Sebuah ode buat kawan

Masih ada lagu-lagu senja yang membuatku muram
bercerita tentang sejarah perjalanan kita
ada aku dan engkau di mata sejarah
di antara lantunan sunyi seruling
di atas batu-batu yang mencakar dadaku
dalam sebuah almanak perjanjian
dalam peta-peta tua
yang kemudian kita itu kita namakan sebagai detik perjuangan.

ada tangis bocah yang menjerit lirih
di antara ladang-ladang sembako dan susu gula
engkau tersenyum
dengan api keringat yang telah menjadi jelaga dari asap
cerobong pabrik
kemarin lalu, di saat kau berteriak, turunkan harga, turunkan

kesunyian juga yang kini meraja di pembaringan kita
saat bulir-bulir padi ini sudah tak layak untuk dipanen
hanya kulitnya, seperti tulang kita yang rapuh
oleh kulit-kulit terkoyak
kuku matahari yang tajam mencakari tanah.
sebuah ode, belumlah cukup untuk disimpan hari ini.

SIHAR RAMSES SIMATUPANG, Depok, 2001


Laman Puisi 1