|
Rasulullah shallahu ’alaihi wassallam bersabda: "Jika kalian
sudah jual beli dengan ‘inah, memegang ekor sapi, rela dengan pertanian,
dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan dan Alllah
tidak akan melepaskan kehinaan tersebut sampai kalian kembali kepada agama
kalian" (HR Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam
shahih Abu Daud No.3956)
Hadits ini merupakan ancaman dari Allah terhadap orang-orang yang
melanggar dan tidak mau menjalankan syariat Allah karena sebab cinta dunia.
Makna hadits:
1. Berjual beli dengan ‘inah
Yakni satu macam jual beli dengan riba.. Karena Allah Ta’ala
mengharamkan riba, Allah berirman;
"Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" (AL
Baqarah: 275)
Rasululah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
"Pemakan riba, yang memberikannya, yang menuliskan dan dua orang
saksinya sama saja (dalam dosa)" (HR Muslim).
2. Memegang ekor sapi dan rela dengan pertanian
Menunjukkan sikap sangat mementingkan perkara dunia sehingga terlalu
bergantung kepada dunia, serta meninggalkan syariat dan hukum-hukumnya..
Sebagaimana telah disinggung oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam:
"Suatu saat nanti, orang-orang kafir akan mengerubuti kalian
sebagaimana hewan mengerubuti makanan ditempatnya". Seorang shahabat
berkata: "Apakah karena Hal itu sedikitnya jumlah kami wahai
Rasululah?". Beliau menjawab: "Bahkan ketika itu kalian dalam
jumlah yang banyak, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Sungguh
Allah akan menghilangkan rasa takut musuh kalian kepada kalian, dan
melemparkan ke dalam dada kalian al wahn". Shahabat berkata: "Apa
itu al wahn wahai Rasulullah?". Beiau menjawab: "Cinta dunia dan
takut mati" (Hadits shahih,lihat Ash shahihah:958).
3. Meninggalkan jihad
Hal ini merupakan hasil dari sangat cintanya seseorang kepada dunia,
sebagaimana Allah berfirman:
"Wahai oramg-orang yang beriman! Mengapa kalian jika disuruh untuk
berangkat perang dijalan Allah kalian merasa berat dan ingin tinggal di
tempatmu, apakah kalian lebih senang dengan kehidupan dunia dari pada
akhirat? Ketahuilah, sesungguhnya perhiasan dunia jika dibandingkan
akhirat sangat kecil sekali" (At Taubah 38).
Maka diantara sifat orang munafik adalah tidak mau berjihad dan mencari
ber.bagai macam alasan untuk tidak berjihad. Karena memang orang munafiq
lebih mencintai kehidupan dunianya daripada kehidupan di akhirat.
Ketika perang tabuk Rasulullah berkata kepada seorang munafiq: "Apakah
kalian hendak ikut berperang?". Orang munafiq itu berkata:"Ya
Muhammad, jangan engkau fitnah kami, karena di Romawi banyak wanita-wanita
cantik"
Sebagian diantara mereka menggembosi semangat kaum muslimin, menghasut
untuk tidak berangkat jihad. Mereka berkata : "Janganlah kalian
keluar (berjihad) di waktu panas"
Sebagian beralasan: "Sesungguhnya rumah-rumah kami adalah aurat"
Dan berbagai macam cara mereka untuk tidak berang jhad bersama
Rasululah. Bahkan ketika ada shahabat yang shahid mereka mencibir dengan
mengatakan: "Kalau seandainya mereka bersama kami niscaya dia tdak
akan mati". Itulah diantara sifat kaum munafiqin yang anti
terhadap jihad karena cinta dunia dan takut mati.
4. Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian dan tidak akan
menghilangkannya hingga kalian kembali kepada agama kalian.
Ini merupakan penjelasan yang tegas bahwasanya agama yang benar, yang kaum
muslimin harus kembali kepadanya adalah seperti yang difirmankan oleh
Allah:
"Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah agama
Islam" (Al Imran : 19)
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku
sempurnakan nikmat-Ku kepadamu dan Aku ridha Islam menjadi agamamu" (Al
Maidah:3).
Imam Malik berkata ketika menafsirkan ayat ini: "Tidak akan baik
umat yang belakangan ini kecuali dengan sesuatu yang telah membuat baik
umat terdahulu (yakni para shahabat radiyallahu’anhum)".
Maksudnya adalah, apabila ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan,
hendaknya beragama sesuai dengan cara para shahabat dan Rasulullah
beragama, atau dengan kata lain memahami Al Qur’an dan hadits Rasulullah
dengan pemahaman para shahabat.
Saudaraku fillah, agar kita terhindar atau terlepas dari ancaman Allah di
atas maka jauhilah perbuatan riba, dan segeralah bertaubat kepada Allah..
Belajarlah agama yang benar. Amalkanlah syariat Allah,.berjihadlah dan
bantulah para mujahidin, mudah-mudahan Allah merahmati kita semua Amiin.
|