Buat warga Tua di kampung Pagi, Taman Negara

Sejenak seorang aku di pangkuanmu
tersusun kata abstrak di kamar hati
bersembang mesra bersama
Tok Aki dan serikandi
warga desa
pewaris budaya
khazana anak watan
milik seisi keluarga.

Sejak berlabuh di Kuala Tembeling
hati siapa tak retak seribu bahsa
air mengalir lesu
kelikir batu pasir
muatan penuh seribu
dan asap automibil mengisi reruang peparu
serita duka sisa kehidupan
transisi angin permodenan.

Seluruh flora dan fauna
menggamit mesra salam warga
seluruh khazanah rimba
spesis Dapterokarpus dan pial lesu
menjadi taman gersang
sebuah perkampungan tanpa nama

Nurjay


Laman Puisi 1