Pak Utih

Tanpa kau ketahui
aku mendengar bicaramu
pilu menyayat hati
memamah setiap ketul tulangmu

Pak Utih!
aku mengikutimu
sewaktu berdiri di muka gedung
hingga terduduk di sudut pasar

Pak Utih!
Langkah dan wajahmu
gambaran duka menjunjung musim

Pak Utih!
aku dan orang lain juga tahu
kerut keningmu
adalah kepahitan seluruh kaummu
senyum tawar bibirmu
kejauhan hati yang tidak tercapai
tanganmu yang jauh ke dalam saku
mengira tangisan anak-anak
yang tidak terbayar

Pak Utih!
jangan kaubanding musim mudamu
kerana itu adalah kepahitan
hadapilah kenyataan
bagaikan seorang anak-anak
makan agar tak lapar
pakai agar tak malu
dan
ketawalah bersama anak-anak
seiring lagu dukamu

A. Bakar


Laman Puisi 1