![]() |
| beranda | soal-soal latihan |
![]() |
BILANGANBilangan-bilangan
dalam Matematika? Siapa sih yang gak tahu. Ya,
pasti sudah pada tahu. Ini adalah suatu perihal yang terlihat sepele. Namun,
dalam kenyataannya, karena terlalu sepelenya, banyak pelajar yang tak jarang
tidak tahu ketika disuruh menyebutkan pengertian suatu bilangan, yah...
misalnya saja kasus yang tidak lma ini terjadi di tempat sekolah saya, seorang
teman saya disuruh menyebutkan apa itu bilangan komposit dan contohnya. Temanku
ketika itu tidak bisa menjawabnya. Dan mungkin, banyak juga di antara sobat
pengunjung yang juga tidak mengetahuinya. Oleh sebab itu, di postingan ini saya
akan sedikit mengusik masalah istilah/ pengertian dari beberapa macam bilangan
yang sepele itu. |
BILANGAN ASLI
Bilangan
asli adalah himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol.
Nama lain dari bilangan ini adalah bilangan
hitung atau bilangan yang bernilai positif (integer positif).
Contoh
:
{1, 2,
3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...}
BILANGAN
CACAH
Bilangan
cacah adalah himpunan bilangan asli ditambah dengan nol.
Contoh
:
{0, 1,
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, ...}
BILANGAN
NEGATIF
Bilangan
negatif
(integer negatif) adalah bilangan yang lebih
kecil/ kurang dari nol. Atau juga bisa dikatakan bilangan yang letaknya
disebelah kiri nol pada garis bilangan.
Contoh
:
{-1,
-2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, ...}
BILANGAN
BULAT
Bilangan
bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan asli, bilangan nol dan
bilangan negatif.
Contoh
:
{-4,
-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, ...}
BILANGAN
PRIMA
Bilangan
prima adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang faktor pembaginya adalah 1
dan bilangan itu sendiri.
Contoh
:
{2, 3,
5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, ...}
BILANGAN
KOMPOSIT
Bilangan
komposit adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang bukan merupakan bilangan
prima. Bilangan komposit dapat dinyatakan sebagai faktorisasi bilangan bulat,
atau hasil perkalian dua bilangan prima atau lebih. Atau bisa juga disebut
bilangan yang mempunyai faktor lebih dari dua.
Contoh :
{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}
BILANGAN
KOMPLEKS
Bilangan
kompleks adalah
suatu bilangan yang merupakan penjumlahan
antara bilangan real dan bilangan imajiner atau bilangan yang
berbentuk a + bi. Dimana a dan b
adalah bilangan real, dan i
adalah bilangan imajiner tertentu. Bilangan real a disebut juga bagian
real dari bilangan kompleks, dan bilangan real b disebut bagian
imajiner. Jika pada suatu bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks
tersebut menjadi sama dengan bilangan real a.
Contoh
:
{3 + 2i}
BILANGAN
IMAJINER
Bilangan
imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i2 = −1.
Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan kompleks. Secara definisi, bilangan
imajiner i ini diperoleh dari
penyelesaian persamaan kuadratik :
x2 + 1 = 0
atau secara ekuivalen
x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
x = √-1
BILANGAN
REAL
Bilangan
real atau bilangan riil
menyatakan bilangan yang dapat dituliskan
dalam bentuk decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam notasi penulisan
bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di
belakang koma “,” sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah
bilangan yang memiliki angka di belakang tanda titik “.”. Bilangan real
meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilangan irrasional, seperti π dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai
salah satu titik dalam garis bilangan.
Himpunan
semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (berasal dari kata “real”).
BILANGAN
IRRASIONAL
Bilangan
irrasional merupakan bilangan real yang tidak bisa dibagi atau lebih tepatnya
hasil baginya tidak pernah berhenti. Sehingga tidak bisa dinyatakan a/b.
Contoh
:
π
= 3,141592653358……..
√2 = 1,4142135623……..
e
=
2,71828281284590…….
BILANGAN
RASIONAL
Bilangan
rasional adalah bilangan-bilangan yang merupakan rasio (pembagian) dari dua
angka (integer) atau dapat dinyatakan dengan a/b, dimana a merupakan himpunan bilangan bulat
dan b merupakan himpunan
bilangan bulat tetapi tidak sama dengan nol. Bilangan Rasional
diberi lambang Q (berasal
dari bahasa Inggris “quotient”).
Contoh
:
{½, ⅓,
⅔, ⅛, ⅜, ⅝, ⅞, ...}
Bilangan
pecahan termasuk sekumpulan bilangan rasional. Pecahan desimal adalah
pecahan-pecahan dengan bilangan
penyebut 10, 100, dst. { 1/10, 1/100, 1/1000 }, semua bilangan ini dapat
ditemukan dalam garis-garis bilangan.
Sebuah
bilangan asli dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan rasional. Sebagai contoh
bilangan asli 2 dapat dinyatakan sebagai 12/6 atau 30/15 dan sebagainya.
BILANGAN
PECAHAN
Bilangan
pecahan adalah bilangan yang disajikan/ ditampilkan dalam bentuk a/b; dimana a, b bilangan bulat dan b ≠ 0.
a
disebut pembilang dan b disebut penyebut.