Gerhana Matahari Kotaku
Kata angsana aku amat lelah
rayu burung sabarlah
biarkan serindit kami
masih dapat bermain di rantingmu
risik palma kau lihat juralku sarat debu!
ke mana aku harus lemparkan
keluh atau marah bayu
Wahai mentari
kenapa kau sembunyikan sayap apimu?
aku juga telah
mata pijarku semakin rabun abu-abu
siapakah yang menyelimuti kepanasanku
bila gunung bukit pecah gondol
ditarah dan hancur
dan sekarang kau lihatlah
gurun-gurun pasir merata bumi
tasik-tasik muncul di bumi pacah kering
dan puncak-puncak gunung batu tumbuh menjulang ke langit
dan sekarang tidurlah dalam selimut abu-abu
jangan kau tanya gerhanaku
Siti Zainon Ismail,September 1997