Kembali Ke Halaman Utama

 

Nunukan

Senin, 13 Maret 2006
 

Pramuka Bukan Militer
 

NUNUKAN-Militerisasi yang selama ini masih diterapkan dalam pembinaan terhadap anggota Pramuka, diharapkan sedikit demi sedikit dapat segera dihilangkan. Bentuk militerisasi tersebut sering berupa tindakan kekerasan, termasuk hukuman fisik yang diterima oleh peserta saat melakukan kesalahan.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Nunukan Drs H Aseng Gusti Nuch MSi saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Orientasi Saka Ke-I Tahun 2006 Sabtu (11/3) lalu.

Menurutnya, komitmen awal berdirinya Gerakan Pramuka di Indonesia adalah untuk memberikan kegiatan menarik dan menyenangkan bagi peserta didik, bukan menjadikan Pramuka sebagai militer.

Sebaliknya, Aseng berharap agar setiap pembinaan yang dilakukan, lebih mengedepankan sikap untuk saling memahami keinginan peserta didik agar mereka tidak merasa terbeban menjadi seorang anggota Pramuka.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 500 Pramuka dari Gugusdepan dan Satuan Karya di Nunukan, Aseng mengungkapkan bahwa keberadaan Satuan Karya sangatlah penting bagi setiap anggota Pramuka untuk dapat mengembangkan bakat, minat, pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang kejuruan tertentu.

Selain itu, lanjutnya, peserta diharapkan dapat meningkatkan motivasi dalam melaksanakan kegiatan nyata dan produktif untuk memberikan bekal bagi kehidupan dan penghidupannya.

Dikatakan, keberadaan Satuan Karya diharapkan dapat pula memberikan bekal bagi pengabdian setiap anggota Pramuka pada masyarakat, bangsa dan negara guna menunjang pembangunan nasional, sehingga dapat meningkatkan mutu dan taraf hidup serta dinamika Gerakan Pramuka, serta peranannya dalam pembangunan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Aseng juga mengharapkan kegiatan Orientasi Saka dapat menjadi wadah yang dapat mempersatukan anggota Pramuka dengan tidak memandang latar belakang suku, agama, ras.

"Jangan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana yang justru dapat menciptakan rasa permusuhan diantara sesama anggota Pramuka," ujarnya.

Sementara, ketua Sangga Kerja Orientasi Saka, Subur Pranata yang ditemui usai Pembukaan Kegiatan dimaksud mengungkapkan, kegiatan Orientasi Satuan Karya sengaja dilaksanakan oleh Kwartir Cabang Nunukan melalui Dewan Kerja Cabang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik, agar memahami begitu pentingnya keberadaan saka untuk menopang keterampilan mereka sebagai bekal yang tidak mereka dapatkan melalui pendidikan formal di Sekolah. Dikatakan, acara pelaksanaan kegiatan Orientasi Saka akan diisi dengan materi dari Saka Wana Bakti, Bahari, Bhayangkara, Kencana, Bakti Husada serta Taruna Bumi yang dibawakan langsung oleh pamong saka yang bersangkutan.

"Selain itu, kegiatan akan diisi dengan Api Unggun dan Pentas Seni," ujar Subur.

Dikatakan pula, dari pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan agar peserta didik dapat memilih salah satu Saka yang sesuai dengan minatnya untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya.

Acara Pembukaan Orientasi Saka dihadiri unsur Andalan Cabang, Pamong Saka, Pembina serta yang mewakili masing-masing instansi di Kabupaten Nunukan. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dan berakhir Minggu kemarin.(*/rt8)

Sumber : Surat Kabar Harian Kaltimpost

   
A r s i p    B e r i t a

Hosted by www.Geocities.ws

1 1