NelayanKu

Beningnya subuh yang menjelang
rasanya benci mendengar kokokkan ayam
yang memutuskan seribu mimpi indah
Samar-samar kelihatan
deretan manusia

Longlai langkahnya
menuju laut biru
bersiap sedia untuk berjuang
seperti hari-hari yang silam
perjuangan untuk secupak rezeki
biarpun seribu keringat keluhuran

Sudah sebati dengan jiwanya
mendengar keriuhan camar
mendengar deburan ombak
yang memang menanti
kedatangannya

Benci semakin mencengkam di dada
melihat hamparan biru yang megah
dengan gulungan yang berirama
mendendangkan lagu sayu
yang tidak ketahuan bila akhirnya.

Tetapi hamparan itulah
yang menjanjikan seribu pengharapan
gerak rasa kehidupan

Razali Bakri,Antologi Cinta DBP,1988


Laman Puisi 1