T  A  N  G  L  E

 

Home Profile School Dreams My Article
Kanker Payudara

 

Kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Kanker Payudara dimulai dari lapisan dalam saluran susu atau tobulus hingga ke puting susu.

       A.      Penyebab Kanker Payudara

1.       Faktor genetik atau riwayat keluarga yang pernah mengidap penyakit Kanker Payudara.

2.       Akibat Penggunaan Hormon Estrogen.

3.       Penyakit fibrokistik: Perubahan sifat sel    Payudara menjadi ganas.

4.       Obesitas.

5.       Konsumsi lemak terlalu banyak.

6.       Radiasi : Terkena radiasi Ionisasi ketika sesudah dan sebelum pubertas.

7.       Gizi Buruk yang dikonsumsi oleh tubuh.

8.       Sistem Pertahanan yang gagal dibangun oleh tubuh.

 

      B.      Gejala dan Ciri-ciri Kanker Payudara

1.Pada Payudara terdapat benjolan dan Payudara mengalami perubahan bentuk.

2. Kulit Payudara mengalami perubahan bentuk dari Merah muda-cokelat-seperti jeruk.

3. Puting masuk ke dalam Payudara atau biasa disebut dengan retraksi.

4. Puting susu bisa saja putus ataupun hilang.

5. Rasa sakit hilang-tumbul ketika tumor semakin membesar.

6. Kulit Payudara terasa seperti terbakar.

7. Payudara megeluarkan cairan.

8. Timbul borok pada Payudara.

 

      C.      Cara Pengobatan

1.       Mastektomi

                Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992):

a.      Modified Radical Mastectomy,

                 yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.

b.   Total (Simple) Mastectomy,

                 yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.

c.   Radical Mastectomy,

                 yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi.

2.        Radiasi

                Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerahyang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton, 1996).

3.       Kemoterapi

                Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker melalui mekanisme kemotaksis.  Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996). Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi     .

 

D.      Cara Pencegahan Kanker Payudara

a.       Pencegahan primer

Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara.

b.      Pencegahan sekunder

               

1.       Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan     melakukan cancer risk assessement survey.

2.       Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun.

3.       Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.

4.       Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%.

c.       Pencegahan tertier

Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan.

                 Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.