Menikmati secangkir teh atau kopi sebelum memulai aktivitas pagi hari tentunya sudah menjadi hal yang lazim bagi sebagian masyarakat modern masa kini. Aroma secangkir kopi dipercaya dapat membangkitkan mood, sedangkan aroma teh hijau disinyalir dapat merilekskan pikiran sebelum digunakan beraktivitas seharian. Keduanya pun lazim disajikan bersama kudapan saat sarapan pagi, baik kudapan ringan serupa biskuit atau sandwich mini hingga yang berkarbohidrat tinggi seperti omelette dan pancake.

        Selidik punya selidik, ternyata teh dan kopi memiliki peran penting dalam memicu aktivitas otak agar dapat bekerja lebih baik di pagi hari. Sekelompok peneliti dari Universitas de Barcelona berpendapat bahwa kopi dapat mengatur performa dan menguatkan kinerja otak, sedangkan teh dapat mencegah penurunan fungsi otak. Selain itu, ada pula beberapa penelitian lain yang menyimpulkan bahwa mengonsumsi keduanya dapat mencegah gangguan kanker otak.

Kopi: meningkatkan dan menstabilkan kinerja otak

         Sederhana memang, konsumsi secangkir kopi pahit di pagi hari dapat meningkatkan performa kerja otak hingga selang waktu beberapa jam ke depan. Kopi mengandung kafein yang dapat melejitkan kecepatan berpikir dan bertindak, meningkatkan kemampuan kognitif, serta meningkatkan daya ingat terutama untuk mereka yang sering kali kesulitan mengingat memori jangka pendek. Kopi pahit tanpa gula paling cocok diminum oleh mereka yang memiliki tingkat aktivitas tinggi seperti pekerja lapangan, atau mereka yang sering kali membutuhkan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat.Lain halnya dengan kopi manis yang telah diberi gula. Kafein bersama dengan glukosa membuat kerja kognitif (pikiran) dalam otak sedikit terhambat, namun glukosa tersebut justru mengaktifkan titik neurotransmitter tertentu pada otak dan membuat kinerjanya menjadi lebih stabil. Otak akan bekerja lebih efisien dan tidak cepat lelah. Selain itu, kopi juga merangsang pertumbuhan sel-sel otak. Konsumsi kopi manis paling cocok untuk mereka yang bekerja di kantor dan membutuhkan konsentasi stabil hingga siang atau sore hari.

Teh: meningkatkan kemampuan memori pada otak

        Mirip dengan kopi, teh juga memiliki kemampuan meningkatkan memori pada otak. Namun rupanya teh memiliki cara tersendiri dalam meningkatkan kemampuan otak tersebut, sehingga aman dikonsumsi oleh mereka yang tak ingin kecanduan kafein kopi.

        Teh mengandung polifenol. Zat inilah yang memicu otak untuk merilekskan dirinya saat mengonsumsi secangkir teh. Polifenol dapat melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancar aliran darah masuk ke otak dan meningkatkan daya memori otak. Berbeda dengan kafein yang mempercepat aliran darah dengan jalan meningkatkan aktivitas jantung, polifenol tak memiliki pengaruh terhadap aktivitas jantung. Teh hijau memiliki kadar polifenol yang lebih banyak dibandingkan teh biasa. Oleh sebab itu, teh hijau lebih sehat untuk dikonsumsi serta banyak digunakan untuk keperluan terapi.

        Teh baik dikonsumsi oleh mereka yang banyak menggunakan kemampuan otak serta memorinya saat bekerja. Teh juga disarankan bagi mereka yang ingin menghindari risiko terkena penyakit Alzheimer, yaitu gangguan akibat penurunan kemampuan fungsi memori otak

        Kopi dan teh memang cocok untuk konsumsi harian, namun disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari dua cangkir per harinya. Kadar kafein yang terdapat pada kopi akan berbahaya bila dikonsumsi berlebihan, sebab dapat mengubah ritme aktivitas otak dan jantung. Selain itu, kopi juga tidak disarankan untuk ibu hamil, karena dapat mengganggu kandungan asupan gizi untuk janin sehingga berpotensi mengacaukan ekspresi gen pada otak janin yang saat itu masih aktif terbentuk.

        Untuk teh hijau, konsumsi dibatasi menjadi maksimal tiga cangkir per harinya. Walau memiliki efek positif, kandungan polifenol dalam minuman ini bukan berarti memiliki efek linear seiring dengan jumlah konsumsinya. Akan lebih baik bila konsumsi kedua jenis minuman tersebut diselingi dengan konsumsi air putih untuk mencegah penurunan kadar enzim pada otak. Adakalanya setelah lama dan rutin mengonsumsi kopi atau teh, beberapa konsumen menjadi terbiasa dengan jumlah kadar enzim yang masuk sehingga menurunkan jumlah enzim asli yang seharusnya diproduksi oleh otak. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kadar enzim tertentu yang masuk saat konsumsi dihentikan, sehingga membuat otak menjadi ketergantungan akan zat tersebut.

        Jadi, tak ada salahnya kan mengonsumsi teh maupun kopi saat pagi hari sebagai pembangkit mood, sebab ternyata keduanya pun bermanfaat bagi sistem kerja serta aktivitas otak. Biasakan diri Anda dengan secangkir hangat teh maupun kopi sesuai selera dan pilihan aktivitas. Selamat mencoba!