Poem

 

 

Si Pemimpi Recehan

 

Aku hanyalah sosok kumuh . .

Dengan tongkat kawat dan karung dibahu

Beranjak dari fajar yang berlenggu

            Mencari tukaran lembar kertas pujaan daku

            Tak pernah terpikirdengan hembusan gunjingan

            Tak usik aku dengan banyaknya mata hinaan

 

Jalanku boleh sebecek pasar malam

Namun mimpi ini kan tetap setinggi nilai berlian

Gantungan seragam berdebu kan kupakai tiap waktu

Waktu ketika ku ketempat berguru

Dimana janji pemerintah banggaan kudapatkan

Pendidikan tak berbayar menjadi tambatan

 

            Tantangan hidup boleh takdir Tuhan

            Kan ku ubah dengan nasib putaran

            Hidupku boleh ditemani si kresek botol hitam

            Namun tak ujung dengan tujuan hidup yang membentang

 

Kesempatan kan terus kumanfaatkan

Selagi masih kuraih sebuah pembelajaran

Goresan tiap tetesan tinta di buku halaman

Yang bergambar cerita raga pengabdi raihan

Bersenang ria dihadap sang pencipta

Berpedih tangis dibalik layar lebar cerita

 

            Aku kan terus bertapak pada tanah tandus ini

            Dengan menyimpan tiap receh buktian janji

            Berparas dengan bisingan kata demi belas kasih

            Agar hidupku kan tetap berjalan dengan mimpi

 

 

- DW -