Hanya Pewaris Sejarah Senja
Ini jalan angan si jagat raya
Menerka olah jerita jalur rakitan
Tampang rasio mimpi tak ubah renungan si pembajak rintisan
Melekuk bulatnya jeratan beribu genggaman rintihan
Sekodi anganan janji ..
Skema paparan tertompang dengan barisan dihadapan sangsaka alam
Negeri beratap tumpuan nasional galahan
Yang ditundukan sapaan janji keringat guguran si bangsawan
Menjadi cagar lindungan dengan tempuran hulu acuan
Desisan bangsa hendak berujung lantuman parang
Kabar tenar jasa berita seorang pedoman
Tuk hayat menghela guna Bhinneka
Berdalang pengguru mengarah dalihnya kesatuan
Merebut ladang rebahan hak lahir nusantara
Pekikan laras bangunkan terbitan cahaya raga
Tuan Negeri . .
Paras kagum adakalanya jadi ingatan masa
Ketika rapuhnya negeri menelangsa jiwa
Hendakkah si junjungan tinggi terheran membangga?
Ini balasan cucuran darah?
Ia . .
Hanya butuh tundukan seorang penerus abdian
Kesadaran si peremeh kepedihan
Kini kedudukanmu hanya ahli waris tak berparas
Tadahan rampasan takdir ini tidak berawal dari datangnya kau
Tapi dengan hamburan daya keguguran
Ia ..
Tak butuh kau berpeluk lutut
Tak perlu kau balas dengan kertas lembaran itu
Hanya butuh kau sanggup arahkan memori dunia cerita senja