
T A N G L E
| Sikap Kewirausahaan dalam Kemajuan Ekonomi Internasional |
|
Pertumbuhan Ekonomi Nasional ialah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Dalam hal ini keberhasilan suatu sistem ekonomi di suatu negara bergantung pada pertumbuhan ekonomi negara tersebut.[1] Paradigma Indonesia Masa lalu, yang mengenal Sumber Daya Alam sebagai faktor pendukung utama dalam majunya Pertumbuhan Ekonomi Nasional merupakan pemikiran yang sangat antitesis dan tradisional. Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbukti lebih besifat persuasif terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional kini menarik banyak negara untuk menjadikannya sebagai tujuan utama sekaligus cara yang paling efektif dalam memajukan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Negara mereka.
Pengandalan Sumber Daya Manusia sebagai ide penting
serta Stock of Know Sebagai contoh Negara Belanda yang merupakan Negara yang memiliki tingkat Sumber Daya Alam rendah, namun Belanda memakai sistem Ekonomi Kreatif yang mengandalkan ide serta gagasan – gagasan kreatif dari Sumber Daya Manusianya dalam mengembangkan Teknologi untuk memajukan Pembangunan Nasional dalam Memajukan Pertumbuhan Ekonomi pada saat itu sehingga Belanda kini menjadi salah satu Negara termaju di dunia. Menurut David Ricardo, bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state).[2] Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation. Kasus yang diutarakan oleh David Richardo merupakan kasus yang dialami Indonesia saat ini. Indonesia menempati urutan ke – 3 dengan penduduk terbanyak di dunia, Indonesia meliki banyak tenaga kerja yang berarti juga memiliki Sumber Daya Manusia yang banyak sehingga Ekonomi Kreatif dapat berlangsung dengan lancar. SDM harus diarahkan ke arah positif agar hasilnya dapat digunakan secara maksimal. SDM bisa menjadi faktor negatif bila pengarahannya salah, contohnya pengangguran yang merupakan pengolahan dari Sumber Daya Manusia yang salah. Lalu apabila Pengolahan Sumber Daya Manusia sudah benar dilakukan, selanjutnya sikap apa yang harus dimiliki oleh Setiap Sumber daya Manusia? Sikap yang tentunya harus dimilki oleh setiap Sumber Daya Manusia dalam bidang ekonomi, tentu saja sikap kewirausahaan. Sikap kewirausahaan bukanlah sebuah bakat, tetapi merupakan keinginan yang kuat untuk berbisnis dan bersaing secara sehat, semangat ingin sukses, semangat ingin menang, hati – hati dengan biaya, dan cermat dalam setiap langkah kerja. Bisa dikatakan Kewirausahaan ialah institusi yang mengandung nilai – nilai, budaya , serta adat istiadat ekonomi dalam masyarakat dan Wirausaha ialah orangnya. Dengan melihat kondisi Indonesia sekarang ini, tentunya peluang untuk megembangkan produktivitas ekonomi dan sikap kewirausahaan sangatlah besar, Apalagi indonesia tanpa kita sadari talah memberikan fasilitas – fasilitas sebagai sarana mengembangkan sikap kewirausahaan seperti kebiajakn pemerintah, instansi perekonomian, pendidikan ekonomi melalui sekolah, dan kondisi natural dari masyarakat Indonesia sendiri. Pada tahun 2020, kita akan memasuki era “free trade” di bagian Asia dan pasifik, dimana sikap kewirausahaan (entreupeneurship) sangatlah dibutuhkan agar dapat menyelesaikan persoalan – persoalan dan masalah ekonomi negara [3]. Maka dari itu dibutuhkan pelatihan sikap “proactive “ sedari dini khususnya pada tingkat Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA). Mempelajari dan memiliki sikap kewirausahaan tentu tidak hanya untuk mendapatkan uang saja, tetapi lebih mengedepankan Prospek Kewirausahan dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Lalu selanjutnya, Apa yang menjadi Prospek Masa Depan Perwirausaha Indonesia? Yang menjadi prospek masa depan para perwirausaha adalah memilih untuk menjadi wirausaha yang dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, yang tidak mendapatkan uang dari majikannya atau atasannya. Tetapi pertanyaan yang paling saya ingin tanyakan di sini, apakah usaha pemerintah dalam mengembangkan potensi – potensi Sumber Daya Manusia sudah cukup baik? Mungkin di daerah perkotaan usaha pengembangan potensi SDM sudah cukup baik, tetapi bagaimana dengan daerah pelosok, tempat yang jauh dari jangkauan perkotaan. Maka dari itu Peran Pemerintah untuk mensukseskan program ini sebenarnya ialah “Pemerataan dan Peningkatan”. Usaha – usaha yang dapat pemerintah lakukan untuk mendukung Pertumbuhan Ekonomi ialah : a. Menentukan Visi dan Misi dari Pertunbuhan Ekonomi itu sendiri. b. Mendukung usaha – usaha pengembangan sikap kewirausahaan di Indonesia seperti, membuat program sejenis YEP,menyuplai buku – buku yang dibutuhkan dalam proses pengembangan sikap kewirausahaan di sekolah – sekolah Indonesia. c. Melaksanakna Peningkatan terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan tak lupa juga melakukan Pemerataan khususnya didaerah pelosok. d. Mencanangkan program yang dapat menunjang Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. e. Membuat ringkasan tentang keuntungan dan kerugian yang akan dijalankan, dan memikirkan solusi untuk mengatasi / meminimalisir kerugian yang akan didapat. [1]http:// www.wikipedia.com [2] http://www.wikipedia.com [3] Makalah milik Ibu Ani Pinayani Drs. M.M hal 3.
|
