Kuala Lumpur

Kuala Lumpur adalah sungai tua mengalir lesu
kamar hulunya penuh kelodak lumpur
kamar hilirnya medan sisa-sisa sampah bertempur
Kuala Lumpur adalah gubuk tua menanti rebah
persisi atap iman mengungsinya compang-camping
tiang kemanusiaan insannya semakin ligat dimakan anai-anai
Kuala Lumpur adalah desa pedalaman yang asing
Diasingkan oleh hutan batu yang membisu
Dibisukan oleh ruang waktu yang kian memburu
destinasi yang masih berkoma

Kuala Lumpur adalah sketsa penuh warna
dipayungi kelompok awan-gemawan cemar
dihambat deras arus canggih dan modenisme
debelenggu rantai-rantai materialisme
dikurung jerigi-jerigi kecemburuan
dicemburui nilai diri semakin nipis
tiada ketelusan dan adab bicara
tiada keluhuran dan rasionalan
kemanusiaan sarwajagat semakin sakit dan luka
digigit karekusan dan kebinatangan sebilangan manusia
yang menghuni setiap inci ruang bumi!

Chai Loon Guan


Laman Puisi 1