"AKU"

Aku tersenyum melihat foto ibuku.Rasanya ingin cepat-cepat memeluknya dan berkata bahwa aku sudah sukses sekarang.

Keesokkan harinya,aku pergi dengan membawa setangkai bunga untuk ibuku.Setibanya di sana,aku langsung duduk didekat

pemakamannya.

"Bu,aku merindukanmu.Bu,sekarang aku sudah sukses.Andai saja kau bisa melihatku,"

Tanpa ku sadari,memoriku terputar kembali ke masa lalu yang menyakitkan.

    Waktu itu aku kelas 6 sd,aku sedang sibuk-sibuknya belajar untuk UN.Jujur saja aku sebenarnya malas belajar.Tapi,aku

tergiur juga dengan janji ibu.Ibu bilang,kalau aku dapat beasiswa+dengan nilai UN tertinggi.Ia akan membelikanku laptop

dan membuatkanku makanan yang super enak.Walau itu sederhana,tapi aku sangat menghargainya dan menginginkannya.

Aku memang nakal,tapi aku sangat menghormati orang tuaku.Mereka adalah motivasi dan pembatas kenakalanku.Ibu selalu

ada disampingku dan menemaniku belajar.Terkadang aku sulit belajar,karena ya pelajarannya yang sulit.Tapi berkat motivasi

Ibu aku selalu berusaha.Waktu yang mendebarkan tiba,aku sangat berusaha menaklukkan UN.Hingga UN berlalu,saatnya

pengumuman kelulusan.Seluruh siswa di kumpulkan dilapangan.Aku sangat berharap dan berdo'a.Aku bahkan menunggu

kehadiran ibuku,tapi sosok tersebut belum juga nampak.Sampai akhirnya,

"Dan kali ini kita akan mengumumkan siswa kelas 6 yang memperoleh UN tertinggi dan tidak kita sangka anak ini

mampu menunjukkan ke kita bahwa dia bisa dengan usaha yang dikerahkannya dan kepada siwa kami harap maju kedepan

 RENO KUSUMA"

Aku benar-benar tidak menyangka,dan kalian tahu?Aku sangat bahagia dan benar-benar bahagia.Bahkan,aku juga mendapat

beasiswa.Namun,ada yang membuatku sedikit kecewa.Yaitu Orang tuaku tidak datang.Saat acara selesai,oomku datang dan

segera menarikku.

"Ayo ren,kita harus pulang."

"Tapi oom,aku nungguin Ibu"

"Ikut om saja."

Aku segera di bawanya ke sebuah rumah sakit.Aku sedikit kebingungan dan dadaku sedikit sesak.

"Tunggu disini dulu ya,duduk saja."Kata oomku

Dari kejauhan,aku melihat bibi dan oomku berbicara dengan serius.Dan yang aku lihat adalah bibiku menangis.

Dan mereka mendekatiku,oomku duduk disampingku.Bibiku menggenggam tanganku.

"Selamat ya Reno atas keberhasilan kamu.Bibi senang sekali mendengarnya"

''Iya bi terima kasih.Ibuku juga pasti senang,aku ingin segera menemuinya"Kataku

"Reno,dengarkan oom ya?Reno cowok yang kuat,jangan pernah berhenti walaupun penghalang datang.

Kalu kamu pengen nemuin Ibu dan Ayahmu.Kamu masuk ke kamar itu ya"

Aku tidak mengerti tapi aku segera berlari dan memasukki ruangan itu.Dan,apa yang kutemukan?Aku melihat

2 orang yang berbaring dengan tubuh yang ditutupi selimut.Spontan saja aku menjatuhkan piala ku dan berlari

mendekat.Perlahan-lahan aku mebuka selimut tersebut.Dan aku menjerit "IBUUUUUUUUU,AYAHHH"

Kalian tahu?Aku merasakan semua seperti jatuh menimpa kepalaku.

       Ya,itulah masa laluku.Aku memang jatuh,tapi apa aku harus juga mengorbankan masa depanku?Aku tahu

Orang tuaku sudah tiada.Yang harus aku lakukan adalah berdo'a untuk mereka.