Hadiah

Anakku belum bisa berkata lagi,
Putih hatinya putih wajah nabi
Seunyum dan tangisnya adalah kata hati
Rekahan bunga di bawah sinar matahari pagi

Kawan-kawan yang datang serta persembahan,
Tanda selamat tanda khidmat
Hari lahir yang selalu dimuliakan

Ah,kenapa kau bawakan senapang,
Kereta meriam dan kapal terbang perang
-meski sekadar mainan-
sebagai tanda mata hari lahir gemilang?

Betapakah kerelaan dari kebenaran
Antara kehormatan dan keyakinan teguh,
Sebab kau mengajar anak-anak membunuh?

Manakah milik dunia yang baik,
Ah, berikan padanya, ia bisa senyum jua
Meski sekadar sekerat pensil kayu cuma

Anakku dan anak-anak kita semua
Jangan dilukai hati mereka dengan senjata,
Biar di wajah dan hatinya cinta berbunga,
Dunia yang damai, hidup yang sejahtera!


Laman Puisi 1