Si Pemimpi Recehan
Aku hanyalah sosok kumuh . .
Dengan tongkat kawat dan karung dibahu
Beranjak dari fajar yang berlenggu
Mencari tukaran lembar kertas pujaan daku
Tak pernah terpikirdengan hembusan gunjingan
Tak usik aku dengan banyaknya mata hinaan
Jalanku boleh sebecek pasar malam
Namun mimpi ini kan tetap setinggi nilai berlian
Gantungan seragam berdebu kan kupakai tiap waktu
Waktu ketika ku ketempat berguru
Dimana janji pemerintah banggaan kudapatkan
Pendidikan tak berbayar menjadi tambatan
Tantangan hidup boleh takdir Tuhan
Kan ku ubah dengan nasib putaran
Hidupku boleh ditemani si kresek botol hitam
Namun tak ujung dengan tujuan hidup yang membentang
Kesempatan kan terus kumanfaatkan
Selagi masih kuraih sebuah pembelajaran
Goresan tiap tetesan tinta di buku halaman
Yang bergambar cerita raga pengabdi raihan
Bersenang ria dihadap sang pencipta
Berpedih tangis dibalik layar lebar cerita
Aku kan terus bertapak pada tanah tandus ini
Dengan menyimpan tiap receh buktian janji
Berparas dengan bisingan kata demi belas kasih
Agar hidupku kan tetap berjalan dengan mimpi
- DW -