Zikir
Dzikir :
Adalah ayat-ayat Al Quran yang dapat dibaca dalam rangka mengingat Allah. Termasuk dalam kelompok ini adalah : kalimat tasbih, tahmid, tahlil, takbir, tawajjuh, tasyakkur, istirja', istgfar dan sebagainya. Bila ayat-ayat ini dibaca dan diwiridkan, maka besarlah pahalanya bagi orang yang mewiridkannya.
Kalimat-kalimat Dzikrullah :
Dzikir Harian
1. ASTAGHFIRULLAH
Mari kita berhitung sejenak, dalam hidup yang
sudah kita jalani berapa
banyak dosa yang telah kita perbuat
Baik sengaja maupun tidak sengaja yang pasti semua
itu dicatat oleh
malaikat Atit ( yang bertugas mencatat dosa
manusia ).
Coba kita visualisasikan, seandainya 1 hari kita
melakukan dosa 10X maka
20 Th = 3600 X 20 = 72000 Dosa.
Saya yakin bahwa masing-masing dari kita melakukan
dosa lebih dari 1X
setiap hari,
Tentu anda pernah mengalami kejadian dibawah ini :
1. Memandang wanita/pria yang kedua kalinya (
bukan pandangan pertama )
yang bukan muhrimnya.
2. Merasa lebih dengan merendahkan orang lain (
Sombong )
3. Menggunakan fasilitas/barang milik orang
lain tanpa kerelaan
pemiliknya ( Ghosab )
Contoh : - Menggunakan pulpen teman yang
tergeletak dimeja tanpa
sepengetahuan pemiliknya.
Memakai sandal teman tanpa izin
pemiliknya
Ghosab hukumnya haram yaitu dianggap Mencuri
kategori kecil.
Pernahkah kita sengaja untuk tidak melakukan dosa
1X pun dalam sehari
dalam seumur hidup kita,
Pernahkah kita habiskan 1 hari dalam umur kita
khusus untuk minta ampun
kepada Allah atas dosa kita.
Yang sering kita lakukan justru merencanakan
rekreasi menjelang hari libur
yang akan kita lalui.
Allah suka pada orang miskin yang taat beribadah
namun Allah lebih suka
pada orang kaya yang taat beribadah
Allah suka pada orang tua yang taat beribadah
namun Allah lebih suka pada
orang muda yang taat beribadah.
Rosulullah SAW yang dijamin masuk Surga oleh
Allah, diampuni dosa yang
sebelum dan sesudahnya
Ber Istighfar ( Mohon Ampun ) dengan mengucap
ASTAGHFIRULLAH HAL ADHIM 70X
sehari.
Bagaimana dengan kita yang tiada jaminan dari
Allah untuk masuk surga tapi
yang pasti ada jaminam MATI
Setiap saat masih menunda pengucapan istighfar
kita, malah supaya lebih
keren lebih suka berkata ASTAGA
Dari pada Astagfirullah. ( Astaga bukanlah
istighfar )
Harap saudaraku yang muslim tidak mengucapkan lagi
ASTAGA melainkan
Astaghfirullah.
Wahai yang menulis dan yang membaca !
Tidak pantaskah kalian mengucap Istighfar lebih
dari yang dibaca
Junjunganmu Muhammad SAW dalam sehari ?
Apakah tidak terdetak dihati kita untuk memulai
membaca Istighfar dalam
Dzikir harian kita ?
Ya Allah Robbul Izzati bukakanlah hati kami.
2. LAAILAHA ILLALLAH
Dalam sebuah hadits disebutkan :
MANGKANA AKHIRUU KALAMIHI LAAILAHA ILLALLAH
DAKHOLAL JANNAH
Barangsiapa yang diakhir hidupnya mengucap
Laailaha Illallah maka akan
dimasukkan syurga.
Sungguh besar makna ucapan tersebut sehingga bisa
dibuat jaminan masuk
Syurga. Namun jangan menganggap
Ringan untuk bisa mengucapkan kata itu diakhir
hidup kita karena disaat
sakaratul maut kita akan merasakan rasa
Sakit yang luar biasa kecuali bagi orang yang
mendapat rahmat dari Allah (
Baca artikel Bila Ajal Mulai Mendekat ).
