Reformis
Rumahnya di Bukit Damansara
ialah sungai dalam pasang malam
arusnya deras tak berbendung.
Pada sungai itu berkumpul jerit tajam
jerit keras tak berbelahbagi,
jerit tulen hati suci.
Tiada jalan pilihan lain
bagi anak Ceruk Tok Kun itu,
kecuali keluar dari belitan konspirasi
melawan arus, menterjemah sikap
dan api ideologinya,
mengungkap kebenaran
(meskipun kebenaran itu peria),
mendedah kepalsuan
dan menelanjangi ketidakadilan.
Langit Bukit Damansara
bagi biru nila, angin turun
tak terduga menuntut perubahan
dan perut hamil udara
gerimis menangis sambil membujuk:
Kembalikan ruang demokrasi yang hilang
kembalikan sudut pidato yang hilang
lebarkan sayap syiar Islam
longarkan perangkap ISA yang kejam
hentikan tohmah dan fitnah
hentikan pakatan dan rasuah
hentikan nepotisma dan kronisme
sempitkan derita rakyat lara.
Rumahnya di Bukit Damansara
berdiri bisu. Dengan langkah berani
dan sepasang mata berdarah
yang berlinang bara dan dendam
si Cerok Tok Kun dibawa ke penjara
disertai ribuan pekik keras.
T. Alias Taib,10 Jan 1999