memulai belajar bahasa asing, anda survei dulu,
bahasa apa yg kira-kira berguna untuk anda. Tak perlu diperhitungkan jangka
panjang atau pendeknya. Kalau anda sudah bisa bicara bahasa asing, tak akan
mudah hilang, kalau sudah nemplok di kepala.
 
Pertama-tama, lihat nilai komersil bahasa tsb. Misalkan anda pendatang Cina,
dan berdagang di Padang, jangan sekali-kali menggunakan bhs Hokian. Buang
bhs nenek moyang anda tsb, dan ganti, minimal dg bhs Indonesia. Sebab orang
Padang masih banyak yg punya fanatisme kesukuan yg konservatif veodalistik.
Atau sebaliknya, jika anda orang Padang dan ingin shoping di Singapore,
jangan  sekali-kali menggunakan bhs Padang, apalagi sambil memutar lagu
Minang keras-keras. Gunakan bahasa Mandarin atau Melayu, minimal bahasa
Inggris.
 
Secara global, bahasa Inggris memegang peranan yg sangat fital untuk
berkomunikasi, baik dalam bidang bisnis, dll. Kalau anda bisa satu bahasa
ini, akan sangat gampang untuk belajar bahasa asing lainnya. Lalu, bagaimana
cara belajar bhs asing yg benar dan cepat? Sampai sekarang TIDAK ADA cara
atau teori, di mana seseorang bisa berkomunikasi dg bhs asing, dalam waktu
yg cepat. Buku-buku di pinggir jalan dan toko-toko yg menawarkan "Belajar
Cepat Bhs Inggris, Perancis, Jerman," atau "Mahir berbahasa Inggris dalam
waktu 24 Jam", hanya iklan akal-akalan saja. Sebab, secara empirik, bahasa
adalah suatu ilmu yg harus dipelajari SEUMUR HIDUP.
 
Walaupun anda sudah lulus TOEFL, Andvance, lulusan Cambridge University,
tetap saja, bahasa adalah "long life lerning". Sebab bahasa selalu
berkembang dari masa ke masa.
 
Mungkin ada yg minder (withdrawal) kalau melihat orang asing bicara Inggris
begitu lancar, tak ada satu huruf pun yg salah di film-film. Tentu anda tak
perlu minder, sebab dialog di film kan memang sudah dihapalkan oleh para
pelakunya.  Dan alasan kuat untuk tidak minder dan malu-malu adalah, karena
faktor akustik lidah dan mulut Asia, terutama Indonesia, berbeda jauh dg
susuan arsitektural dan kontruksi lidah dan mulut orang Barat. Contohnya,
ciri bahasa Inggris, adalah tak ada PENEKANAN dalam membaca sebuah kalimat.
Misal kata, "Mississippi river" dibaca, "misisipi" tak ada kaedah Tajwid,
seperti dalam bhs Arab; kalau ada huruf dobel, musti ditekan kuat-kuat.
 
Kebanyakan orang Timur, terjebak dalam membaca kata-kata bhs Inggris, karena
mereka membacanya huruf demi huruf. "Collateral Damage", baca saja,
"kolateral damej", tak perlu lihat huruf "L" nya yg dobel.
 
Selain mulut dan lidah yg berlainan jenis, telinga Indonesia dan Bule juga
berbeda jauh. Coba dengar baik-baik suara pistol yg meletus. Bagaimana
bunyinya? Telinga Timur kita, pasti akan mendiskripsikan bunyi pistol
meledak itu dg "Dor!". Tapi coba ledakkan lagi pistol itu, dan suruh orang
Bule mendengarnya. Pasti si Bule akan bilang, bunyinya, "Bang!". Betapa jauh
perbedaannya. Yg satu dengarnya "Dor!", yg satu "Bang!" Telinga mana yg
rosak?
 
Bagi yg baru-baru mulai belajar bhs asing, terutama Inggris, memang membikin
stress. Bhs Inggris adalah bhs "gila".
Memang benar bhs "gila", sebab orang yg asli lahir dg bhs Inggris pun,
sering salah ketika mengeja kata-kata dalam huruf. Tak heran kalau di USA
sana setiap tahun ada kompetisi mengeja huruf, yg dinamakan Spelling Bee.
Kalau anda pergi ke dokter di negara yg berbasis bhs "gila" tsb, anda musti
mendaftarkan nama anda dg mengeja satu-satu huruf yg anda punya sesuai nama
anda, atau anda menulisnya sendiri, walaupun si sakit adalah orang kampung
tempatan. Misal ada yg namanya "Rhino", jangan sampai salah dg "Rino",
"Ryno" atau "Raynold".
 
Beda dg di Bantul, kalau anda ke Puskesmas, ditanya suster, "Namanya siapa,
Mas?" tinggal jawab, "Werkudoro!" maka sang suster akan menulis tanpa
ragu-ragu nama tsb. Sebab Bhs Indonesia, kata yg diucapkan adalah sesuai dg
huruf yg ditulis.
 
Tapi bhs Perancis lebih gila lagi, segitu panjang huruf yg ditulis, yg
diucapkan hanya sedikit. Banyak huruf yg dibuang dan tidak dibaca. Coba baca
kalimat ini: "Intendance, Anse Aux Pins, Baie Ste Ann, Bonjour, North East
Point". Orang Indonesia pasti akan kesusahan membaca kalimat tsb, apalagi
kalau seumur hidup belum pernah keluar kandang. Sebab, kalau orang Perancis
yg membaca tulisan itu, maka begini jadinya: "Intedas, Aw so pé, Bay sétan
(iya, memang se-tan, begitu), Bozu, dan Naughty poi. Itu pun dg suara sengau
di hidung. Berbeza jauh bukan?
 
Yg paling klop dg lidah Indonesia, sebenarnya adalah lidah Arab. Untuk
belajar bhs Arab, orang Indon tidak jauh menaglami kesukaran, sebab bhs Arab
menggunakan Tajwid, di mana huruf yg dibaca sesuai huruf yg kita lihat. Ada
memang beberapa huruf yg hilang ketika diucapkan, tapi itu pun berlaku kalau
untuk membaca Al Qur'an. Dan itu pun tidak separah Bhs Perancis atau
Inggris.
 
Sayangnya bhs Arab kurang begitu laku di pasar bebas. Ianya hanya banyak
berlaku untuk urusan agama. Dikiranya bhs Sorga itu bhs Arab. Kalau mau
jujur, bhs Sorga itu, ya, bukan Arab, Inggris, Perancis, apalagi Padang atau
Batak. Bahasanya penghuni sorga, ya, namanya BAHASA SORGA. Sebab
bahasa-bahasa yg ada di dunia ini, termasuk bhs Arab, tak akan bisa mewakili
nama-nama seluruh benda dan makhluk yg ada di sorga. Mungkin juga, bahasanya
bahasa Arab, tapi yg sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Jadi namanya bukan
bahasa Arab lagi, tapi bahasa Sorga.
 
Seperti bhs Melayu yg banyak kesamaanya dg bhs Indonesia. Namanya tetap
berbeza dan berbeda. Bahasa Melayu, ya, bahasa Melayu, yg digunakan oleh
orang Melayu (Malaysia). Sedang bhs Indonesia, ya, bahasa Indonesia, yg
digunakan oleh rakyat Indonesia. Berbeda bukan?
 
Nah, dg mengetahui karakter-karakter bahasa asing, maka belajar bahasa asing
bukanlah urusan yg susah. Tinggal lagi teori-teori yg musti diterapkan
secara jitu, supaya belajar jadi tarasa ringan. Tentu saja di bagian yg
kedua.
 
Wassalam
 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1