Balada Terbunuhnya Beringin Tua Di Pinggir Sebuah Bandaraya

Beringin tua di pinggir jalan raya
Di sebuah ibu kota yang setengah muda
Ratusan tahun usianya berdiri
Menadah matari memayung bimu
Burung-burung berterbangan menyanyi
Di sini rumah mereka,
Di sini keluarga bahagia
Kupu-kupu berkejaran dalam senda guraunya
Anak-anak bermain di keteduhan perdunya

Tiba-tiba pagi yang hitam itu datang
Gergasi teknologi menyerangnya
Dengan kejam membenamkan gigi-gigi besi
Sehingga terdengarlah jeritan ngeri
Suaru Beringin rebah kebumi

Sampai sekarang,
Tiap senjakala lembayung petang
Dengarlah suara Beringin mengucapkan pesan

Selamat tinggal, Selamat tinggal, wahai awan
Selamat tinggal, matari Selamat tinggal bulan
Selamat tinggal kupu-kupu sayang
Selamat tinggal wahai burung-burung bersarang
Selamat tinggal anak-anak bermain riang.

Nmaku Beringin pohon tua yang terbuang
Dimusuhi oleh rancangan bernama pembangunan


Laman Puisi 1