Untuk itu sering kita jumpai bila ada orang yang
akan meninggal
keluarganya akan menuntun ucapan kalimah
Laailaha Illallah, Bahkan karena kekhawatiran bagi
yang akan meninggal
tidak bisa membaca sepanjang kalimah tersebut
Maka hanya dituntun untuk mengucap Allah.
Kekhawatiran tersebut beralasan bila si Fulan
ketika mengucapakan Laaila (
tidak sempat meneruskan ha Illallah )
Kemudian meninggal, maka Insya Allah si Fulan
termasuk orang yang murtad
karena Laaila artinya tidak ada tuhan.
Ya Allah matikanlah Kami dalam keadaan Khusnul
Khotimah ( akhir hayat yang
baik ).
Sementara Trend kita sering kali kita mengatakan
Duilah ! , sampai ada
yang mengucap Laaila ( karena Duilah terdengar
Laaila ) Padahal bila lafadz Laaila diucapkan
dengan sengaja maka yang
mengucapkan insya Allah Murtad ( keluar dari
Agama islam ) Naudzubillah.
Ada lagi yang lebih suka menyebut nama ALLAH
dengan menyebut Tuhan (
padahal Tuhan itu banyak ) atau
Dengan menyebut nama " yang diatas " padahal bila
ditanya apa yang diatas
jawabnya awan, mega, bintang .
Astaghfirullah, tidakkah kita lebih bangga
mengucapkan Allah, Al Kholig,
Arrohman, dari pada sebutan diatas ?
Ya Allah berilah kami kekuatan untuk mampu
menunjukkan keislaman kami.
Dalam hadits yang lain disebutkan :
AFDLOLUDDZIKRI LAAILAHA ILLALLAH
Dzikir yang utama adalah mengucap Laailaha
Illallah.
3. ALKHAMDULILLAH
Tidak satupun manusia di dunia ini yang bisa menghitung nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hambaNya Meskipun seorang maha guru dari negara yang paling
maju sekalipun. Pernahkah kita memikirkan bahwa rasa Kantuk ( mengantuk ) itu adalah nikmat dari Allah, coba seandainya Bila manusia tidak mempunyai rasa mengantuk sebelum tidur mungkin dunia ini tak seindah yang kita rasakan
Saat ini, bayangkan seandainya kita lagi mengendarai Mobil, menaiki anak
tangga, menyeberang jalan dls tiba - Tiba kita tertidur. Bahkan ( maaf ) Kentut sekalipun adalah nikmat meski orang lain yang berada didekatnya terkena imbas bau yang Tidak sedap. terbiasakah kita mengucap Alkhamdulillah ketika orang lain
mendapat nikmat ?, bagaimana bila teman Didekat kita mendapat nikmat berupa kentut ?.
Allah berfirman :
FAIN TA'UDDU NIKMATALLAHI LA TUKHSUUHA
Apabila kamu menghitung nikmat Allah maka tidak akan mampu bagimu.
Sebagai manusia yang berbudi tentu kita akan mengucapkan terima kasih bila
seseorang telah memberi kita sesuatu Baik berupa barang maupun jasa terlebih pemberian itu tidak mengharap balasan dari kita lebih Afdhol lagi pemberian itu
Dilakukan secara terus menerus tanpa perlu kita meminta atau mengingatkan
lagi. Demikianlah nikmat yang diberikan Allah kepada hambaNya, sekarang marilah
kita bertanya pada diri sendiri apakah Kita termasuk manusia berbudi luhur.
Yang jelas Allah telah mengingatkan kita dengan Firmannya :
LAINSYAKARTUM LA AZIIDAN NAKUM WALAINKAFARTUM INNA 'ADAABI LASYADID
Apabila kamu bersyukur atas nikmatKU maka akan kutambah nikmat itu padamu
namun apabila kamu Ingkar terhadap nikmatKU sesungguhnya siksaKU
amatlah pedih Banyak dari kita yang rela mengeluarkan uang untuk berlangganan koran, majalah sebagai bahan bacaan harian, Yang demikian itu tidaklah salah namun akan lebih baik bila kita punya