Pejalan kaki di sebuah pulau
Perempuan itu telah tertidur di sampingku.
tapi bukan raganya,
sebab aku hanya menari di samping jiwanya
dalam kemabukan, sebelum fajar datang
dan matahari merampok jadi mimpi-mimpi panjang.
Laut malam di laut pulau jawa, aku menggelepar
sangsai. lelah mataku terbang, dari tidur satu
ke pucuk-pucuk mimpinya. di antara lekuk tubuhnya
yang putih bagaikan pualam. engkau tak lagi nyata
di mimpi ini.
Aku tahu, engkau juga akan menghilang
seakan tubuhmu telah siap kau persembahkan
buat pejantan lain yang sejarahnya tak pernah
aku kenal.
Tubuhku sesak, pemabuk yang menghindar dari
keterjagaan. sebab kesadaranku hanyalah kesedihan.
dari pantai ke pantai, terus kubentuk jiwanya
tapi misteri tubuhnya barangkali
tak lagi pernah bisa aku terima
SIHAR RAMSES SIMATUPANG, Surabaya, Awal 2002