Kebiasaan Terlambat Pengaruhi Etika dan Moral
Telat! Kebiasaan yang seringkali didengar dengan beribu alasan yang mengikutinya. Terkadang datang terlambat memang dapat dimaklumi dengan alasan yang sewajarnya namun tak jarang pula hal ketidaktepatan waktu ini dikarenakan oleh banyaknya faktor yang tidak jelas bahkan hanya karena masalah sepele atau bersangkut paut pada orang yang terlambat itu sendiri.
Di pemikiran awam mungkin ketidaktepatan waktu hanyalah masalah ringan dikebanyakan orang. Namun jika didiamkan hal sekecil ini dapat mempengaruhi kehidupan atau suatu urusan bahkan dapat menyebabkan timbulnya masalah. Diambil dalam dunia pekerjaan misalnya, seorang atasan yang datang terlambat ditengah meeting besar bersama anggota-anggota kantor yang lain dapat memperngaruhi penilaian orang terhadap dirinya karena atasan tersebut dinilai tak bisa mengatur waktu dengan baik atau malah tidak disiplin dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Fakta ini membutktikan bahwa datang terlambat dapat menimbulkan suatu kerugian yang akan teramat besar bagi orang yang melakukannya.
Hal ini dikarenakan banyak orang yang tak bisa mengatur waktu kesehariannya sehingga hidup pun tak teratur dengan baik. Penyebab lainnya seperti tingkat “konsisten” banyak orang saat ini dinilai sangatlah rendah ketika mereka mengumbar perkataan janji yang tak mereka sadari bahwa mereka telah memopang kepercayaan seseorang yang bersangkut pada tanggungjawab yang harus dilaksanakan. Sehingga dengan anggapan tak pentingnya suatu perkataan maka mereka tak dapat menghargai orang lain dengan sesuka hatinya melepas janji dengan anggapan acuh atau tak peduli dengan resiko apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dalam hal ini dapat kita ketahui bahwa ketepatan waktu dapat memperngaruhi segala hal baik dalam moral maupun etika. Yang tentunya juga dapat berpengaruh dalam kehidupan yang hendaknya dapat mengatur dan menjalankan suatu kehidupan yang lebih berarti kedepan.